Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 80


"Sabar ibu-ibu, jangan saling dorong nanti jatuh." Samar-samar Dewi mendengar suara laki-laki itu saat mulai mendekat.


Benar saja ternyata ia melihat sosok pria tampan yang sepertinya terlihat sangat tertekan dikerumuni para ibu-ibu rempong, meski begitu pria itu tetap sabar meladeni mereka yang berebut meminta foto.


"Permisi bu... ini sebenarnya ada apa ya?" tanya Dewi pada salah satu ibu-ibu yang juga hendak meminta foto, terlihat dari ponsel mahalnya yang sudah menampilkan fitur kamera.


"Ini loh kita kedatangan tetangga baru. Duda muda, guanteng pol...lihat aja dia sudah seperti artis-artis yang diidolakan anak perempuan saya, yang dari korea-korea itu loh." Ibu itu menjelaskan dengan begitu antusias dengan kerempongannya.


Pria itu memang terlihat begitu tampan dan keren, apalagi dia seorang duda. Alamat menjadi idolanya para ibu-ibu, pencinta duda tampan.


"Duda? Masak sih?" Dewi kurang percaya, mana ada duda seganteng dan sekeren itu.


"Ihhh...beneran, orang kemarin dia sendiri yang bilang. Saat baru pindah dan kenalan sama kita-kita," jawab ibu itu dengan penuh keyakinan, sembari berlalu meninggalkan Dewi dan Veli untuk berfoto ria dengan duda tampan itu, yang di gadang-gadang akan menjadi idolanya para wanita di perumahan elite itu.


"Buset ganteng banget sumpah, mirip banget sama Verrel Bramasta. Kok bisa sampek jadi duda?" ujar Dewi sembari menatap penuh kekaguman pada pria yang tengah berfoto dengan para ibu-ibu.


"Bener dia ganteng banget, mantan istrinya katarak kalik ya? orang seganteng itu di lepas..." celetuk Veli yang sejak tadi diam dengan memandang pria itu.


"Hoo ohh..."


Mendadak kedua wanita itu lupa diri, dia berasa masih singel karena terhipnotis dengan pesona seorang pria yang katanya duda itu. Sampai-sampai tidak menyadari jika para ibu-ibu sudah bubar, dan kedua wanita malah masih anteng melihat pria itu. Sehingga membuatnya pria itu lekas menghampiri kedua wanita yang terlihat terpaku di tempatnya sedangkan yang lainnya sudah bubar, dan tinggallah kedua wanita yang sedang lupa diri itu.


"Ekhmm...Apa kalian juga mau minta foto?" tanya pria tampan itu tiba-tiba, sontak membuat kedua wanita itu langsung gelagapan dan salah tingkah. Namun tidak dengan Dewi, yang justru tersenyum malu-malu pada pria itu. Sementara Veli langsung mengalihkan pandangannya sadar dia sudah menjadi istri orang.


"Ehh, heheh emang boleh?" Dewi bertanya dengan tersenyum malu-malu, sembari menyelipkan rambutnya kebelakang telinganya.


"Of course..." jawab pria itu dengan enteng.


"Sebelum itu, kita kenalan dulu dong ganteng," seru Dewi genit. Sontak Veli langsung menyikut lengan Dewi dan menatap tajam gadis itu. Sedangkan pria itu terkekeh geli melihat tingkah Dewi yang tidak jauh beda dari ibu-ibu tadi.


"Boleh dong, perkenalan nama saya Rendy Pranata. Saya baru dua hari pindah ke sini, status duda." Pria yang bernama Rendy itu lantas menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


Dengan senang hati Dewi langsung menjabat tangannya Rendy.


"Kalau kamu siapa?" tanya Randy.


"Veli," jawab Veli singkat sembari menjabat tangan Rendy dan segera melepasnya.


"So? Kalian mau minta foto atau gimana?" Rendy masih mengira bahwasanya kedua wanita itu menghampirinya hendak meminta foto dengannya sepertinya para ibu-ibu tadi.


"Enggak sih. Sebenarnya kita sedang jalan-jalan nyarai pohon mangga di sekitar sini. Eh, tidak sengaja ngelihat gerombolan ibu-ibu yang pada heboh. Kita penasaran dong, lalu kita samperin. Eh nggak taunya sedang foto-foto dengan Mas Rendy, aku kira tadi Verrel Bramasta loh, habisnya mirip sih..." jelas Dewi panjang lebar.


"Emmm...saya kira kalian mau minta foto," ujar Rendy sedikit malu karena sudah salah menebak. "Ngomong-ngomong buta apa pohon mangga?" imbuhnya mengalihkan pembicaraan.


"Ini kak Veli lagi ngidam pengen makan mangga muda dari pohonnya langsung. Kita udah muter-muter tapi gak dapet-dapet, iyakan kak?" jawab Dewi sembari menatap kakak iparnya yang sedang mencuri curi padang pada duda muda di depannya.


"E-ehh i-ya," jawab Veli dengan tersenyum canggung.


" Duh kak Veli, gimana jika kak Dewa melihat tingkah mu ini kak? Bisa-bisa ngereok tuh bayi bangkotan..." gumam Dewi dalam hati saat melihat tingkah Veli.


"Kebetulan kemaren saya lihat di belakang rumah saya ada pohon mangga yang berbuah. Ya, walaupun tidak lebat sih. Jika mau, kalian boleh ngambil buah itu kok. Daripada nggak dapet, apalagi sekarang kan bukan musimnya," tawar Rendy, dengan menatap Veli yang ia yakini wanita itu lah yang saat ini tengah ngidam.


"Nggak papa nih? Takutnya merepotkan," ujar Veli merasa sungkan, karena baru kenal sudah merepotkan.


"Enggak kok, saya malah seneng. Itung-itung nambah teman, ayo..." tutur pria itu seraya melangkah masuk ke gerbang ruamahnya.


"Udah ikut aja, Rezeki nomplok nih. Dapet mangga muda di rumah duda muda dan mengoda," seloroh Dewi seraya berjalan mengikuti Rendy dengan menarik tangan Veli yang tampak ragu-ragu untuk menerima tawaran Rendy.


Veli dengan terpaksa mengikuti Dewi, karena wanita itu juga sangat ingin sekali memakan mangga muda dari pohonnya langsung.


Semoga kalian aman dan dua pawang kalian tidak mengetahui jika kalian mampir ke rumah duda muda yang mirip Verrel Bramasta itu, duhhh bisa gawat jika mereka sampai tau, terutama Dewa bisa-bisa ngamuk dia.


TBC.