Aku Bukan Perebut

Aku Bukan Perebut
Bab 134: END


Takdir terlalu rumit untuk dijabarkan. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui rahasia langit dan bumi karena hakikatnya menjadi bagian dari kehidupan alam semesta. Seperti garis takdir yang telah ditentukan.



Terjunnya Fatih ke sungai, membuat para anak buah Black kebingungan dengan tatapan mata saling pandang. Bagaimana mereka akan mencari keberadaan pria satu itu? Ketika sungai yang menjadi tempat bunuh diri merupakan air coklat dan didiami banyak buaya. Tentu sama saja dengan bunuh diri massal.



Mau tak mau, mereka melakukan penyusuran sungai dengan cara aman. Meski untuk melakukan semua itu harus melibatkan pihak berwenang yang memang harus turut andil dalam penangkapan Fatih, sedangkan yang mereka cari hanya bisa berjuang di sisa kesadarannya.



Takdir tidak selalu memiliki akhir yang baik di setiap kisah perjuangan cinta. Terkadang manusia lupa bahwa obsesi membawa petaka. Sama seperti yang dilakukan Fatih. Pria itu hanya mengharapkan milik orang lain agar menjadi miliknya sendiri. Tidak peduli jika harus merebut secara paksa.



Namun semua perjuangannya berawal dari dendam yang tersimpan di hati. Bagaimana rasanya kehilangan kedua orang tua di waktu yang berdekatan? Sudah pasti hancur tanpa sandaran, tetapi ia melupakan bahwa uluran tangan Papa Anderson sebagai bentuk kesempatan untuk memperbaiki kehidupan.



Hatinya sudah dipenuhi rasa benci hingga tidak bisa membedakan mana baik dan mana buruk. Pada akhirnya usaha gigih tanpa ada kata menyerah berujung napas diujung tanduk tenggelam menyentuh perdamaian tanpa kenangan. Tidak ada lagi sisa harapan yang sanggup membangkitkan semangat untuk tetap berjuang.



Alam menenggelamkan raga yang tak lagi bernyawa mengikuti arus hingga ke ujung pertemuan, sedangkan di rumah sakit para tim medis bisa bernapas lega karena pasien bisa diselamatkan. Berita itu membuat Black ikut bersyukur, lalu tak lupa segera mengabari adiknya.



Apalah arti tujuan ketika niatnya hanya untuk menyakiti? Seharusnya manusia mengerti bahwa luka didapatkan dari sebuah harapan. Namun tidak memungkiri harapan itu yang mampu menjadikan seseorang sebagai manusia mandiri. Ingatlah bahwa tak harus sempurna untuk dicintai karena kesempurnaan itu ada dalam kekurangan yang saling diterima dalam rengkuhan rasa tak bersyarat.



Jakarta. Sebulan telah berlalu dari tragedi yang mengakhiri segala permasalahan di dalam kehidupan keluarga Anderson. Hari ini, semua orang kembali menapaki tanah air, tetapi diantara para anggota keluarga yang keluar dari area kedatangan. Tatapan mata seseorang terus mencari keberadaan wanita yang amat sangat dia rindukan.



Semua anggota keluarga sudah menunjukkan batang hidung masing-masing, tetapi orang yang dinanti entah ada dimana. Tidak mungkinkah wanita itu membatalkan jadwal penerbangan hanya untuk membalasnya karena tidak berniat menjemput di bandara?



Rasa was-was kian bertambah ketika satu persatu keluarga memeluknya tanpa permisi hingga rombongan berakhir, tapi tidak ada wujud sang istri tercinta. "Dimana SheZa?"




Namun, mereka juga tahu bahwa Danish harus menjalani perawatan intensif demi menjaga kesehatan. Belum lagi proses hukum yang bergulir hingga mengharuskan bolak-balik pengadilan. Kini semua sudah baik dan tidak ada masalah lagi karena Fatih maupun Tiara sudah tidak ada di dunia yang sama.



Mama Quinara mengulurkan tangan kanannya, "Shena!"



Seorang gadis keluar dari balik baliho tegak yang memang bisa menjadi tempat persembunyian. Langkah kakinya terlihat anggun, rambut panjang di gerai, wajah polesan make up tipis, tubuh berbalut gaun putih lengan panjang. Shena tampak berbeda dengan penampilan barunya. Seakan tersentuh style yang dimiliki Selena.



Hati meyakini bahwa ia adalah Shena istrinya. Langkah kaki ikut mendekat menyambut sang pujaan hati yang sangat ia rindukan. Rasa yang telah lama memudar perlahan kembali memenuhi hati, "Assalamu'alaikum, SheZa ku."



Danish merentangkan tangan, membiarkan Shena menghamburkan diri merengkuh menyusup memeluknya dengan erat. Rasanya terlalu lama hingga kehangatan yang dulu pernah ada harus diulang kembali. Pertemuan sepasang kekasih halal yang menjadi sorotan banyak orang.



Ketika hati mampu berkata iya, maka logika akan menerima tanpa diminta. Ikatan cinta bukanlah melalui kata-kata yang selalu terucap dari bibir, melainkan keyakinan yang menyelimuti emosi tanpa ada pernyataan. Seperti kisah cinta Shena dan Danish, dimana pasutri itu menghadapi suka duka pernikahan agar bisa bersatu kembali.


Persatuan keluarga yang memiliki emosi dan intrik dari segala aspek agar saling mensupport hingga mentoleransi atas kekurangan masing-masing. Akan tetapi, dikehidupan nyata tak semua keluarga memiliki proses sama sehingga bagaimanapun kehidupan seseorang. Maka hanya harus berjuang dan terus belajar untuk lebih baik dari sebelumnya.


___


Kediaman Anderson pukul delapan malam. Seluruh anggota keluarga berkumpul. Para wanita yang sibuk bercengkrama seraya menjaga dua bayi mungil yang menjadi pelita harapan masa depan. Obrolan random mengalir begitu saja, sedangkan para pria memiliki tugas menyiapkan makanan sebagai pesta penyambutan.


Namun, dari semua anggota keluarga justru sepasang kekasih menghilang entah kemana. Pasutri yang ingin menghabiskan waktu tanpa gangguan orang lain. Dimana keduanya duduk di tepi pantai seraya berpelukan menatap sang rembulan malam. Suara deru ombak membawa ketenangan menyampaikan rindu tanpa batas kemampuan.


"SheZa! Kenapa kamu diam? Apa semua ini tidak cukup?" Dan menelusup menikmati aroma wangi parfum yang istrinya gunakan. "Bicaralah! Aku rindu suaramu."


Hening tanpa ada jawaban. Apakah istrinya sakit? Sejak kepulangannya hanya diam tanpa ada kata yang diungkapkan. Hal itu menjadi kegelisahan yang kian mendalam, apa yang terjadi selama sebulan terakhir? Kenapa Selena mengatakan semua akan baik pada waktunya. Jika malam ini bukan waktu yang tepat, lalu sampai kapan harus menunggu?


"SheZa! Please katakan sesuatu ...," bisiknya begitu lirih hampir tercekat tak sanggup ia teruskan, tetapi Shena masih diam hingga wanita itu berbalik memeluknya begitu erat.


Gemetar tubuhnya menandakan sang istri masih dalam guncangan, "Tenanglah! Aku ada untukmu dan tidak akan pergi meninggalkanmu lagi."


Ucapan setulus hati seorang suami untuk istrinya, ia tak sanggup untuk menyembunyikan rasa yang kian meronta. Akan tetapi takdir mengikat janji dalam kehidupan yang kian tak pasti. "Aku baik dan akan selalu baik bersamamu, Suamiku. Cinta hanya satu kata, tetapi rasa berjuta emosi. Biarlah alam semesta menjadi saksi kisah kita."