Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 56


"Heheheh...d-ia adalah...." Bima terdiam sejenak, berusaha meyahkinkan dirinya sendiri.


"Dia...dia...dia adalah Dewina Raharja, Adik dari Dewangga Raharja!" Jawab Bima, sambil menutup kedua matanya.


"APA...?!!" Teriak kedua wanita yang begitu sangat kaget, mendengar jawaban dari seorang Bima. Sedangkan Dewa bersikap biasa saja, karena laki-laki itu sudah mengetahuinya semenjak lama, dan Bima sendiri lah yang menceritakannya.


Bima sontak membuka kedua matanya mendengarkan teriakan kedua wanita itu, sambil tersenyum meringis. Namun, tiba-tiba wajah Bima mendadak terlihat serius. Dengan percaya diri mengeser duduknya untuk lebih dekat pada Dewi, yang terlihat masih tercengang.


Dengan lembut, Bima menarik kedua tangan wanita itu dan menggengamnya. Menatap intens wajah cantik yang juga sedang menatapnya dengan pandangan tak percaya.


"Dewi mungkin kamu tidak menyangka, bila laki-laki sepertiku berani mencintaimu, aku pun juga begitu. Entah kenapa saat pertama kali melihatmu ada getaran aneh yang aku rasakan, dan aku paham betul dengan apa yang aku rasakan itu. Awalnya aku berusaha untuk menyangkalnya, namun rasa itu semakin lama terasa semakin dalam dan nyata. Dan aku tidak bisa menyangkal lagi bahwa aku sudah jatuh cinta kepadamu..." ujar Bima panjang lebar, dia begitu sangat lega telah mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam. Bima akan menerima dengan ikhlas jika dirinya di tolak, dia juga sadar diri siapakah dirinya itu dan siapa Dewina Raharja itu.


Sementara Dewi hanya terdiam kaku, wajahnya memanas dengan detak jantungnya yang tidak beraturan. Tidak menyangka sosok laki-laki yang di cintainya ternyata juga mencintai dirinya.


"Ta-tapi kenapa Kak Bima selalu bersikap dingin kepadaku jika memang Kak Bima mencintaiku? Pasti Kak Bima sedang bercanda ya? Hanya untuk sekadar menjawab pertanyaan Kak Dewa, supaya Kak Bima tidak meminum jus bawang putih itu, iya kan?" Dewi tidak langsung percaya begitu saja, bagaima kalau dirinya sudah GR dan ternyata itu hanya akal-akalan dari Bima supaya tidak meminum jus bawang putih. Mau di taruh di mana wajah cantiknya itu?


"Aku tidak akan memaksamu untuk mempercayaiku, aku sangat serius dengan perasaanku ini. Dan alasan kenapa aku selalu bersikap dingin, itu semata-mata aku lakukan karena untuk menutupi kegugupan ku bila berdekatan dengan mu, bahkan yang lebih parah aku selalu salting parah saat kamu mengajaku bicara. Walaupun aku sudah berusaha untuk bersikap sewajarnya namun, tetap saja tidak berhasil. Aku tidak mengapa jika kamu tidak membalas perasaanku ini, aku akan bahagia bila orang yang ku cintai bahagia, walaupun itu bukan denganku. Jadi... Dewina Raharja, maukah kamu menjadi kekasih dari pria biasa seperti ku, tapi cintaku padamu luar biasa besar...??"


"Kenapa kata-kata terakhirnya seperti lagunya Admes ya...?" Gumam Veli dalam hati, saat mendengar ucapan terakhir Bima.


"A-apa...ja-di kamu juga menyukai ku?" tanya Bima tergagap, dengan menutup mulutnya tidak percaya bahwa wanita yang selama ini di sukainya juga menyukai dirinya. Dewi hanya mengangguk dengan tersenyum malu-malu menjawab pertanyaan Bima.


"HUAAAAA...Akhirnya aku punya pacar...Aku punya pacar...Dewina adalah pacarku....!!!" Teriak Bima heboh dengan jingkrak-jingkrak dan berlarian kesana kemari seperti orang gila, bahkan mengatakan pada setiap pelayan di rumah Dewa bahwa dia sudah punya pacar, dan pacarnya adalah Dewi. Para pelayan yang melihat tingkah dari sahabat tuanya pun, tertawa terbahak-bahak.


Dewi hanya bisa menundukkan kepalanya malu, melihat kelakuan kekasih barunya yang heboh berlarian kesana kemari. Dia juga gesrek tapi tidak separah Bima.


"Dasar gila...!"Seru Dewa dengan tersenyum tipis, ia ikut bahagia melihat sahabatnya itu bahagia.


"Selamat ya...aku tidak menyangka ternyata kalian saling mencintai. Padahal aku mengira kalian itu musuhan karena saling mendiami, tapi justru ternyata kalian saling mencintai dalam diam..." ujar Veli, seraya memeluk dengan hangat Adik iparnya.


"Terima kasih Kak Veli..."ucap Dewi, sambil membalas pelukan Kakak iparnya.


"Huh...huh...huhh...!!! Capek sekali..." ujar Bima nggos-nggosan, sembari mendudukan tubuhnya di sofa. Saking bahagianya tidak hanya pelayan saja yang ia beri tahu, namun juga para penjaga di depan sana tidak luput ia beri tahu. Sungguh random people sekali dia.


TBC.