Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 134


Ditengah perbicangan mereka, tiba-tiba Veli merasakan sakit yang teramat pada perutnya dan itu membuatnya meringis kesakitan sambil memegang perutnya. Sebenarnya sudah dari semalam Velisa merasakan sakit pada perutnya, namun ia tidak mengatakannya pada Dewa lantaran sakit yang ia rasakan masih jarang-jarang. Dirinya tidak mau membuat sang suami heboh tengah malam. Ia sempat bertanya pada dokter, dan dokter mengatakan itu adalah kontraksi awal. Dokter meminta Veli untuk tidak panik dan menyarankan pada Veli untuk berjalan-jalan kecil jika perutnya kembali merasakan kontraksi.


Dewi yang melihat Veli meringis kesakitan pun langsung mendekat dengan wajah panik, bahkan ia melempar toples makanannya ke sembarang arah saking paniknya.


"K-kak Veli kenapa?" Tanya Dewi dengan wajah panik yang terlihat jelas.


"Sakit... Perutku sakit banget..." Keringat dingin sudah keluar dari pori-pori wajahnya. Perutnya terasa begitu mulas dan juga pinggangnya terasa panas. Rasa sakit yang tengah dirasakan oleh Veli sungguh luar biasa sakitnya, sang jabang bayi seakan hendak merobek jalan lahirnya.


"Mbak...!!! Mbak...!!!" Teriak Dewi memanggil pelayan. Para pelayan yang mendengar teriakkan dari Dewi langsung pontang-panting berlari mendekat. Dan betapa kagetnya saat melihat sang Nyonya yang tengah kesakitan.


"Cepat katakan pada Pak Jarwo untuk menyiapkan mobil, Kak Veli kesakitan. Dan juga tolong ambilkan tas yang berisi keperluan melahirkan Kak Veli, cepat...!!!" ucap Dewi memberikan instruksi. Dewi memapah Veli keluar rumah dengan hati-hati, disituasi seperti ini ia mencoba tetap waras dan bisa berpikir jernih. Meskipun sebenarnya ia juga merasa panik dan ketakutan.


Dewi membatu Veli masuk kedalam mobil dengan sangat hati-hati, setelah dirasa Veli duduk dengan nyaman, ia pun juga ikut masuk dan duduk di samping wanita yang tengah kesakitan itu.


"Pak Jarwo kita ke rumahsakit ya, Pak. Cepat Pak, Kak Veli sudah kesakitan ini..." ucap Dewi setelah pelayan memasukan keperluan lahiran Veli kedalam mobil.


"Akhh... Sakit Dewi... Sepertinya aku mengompol...!!!" Jerit Veli yang merasakan sakit yang luar biasa dan juga ia merasakan ada yang mengalir disela-sela pahanya.


Dewi yang mendengar ucapan Veli, sontak langsung membulatkan matanya kala melihat cairan keruh bercampur darah mengalir pada paha Veli. "Akhhh...!!! Apa itu? Jangan melahirkan disini Kak Vel... Tahan sampai kita tiba di rumahsakit...!!!" Pekik Dewi dengan panik, ia mengira jika Veli akan melahirkan sekarang. Sungguh ia tidak akan sanggup melihat Veli yang akan melahirkan didalam mobil, didepan mata kepalanya, sangat mengerikan membayangkan darah mengalir dimana-mana.


"Pak Jarwo, cepat Pak... Jangan sampai Kak Veli melahirkan didalam mobil...!!!"


"Non Dewi tenang saja, itu adalah cairan ketuban. Nyonya tidak akan melahirkan didalam mobil..." Celetuk Pak Jarwo yang memang sudah berpengalaman menemani istrinya melahirkan. "Lebih baik Non Dewi menghubungi tuan Dewa sekarang," lanjutnya sambil melihat kedua wanita yang tengah heboh itu dari kaca spion. Sementara tangannya sibuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi, namun tetap hati-hati.


Dewi segera merogoh kantongnya. Untung saja ponselnya ia bawa, kalau tidak bagaimana ia bisa menghubungi Dewa, sedangkan ponsel milik Veli sudah hilang entah kemana saking paniknya.


Untung saja pada panggilan pertama kakaknya itu langsung gercep mengangkat telfonnya.


📞: "Hallo.... Kak Dewa... Huaaa kak Veli mau melahirkan, dia kesakitan banget. Ini sudah otw kerumahsakit, Kak Dewa cepat menyusul aku takut banget ini...!!!" Cerocos Dewi tanpa jeda dengan heboh.


"Akhhh... Sakit...!!!" Mendengar teriakkan sang istri diseberang telefon membuat kesadaran Dewa kembali. Jantungnya langsung berdetak hebat mendengar teriakkan kesakitan dari istrinya.


Saat mulutnya hendak mengucapkan sepatah kata, tiba-tiba Dewi langsung mengakhiri panggilannya begitu saja, membuatnya mengumpat kesal.


Sedangkan Dewi langsung mematikan ponselnya begitu saja kala melihat Veli yang berteriak dengan wajah pucat, sungguh ia sangat ketakutan setengah mati saat ini. Tanpa sadar airmata nya menetes, tidak tega melihat wajah tidak berdaya Kaka iparnya itu.


"Sabar Kak... Sebentar lagi kita sampai," ujarnya dengan memeluk tubuh Veli.


Dewa yang berada didepan ruang meeting hanya terdiam kaku seperti orang bodoh, ia sebenarnya ingin sekali berlari namun entah mengapa kakinya justru sangat sulit untuk sekedar ia gerakan, ia masih terngiang-ngiang dengan teriakan kesakitan sang istri, membuat jantungnya berdegup kencang dan wajahnya yang langsung memucat.


Bima yang melihat Dewa berdiri seperti patung hidup pun lantas menghampirinya. "Ngapain ngejogrok disini?" Tanyanya dengan memandang bingung Dewa.


"Vel... Veli...Veli kesakitan...Dia tadi berteriak..." ujar Dewa dengan terbata-bata, membuat Bima bingung dengan maksud ucapan yang dilontarkan Dewa.


"Maksudnya?" Bima mulai merasa ada yang aneh dengan Dewa, lihatlah wajahnya yang memucat dan kaki yang gemetaran itu. Ada apa dengan Veli.


"Tarik nafas, lalu hembuskan. Rileks jangan tegang..." ucap Bima meminta Dewa untuk mengikuti instruksi nya.


Dewa mencoba mengikuti instruksi dari Bima secara perlahan-lahan. Setelah dirasa lebih tenang dan tidak gemetaran seperti tadi, ia pun langsung menjelaskan pada Bima. "Dewi tadi menelfon. Istriku kesakitan, dia mau melahirkan. Aku harus apa?" Ujarnya dengan wajah bodoh.


"Tolol...Kita ke rumahsakit sekarang. Istri mau melahirkan malah ngejogrok didepan ruang meeting...!!" Pekik Bima seraya menarik tangan Dewa seperti menarik kambing.


Para karyawan yang melihat kelakuan kedua orang itu hanya bisa mengelus dada. Sudah bukan rahasia umum lagi, jika semenjak istri dari Bosnya itu hamil, Bosnya itu telah berubah menjadi sangat konyol, meskipun begitu tidak menghilangkan sifat sombong dan arogannya.


TBC.Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...