
"Gue balas Lo Erland,gue gak rela Tiara bersama loe" gumam pelan Johan .
"Dan gue yang akan balas loe Tiara,loe sudah mengambil hidup gue dan orang yang gue cinta" gumam Jihan mendengar ocehan pelan dari Johan.
Ternyata Jihan sejak tadi mengintip Johan yang sedang mengamuk dan ia juga tahu jika Johan ke acara semalam untuk bertemu Tiara bukan semata mata untuk menggantikan papa mereka yang tidak bisa hadir dalam acara anniversary papa Handoko dan mama Selena yang berakhir secara pesta pertempuran sengit.
Jihan sengaja membayar beberapa orang luar untuk mengawasi gerak gerik Johan di luaran sana,dan baru semalam ia mendapatkan informasi yang tidak enak di dengar oleh telinganya.
sejak itu ia semakin geram dan dendam sama wanita bernama Tiara.ia pun bertekad untuk membalas dendam pada Tiara apapun yang terjadi.
"Lihat saja,gue akan balas loe Tiara,gue bersumpah" ucap jihan kemudian meninggalkan Johan dengan segala kemarahan nya.
***
"Bagaimana rencana loe sama paman Loe itu" tanya Zelda pada Erland.
" Gue mau ketemu" jawab singkat Erland.
"Sabar, keadaan loe aja belum sehat bener,dan ingat jangan bermain tanpa gue" ujar Zelda sambil mengedipkan matanya
"Gue juga mau ikut" sahut Sinta
"Gue juga" balas Andi
"Udah,dia urusan gue,kalian gak usah ikut campur,gue bisa hadapi dia sendiri" terang Erland.
"Yaa-kiin" ujar Zelda dengan nada mengejek.
"YAkin lah" sahut erland.
"Bahas apa? kok gak ngajak" Diwa tiba tiba menimpali pembicaraan mereka semua,Sontak suara diwa membuat mereka semua menoleh dan langsung berhamburan ke ranjang Diwa.
"Diwaaaa" teriak Tiara dan Sinta.
"iissh aw,. ,aw, ,sakit" jeritnya saat Sinta dan Tiara memeluk dia Dangan tak sabaran.
"Kalian ini sabar Napa,gak ada yang mau rebut Diwa dari kalian" jengah Zelda kemudian ia memeluk pelan sahabatnya itu
"Tidurnya nyenyak banget" goda Zelda di balas senyum kecut dari Diwa
"Mimpi apaan loe sampai bangun jam segini" ujar Andi
"Jangan mimpiin gue,gue sudah ada yang punya" canda Erland.
"Apaan sih kalian" ucap pelan Diwa sambil menatap semua yang ada di sana seolah sedang mengabsen mereka.
setelah itu tatapan Diwa melayang ke atas,seperti sedSng bersedih ,mereka semua pun saling menatap,seperti sedang berbicara dengan mata batin,
"Loe nyari bokap,nyokap loe wa? " tanya Sinta lirih
Diwa hanya menatap Sinta dan kembali memfokuskan tatapannya pada langit langit kamar rumah sakit yang berwarna hijau kalem itu.
"sudah lah wa,kan ada kita,yang penting loe harus sehat sekarang" lanjut Andi
tak di sangka buliran bening mendarat di pipi tembem Diwa,segera ia hapus dan ia menatap teman temannya.
"Terimakasih buat kalian semua" ucap Diwa
"Gue gak suka ya loe ngomong kaya gini?" ujar Sinta.
"Iya ih,kaya sama siapa Aja bilang makasi,kita semua ini satu,sakit satu kita semua sakit," jelas Zelda
"Jadi jangan pernah merasa sendiri ataupun di kucilkan" jelasnya lagi
"jadi mereka beneran gak di sini?" tanya Diwa lagi
Semua yang ada di sana menggeleng pelan,kecuali tiara yang memang tidak tahu apa apa dalam hal ini.
"ngapain gue cari mereka ya,bodoh gue" ucapnya sambil memukul pelan kepalanya dengan air mata yang kembali membanjiri kulit pipinya .
"wa,mungkin orang tua loe lagi banyak urusan" jawab Erland.
"Urusan apa sampai sampai keadaan anaknya saja merek tidak tahu" tangis Diwa..
Tiara yang berada di depannya segera memeluk pelan Diwa dengan menundukan sedikit tubuhnya agar bisa memeluk diwa.
"ssssttt,sudah ya jangan di ingat lagi,mending makan aja,biar bisa pulang" lanjut Tiara.
"oh ya,ini makanan loe gue udah siapin,kita sudah makan tadi" jelas Sinta
Diwa mengangguk
"Gue balik bentar,ada urusan " ujar Zelda langsung berlalu
"Gue temani gak" teriak Andi sedikit keras.
" gue bisa sendiri" balas Zelda
Zelda keluar rumah sakit dengan menggunakan taksi online,Zelda menuju rumahnya untuk bertemu orang tua nya.
"Maa,,paaaa,,,? " teriak Zelda sambil masuk ke dalam rumah
"Astaga non,udah gede masih suka teriak teriak" ujar bik mah menyapa dengan tegurannya.
sejak kecil Zelda sudah bersama bik mah,dan Zelda juga sudah menganggap bik mah sebagai bibiknya,jadi bik mah tidak tanggung tanggung untuk menegur anak majikanya ini.
"Hehe Bi,zel kan masih kecil" cengir Zelda
"Non,non" ujar bik mah menggeleng.
"mama papa mana?" tanya Zelda
"Taman belakang" ujarnya memberi tahu,Zelda langsung ke arah taman belakang
Dari. kejauhan terdengar suara perdebatan kecil antara mama,papa dan zuita.
"Pokoknya zui mau itu pa" teriak zui
"Gak ya,papa gak setuju" sarkas papa Handoko
"Mama juga belum setuju" ujar mama Selena.
"aaaah pokonya zel mau,papa harus bantu zel" ujarnya lagi
"Pokok nya gak tetap enggak" jawab papa men
lambaikan tangannya menandakan tidak.
" Ada apa ini?" tanya Zelda membuat mereka bertiga menoleh.
"sayang,,," ujar mama Selena sembari berlari kecil menyambut anaknya.
mama Selena memeluk Zelda hangat dan air mata pun jatuh.
"Kenapa nangis?" tanya Zelda
"gak,gak apa apa,mama senang saja liat kamu sehat tanpa lecet sedikitpun" jelas mama Selena meluapkan segala kekhawatiran nya melihat aksi anaknya yang brutal.
"Kamu sehat nak" tanya papa Handoko.
"sehat dong pa,kalau gak sehat aku gak mungkin ada di sini!" jelas Zelda.
Zelda kemudian menatap sayang adik yang hanya diam tak bersuara,bahkan menatap Zelda pun rasanya ia tidak mau.
"Zui!" sapa Zelda namun zuita tetap pada tatapannya yang mengarah ke rumput hijau di taman itu.
Zelda melangkah dan mendekati adiknya,mama dan papa Handoko pun hanya diam melihat kakak beradik ini dalam mode serius.
"Zui" panggil Zelda lagi
Zuita sedikit mengangkat wajahnya Melihat sang kakak,mata zuita berkaca kaca.
Hanya satu kata yang mampu zui keluarkan.
"Ma'af" lirihnya.
Mama dan papa Handoko pun bingung dengan sikap zui yang aneh semenjak Zelda pulang hari ini,namun mereka memilih Diam dan hanya memperhatikan saja.
"Apa ada yang perlu di jelaskan?" tanya Zelda meski menekan tapi dengan nada yang lembut.
"bagaimana,Hem" tanya Zelda kembali membuat zui kembali menatap nya dan Zelda duduk di samping zuita di pinggiran bangku di taman itu,zuita kini duduk di antara papa dan Zelda.
Zelda menatap adiknya dan kembali berkata,
" bisa di jelaskan sekarang sayang? " ujar Zelda sambil memegang kedua pipi Sang adik penuh sayang
lama Zelda menatap mata zuita yang berkaca,kemudian Zelda mengangguk
"Iya,zui jelaskan" ujar zui pasrah
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻