
Saat ini Veli telah tiba di agensi tempat kerjanya, dengan diantara oleh sopir. Sebelum berangkat, Dewa memberi Veli berbagi wejangan yang harus wanita itu patuhi. Tidak boleh kecapean dan terutama tidak boleh dekat-dekat dengan si Reza sang Casanova tampan nan menggoda itu. Dewa sangat trauma dengan apa yang terjadi pada rumah tangga sahabatnya, Gery. Takut saja bila istrinya itu terggoda dengan Reza rekan kerjanya, seperti apa yang dilakukan oleh Astrid, istri dari Gery. Apalagi mengingat tingkah Reza saat di restoran waktu itu, dengan berani menggoda sang istri di depan matanya, tanpa sungkan sedikitpun pada dirinya yang jelas-jelas juga ada di sana.
Veli mendapat banyak ucapan selamat atas kehamilannya dari rekan kerjanya, para model dan juga tim-tim lainnya. Mereka sempat khawatir dengan kondisi Veli yang tiba-tiba pingsan, namun mereka merasa lega saat Nessa dan Mery mengatakan jika Veli tengah hamil, wanita itu kelelahan karena bekerja sehingga pingsan.
"Amin semuanya, mohon doanya suapaya lancar sampai lahiran nanti. Aku juga terimakasih karena kalian sudah menolongku waktu pingsan kemaren," jawab Veli saat semua orang mengucapkan selamat padanya, taklupa wanita itu juga mengucapkan terimakasih atas pertolongannya waktu itu.
"Selamat ya Veli atas kehamilannya, semoga kehamilan lancar sampai melahirkan nanti..." ujar Windy seraya menghampiri Veli, dia adalah perempuan yang menolong Veli waktu pingsan beberapa hari yang lalu.
"Amin, terimakasih Ndy..." jawab Veli dengan tersenyum semanis sembari mengusap perutnya yang masih datar.
Nessa dan Mery yang mengetahui jika Veli telah kembali bekerja, lantas segera menghampiri sahabatnya itu.
"Vel, kenapa kamu sudah bekerja? Memangnya kamu sudah kuat? Jangan memaksakan diri, biar aku bicara pada Mas Bastian untuk melonggarkan jadwal pemotretan kamu, nanti," ucap Nessa yang khawatir dengan kondisi sahabatnya itu, dia tidak ingin calon keponakannya itu sampai kenapa-napa karena Veli memaksakan diri untuk bekerja.
"Benar Vel, kamu tidak boleh kecapean. Ingat, sekarang ada dedek bayi yang harus kamu jaga," timpal Mery yang turut khawatir dengan kondisi Veli.
"Aku sudah tidak apa-apa, jadi kalian jangan khawatir. Dedek bayinya kuat kok," ujar Veli dengan tersenyum bahagia. Wanita itu sangat bersyukur teman-temannya begitu perhatian padanya.
"Syukurlah kalau begitu. Tetapi kamu harus tetap hati-hati dan jangan sampai kecapean, jika kamu sudah merasa lelah langsung istirahat. Awas saja kalau sampai kamu memaksakan diri..." ujar Nessa.
Lalu tiba-tiba perhatian semua orang teralihkan dengan kedatangan seseorang yang masuk kedalam ruangan studio foto itu dengan tingkahnya yang di luar nurul.
Seseorang itu tidak lain adalah Reza. kehamilan Veli sudah terdengar ditelinga Reza, membuat pria yang sedikit menyukai Veli itu mendadak galau, karena wanita pujaannya itu tengah hamil. Jadi setelah mengetahui Veli sudah kembali bekerja membuat Reza langsung mendatangi wanita itu di ruangannya.
Kedatangan pria itu membuat semua orang tertawa cekikikan, bagaimana mana tidak. Reza memasuki ruangan itu dengan bernyanyi dramatis, sudah seperti di film India, sambil berjalan menghampiri Veli.
Veli seketika mengucapkan "Amit amit jabang bayi" sembari mengelus perutnya, ketika melihat tingkah Reza yang di luar prediksi BMKG itu.
Reza menyanyikan lagunya Virgoun last child yang berjudul "pedih".
"Engkau yang sedang patah hati
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan...
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan...
Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan...
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam...
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti.....
Disini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar ku lihat senyum ditidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri juga bagi---akhhhhh..." Belum selesai menyelesaikan bait lagu yang ia nyanyikan, tiba-tiba Rambut Reza dijambak dari arah belakang membuat pria itu mengadu kesakitan.
"Akhww...!! Siapa sih? Kurang ajar sekali beraninya menjambak rambut cepmek ku. Orang lagi nyanyi juga...lepas, brengsek." Reza terus mengoceh dan mengumpat, tidak tau saja siapa orang yang sudah menjambak rambut dari belakang.
"Pekerjaan sedang menumpuk, sementara kamu malah menyanyi seperti orang gila di sini, tidak malu apa dilihat banyak orang..."ujar Bastian dengan ketus sembari melepas jambaka nya. Bastian sangat jengkel saat mendatangi ruangan Reza untuk mengajaknya meeting, pria itu sudah tidak ada di ruangannya, entah menghilang kemana. Padahal baru saja pria itu mendatangi Bastian untuk segera bersiap-siap hendak meeting di luar dan menyuruh Bastian untuk cepat-cepat.
Saat sedang mencari-cari keberadaan Reza, Mata Bastian langsung melotot saat melewati ruangan pemotretan Veli dan mendapati Reza yang berada di sana sedang bernyanyi seperti orang gila dengan disaksikan oleh banyak pasang mata, apalagi suara Reza seperti trompet kejepit, sangat tidak ramah saat masuk ke kendang telinga. Membuat Bastian sangat malu, kenapa ia mempunyai sepupu yang tidak tahu malu seperti itu.
"Aku sengaja bernyanyi untuk mengungkapkan segala perasaan sedih yang saat ini aku rasakan, karena perempuan yang singgah di hatiku tengah hamil. Apa itu salah?" Reza menatap kesal Bastian yang dengan seenaknya menjambak rambut cepmeknya. Padahal ia lagi asik bernyanyi, mengeluarkan bakat terpendamnya, yang sebaiknya memang harus dipendam dalam-dalam. Tidak usah diperlihatkan pada orang-orang suara emasnya itu.
"Veli hamil karena dia punya suami, tidak usah sok galau-galauan segala. Mana ada orang galau tapi sempat-sempatnya bercocok tanam di apartemen setiap hari..." sarkas Bastian dengan menyindir kelakuan Reza yang setiap hari membawa para pacarnya ke apartemennya. Ngapain lagi kalau bukan untuk diajak bercocok tanam oleh pria kelebihan hormon itu.
Seketika Reza langsung panik dan gelagapan sendiri mendapatkan sindiran pedas dari sepupu laknatnya itu, apalagi disana banyak orang.
"Mulutmu sangat busuk sekali," ketus Reza yang merasa malu, pasalnya tidak semua orang tau jika Reza adalah seorang Casanova kelas kerapu. Yang ada dipandang semua orang Reza adalah sosok yang ramah tamah dan humoris, apalagi dengan cewek-cewek cantik.
"Sudah-sudah mending kalian pergi saja, merusak suasana saja!" Nessa yang sudah jengah segera mengusir kedua pria itu, jika tidak maka perdebatan kedua pria itu akan merambat kemana-mana.
Mendapat pengusiran dari Nessa kedua pria itu dengan patuh langsung pergi, tidak ingin mendapatkan semprotan dari perempuan cantik itu. Sebelum pergi Bastian dan Reza tidak lupa mengucapkan selamat pada Veli atas kehamilan wanita itu.
Bastian dengan kasar menggeret kerah baju belakang Reza, lantaran pria itu sungguh drama sekali, ingin berlama-lama bersalaman dengan Veli.
Semua orang lantas tertawa melihat tingkah boss dan sekertarisnya itu, hilang sudah wibawa kedua pria itu akibat kelakuan konyol yang keduanya lakukan pagi ini.
TBC
Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...