Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 52


Setelah makan malam selesai, Dewa sengaja mengajak adik dan istrinya untuk berkumpul di ruang santai, bukan maksut hendak mengajak bersantai tetapi, Dewa hendak mengomeli sang adik yang sudah membuat istrinya ingin berpenampilan seperti dirinya. Dewa sangat yahkin semua itu pasti ulah dari Dewi yang dengan sengaja mengajak istrinya perkaian seperti dirinya yang serba terbuka, tentu saja Dewa tidak akan setuju dengan itu.


Sebenarnya tadi Dewa hendak langsung memarahi adiknya ketika Veli sedang mandi tadi, namun ia urungkan karena tiba-tiba Bima menghubunginya ada pekerjaan penting yang harus segera di cek melalui email.


Suasana di ruangan itu begitu hening tidak ada yang berbicara sedikitpun, apalagi saat melihat raut wajah Dewa yang tampak ingin memakan orang saja, membuat kedua wanita itu tampak diam dalam kebingungan.


"Kak Dewa kenapa sih? kalau tidak ada yang di bicarakan aku mau ke kamar saja, mau nonton darakor..."Dewi yang merasa jengah akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, karena kakanya itu menyuruhnya duduk di ruang santai, namun sedari tadi hanya diam saja dan juga menatapnya tajam.


"Aku cuma mau memperingatimu jangan sekali-kali kamu mengajak istriku untuk ikut-ikutan berpenampilan seperti kamu...!!"ucap Dewa tegas.


"Kenapa? bukankah itu keren...?"


Mendengar penuturan kakanya Dewi hanya menanggapinya dengan santai, menurutnya kakanya itu sangat lebay, bukankah kakanya itu sangat menyukai wanita sexy, tetapi kenapa sekarang malah melarang istrinya untuk tampil sexy?


"Iya...kamu kan juga suka dengan wanita berpenampilan seperti itu?"ujar Veli ikut menimpali, sambil menatap Dewa yang duduk di sebelahnya.


"Diam...aku sedang tidak meminta pendapatmu!!"Dewa sangat kesal kepada istrinya, karena dia sangat ngeyel ingin ikut-ikutan seperti adiknya. Kemana istrinya yang penurut dan sederhana itu?


Dulu memang entah mengapa dia sangat menyukai wanita sexy, baginya memiliki wanita cantik dan sexy adalah suatu kebanggaan supaya bisa ia pamerkan kepada teman-tamanya, tentu sebelum di hianati oleh Jeenika. Namun tiba-tiba dirinya harus menikah dengan Veli, wanita sederhana dan apa adanya yang sama sekali bukan tipenya, membuatnya menjadi malu memiliki istri yang menurutnya tidak bisa ia pamerkan kepada teman-temanya dan selalu menjelak-njelekan sang istri di hadapan teman-temannya, bahkan saat sedang reuni dia tidak pernah mengajak Veli padahal teman-temannya yang sudah menikah ada yang mengajak istri bahkan anaknya, namun tidak dengan Dewa yang malu mengajak istrinya.


"Seharusnya kamu itu berubah, bukan malah mengajak istriku. Dulu memang aku menyukainya, tapi sekarang aku tidak akan rela tubuh istriku di lihat oleh orang lain, lihat saja jika kamu tetap melakukannya jangan salahkan aku jika semua fasilitasmu aku cabut, biar jadi gembel sekalian...!!!" ancam Dewa dengan serius.


" Kamu lupa dulu sering menghina penampilanku, kenapa sekarang tidak boleh?"tanya Veli yang sedikit kurang setuju.


"Sayang...!! tunggu hukumanmu!" Dewa sangat tidak suka jika membahas itu, membuat rasa bersalahnya hadir kembali.


"Dasar egois...nyebelin!!" seru Dewi.


"Aku tidak peduli..."


"Ayo sayang, sekarang giliran kamu yang aku hukum..." Dewa menarik lembut tangan istrinya menuju kamar mereka berdua, Veli yang tidak ingin membuat suaminya tambah marah pun hanya pasrah.


"Cih...lihat saja seorang Dewi tidak akan menyerah..." Dewi adalah wanita yang di larang maka akan ia lakukan, entah mengapa ia ingin sekali membuat Veli yang polos menjadi seperti dirinya.


*


*


"Akhhhh...!!" Dewa menghentakan miliknya dengan dalam, hingga cairan hangat keluar membasahi rahim istrinya.


Entah sudah berapa ronde ia mainkan dengan istrinya, sepertinya sudah tidak terhitung lagi, semalaman sudah berbagai macam gaya ia lakukan saat mengempur Veli. Sedangkan wanita itu hanya pasrah saat tubuhnya di bolak balik, dan di tarik ke beberapa sudut tempat oleh suaminya, menolak sudah ia lakukan namu, suaminya tidak mempedulikan, untung saja sekarang weekend jadi Dewa bebas untuk mengempur istrinya habis-habisan sampai pagi tanpa takut dirinya terlambat pergi ke kantor.


Dewa segera mencabut senjatanya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga tubuh sang istri, ia memberikan ciuman manis di kening dan juga bibir Veli yang sudah bengkak, kemudian menarik tubuh lemas itu ke dalam dekapanya.


"Aku sangat mencintaimu sayang, aku tidak akan pernah kembali lagi kepada wanita itu, jadi kamu tidak perlu berubah seperti Dewi. Maafkan aku yang dulu sayang, secara tidak langsung akulah yang membuatmu menjadi wanita yang tidak percaya diri. Tolong jangan pernah berubah, hanya kamu wanita yang aku cintai selamanya..."


Tidak ada jawaban dari Veli, karena dia tidak mendengar semua yang di katakan oleh Dewa, wanita cantik itu sudah terlelap saat di ronde terakhir karena sudah tidak sanggup lagi menahan kantuknya. Semalaman suaminya itu terus mengempur dirinya dan tidak membiarkannya istirahat sama sekali sampai pagi.


"Apapun yang akan di katakan Jeenika, aku harap kamu tidak terpengaruh sayang. Aku tidak akan sanggup jika kamu meninggalkan ku."


Dewa memeluk tubuh istrinya dan ikut memejamkan matanya, ia sendiri juga sangat mengantuk.


*


*


Pukul 10:40, Veli terbangun dari tidurnya karena merasakan perutnya mulai terasa lapar. Ia meraba-raba tempat di sebelahnya tetapi, kosong tidak ada suaminya. Veli menoleh ke diding untuk melihat jam sontak matanya melotot saat melihat arah jarum jam.


"Ya ampun...!! ini sudah siang banget. Mas Dewa juga habis enak-enak malah di tinggal sendirian, awas kamu Mas!!" kesal Veli.


Veli mengucek matanya sambil menguap, ia sebenarnya masih ngantuk dan badannya pun masih sangat lelah dan remuk redam. Namu, mau bagaimana lagi mau tidak mau ia harus bangun, karena perutnya sudah keroncongan minta di isi.


Langsung saja wanita itu bangun, menurunkan kakinya dan beranjak menuju kamar mandi dengan tubuh yang di balut dengan selimut tebalnya.


"Auhhh...sakit sekali. Mas Dewa brutal sekali semalam, tidak ada puas-puasnya sekarang malah di tinggal!!" Veli sungguh sangat kesal kepada suaminya, bagaimana tidak, semalam suaminya itu sangat bersemangat dan brutal sekali saat bercinta. Padahal setiap hari mereka melakukanya, namun suaminya itu seakan-akan tidak pernah puas, malah semakin mesum saja setiap harinya.


Dengan tertatih-tatih Veli berjalan menuju kamar mandi, sepertinya ia akan berandam terlebih dahulu di dalam beat-up, supaya tubuhnya menjadi lebih segar dan juga untuk meredakan rasa perih di bagian intinya.


"Uhh...nyaman sekali rasanya..."Veli merasakan tubuhnya begitu hangat dan nyaman saat berendam, dan juga aroma melati kesukaannya membuatnya menjadi rileks.


Setelah tiga puluh menit berendam, wanita itu menyudahi acara berendamnya. Ia ingin segera turun ke bawah dan sarapan, bukan sarapan sebenarnya karena hari ini sudah siang.


Veli sudah terlihat cantik dan rapi, dengan rambut yang di biarkna basah. Bukan berniat untuk pamer rambut basah, namun dirinya sudah tidak sempat untuk mengeringkan rambutnya, karena ia sudah sangat lapar.


Langsung saja wanita itu turun ke bawah menuju dapur, untung saja makanan di meja makan masih banyak walaupun sudah pada dingin, namun segera Veli hangatkan sebelum ia santap, setelah itu Veli memakan makanan yang sudah di hangatkan itu dengan lahap.


TBC.