Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 46


"Jadi kak Dewa seprti ini hanya karena kak Veli tidak ada di kamar...?" tanya Dewi dengan masih tertawa.


"DEWI...!!!" bentak Dewa dan sukses membuat Dewi terdiam kaku. Hanya katany? Dewa begitu takut di tinggalkan oleh istrinya, tetapi kenapa adiknya justru tertawa dan manangapinya santai, membuatnyanya sedikit tersinggung dan marah.


"Jika kamu tidak mau membantu mencari istriku tidak masalah...aku bisa sendiri...!!!"ujar Dewa dingin dengan ekspresi datar, Dewa berbalik dan hendak melangkah berlalu meninggalkan Dewi, namun suara lembut seseorang yang di kenalnya membuat Dewa tidak jadi pergi.


"Ada apa sih ribut-ribut...?" Veli yang sedari tadi berada di dalam kamar Dewi, memutuskan untuk keluar. Saat mendengar suara ribut dari luar, apalagi saat mendengar suara bentakan suaminya dan tidak mendengar lagi suara tawa dari Dewi, ia kira mereka sedang bercanda tadi.


Grepp


"Mas..." pekik Veli saat tiba-tiba suaminya menubruk tubuhnya dan memeluknya erat.


"Kamu ada disini? kamu tidak pergi...?" tanya Dewa dengan memeluk erat tubuh kecil Veli, perasaan takut dan gelisah kini berubah menjadi lega. Ia lega ternyata istrinya tidak meninggalkannya, dia takut sekali istrinya pergi. Veli bertanya 'kenapa' kepada Dewi dengan hanya mengerakan bibirnya saja, Dewi hanya menggelengkan kepalanya tanda ia sendiri juga tidak tau dengan sikap aneh kakanya.


"Mas kamu kenapa?" tanya Veli dengan lembut, sambil membalas pelukkan Dewa. Apa sudah terjadi sesuatu tadi saat bertemu dengan temannya itulah yang ada di pikiran Veli.


"Tidak..."Dewa mengurai pelukanya namun tidak sampai terlepas, kini menatap wajah istrinya dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa sih...?"Veli yang melihat ekspresi wajah Dewa menjadi bingung.


"Jawab kek, nggak usah daram...!" celetuk Dewi, tampak kesal karena di bentak oleh Dewa tadi.


Sontak Dewa menoleh kearah Dewi, dan menatapnya dengan tajam.


"Kenapa tidak bilang Veli ada di kamarmu...?!"tanya Dewa dengan kesal, dia merasa bodok sekarang kalang kabut sendiri mengira istrinya pergi dari rumah, padahal ada di kamar adiknya sendiri.


"Situ tidak nanyak dan bertanyak-tanyak tadi..." jawab Dewi dengan sedikit meniru kata-kata yang lagi viral akhir-akhir ini.


"Ya setidaknya bilang kek, bukanya malah tertawa seperti orang gila...!!!"


"Kak Dewa tuh yang gila, definisi tidak sadar diri...!!"


"Berani kam---"


"Berhenti...!!!" pekik Veli keras, memotong ucapan Dewa.


"Kenapa kalian malah berdebat sih...?" tanya Veli kesal, ia jengah sekali mendengarkan perdebatan sepasang saudara ini, tiap ketemu selalu saja berdebat dan berdebat.


"Tau tuh...suami kak Veli yang mulai gila itu..."


"Sayang kita ke kamar aja yuk kelon...di sini ada orang gila..." Dewa segera merangkul bahu istrinya dan membawanya pergi menuju kamarnya. Veli hanya memutar bola matanya malas.


"Gila teriak gila...!!!" teriak Dewi lalu masuk kedalam kamarnya dengan kesal.


Kini kedua suami istri sudah berada di dalam kamar, dengan Dewa yang duduk di atas ranjang dan bersandar di kepala ranjang. Dengan Veli berada di pelukanya, Veli hanya pasrah saat Dewa memaksa memeluk dirinya, mereka hanya diam saja sebelum Veli memecah keheningan di antara keduanya.


"Mas kamu ada masalah...? kok kamu jadi aneh banget?"


"Maafkan aku sayang..."ujar Dewa kala rasa bersalah itu muncul kembali dan kian menyeruak dalam dirinya.


"Dan jangan tinggalkan aku,"pintanya lirih.


Veli yang mendengar ucapan Dewa hanya diam, tangannya bergerak mengusap punggung Dewa. Mungkin suaminya itu sedang ada masalah begitulah pikirnya.


Dewa mengurai pelukanya menatap dalam wajah Veli, sudut bibirnya tertari ke atas membentuk senyum tipis, lalu bergerak mencium bibir merah muda istrinya dengan dalam dan penuh cinta, hanya mencium saja tanpa *******.


"Sayang kamu tau gak, istri dari temanku selingkuh..." ucap Dewa setelah melepas tautan bibirnya.


"Tidak...istri siapa Mas? Mas Firza atau Mas Gery? nggak mungkin kan Mas Diki, setauku dia belum menikah," Veli memang sedikit tau tentang ketiga teman suaminya itu, kecuali dengan Bima yang sudah ia anggap seperti saudara.


"Istri Gery sayang..." jawab Dewa sambil menatap dalam wajah istrinya.


"Kasian sekali ya, padahal Mas Gery kan baik dan tampan pula. Kenapa masih saja di selingkuhin...?"


Mendengar istrinya menyebut pria lain tampan membuat Dewa menjadi cemburu.


"Sayang kok kamu bilang dia tampan sih...!!!" ketus Dewa menatap tajam Veli.


"Kenapa? Mas Gery kan memang tam-mmppp---"Dewa segera menyambar bibir istrinya sebelum kata tampan terucap dari bibir itu, Dewa ******* dan menyesap dengan rakus bibir itu. Setelah beberapa saat ia melepas tautan itu setelah di rasa Veli mulai kehabisan nafas.


"Mas...kamu mau membunuhku ya...?!" ucap Veli sambil mengatur nafasnya.


"Itu hukuman untukmu, karena sudah berani memuji pria lain tampan di depanku...."


"Ya emang tampan, apa salahku...?" gerutu Veli lirih, dan masih di dengar oleh Dewa.


"Oh...sepertinya hukuman tadi kurang. Mau ku hukum yang membuatmu tidak bisa berjalan, hemm?" ucap Dewa dengan mendekatkan tubuhnya, dan menatap manik mata Veli.


"Jangan Mas...masih sakit nih," jawab Veli cemberut yang mengerti ucapan Dewa. Sambil menahan dada bidang suaminya dengan tangannya.


"Memangnya kenap Mas? kok bisa istri Mas Gery bisa selingkuh? aku belum pernah liat orangnya sih..." Veli memang belum pernah ketemu dengan istri dari Gery, waktu dirinya dengan Dewa menikah dulu Gery hanya datang sendiri tanpa istrinya, karena pada saat itu Astrid sedang ada di luar negeri.


"Tidak tau...! nggak usah di bahas...!!!" ketus Dewa, lalu Dewa merebahkan tubuh nya dan menarik Veli berbaring di sisinya dan segera memeluk tubuh kecil itu untuk di dekap.


"Mending kita tidur ini sudah malam..."


"Tapi Mas aku masih penasaran loh..." ujar Veli yang sudah berada dalam dekapan hangat Dewa. Dewa sendiri yang bahas duluan giliran Veli penasaran malah tidak usah di bahas, menyebalkan sekali.


"Tidur...atau aku tidurin,"ancam Dewa.


"Iya...iya...!!"jawab Veli kesal, terpaksa ia menurut walaupun dia sudah penasaran namun mau bagaimana lagi, dirinya bukan tidak mau melayani suaminya, hanya saja intinya masih teras sakit dan perih akibat di hantam senjata suaminya tanpa henti tadi.


TBC.