Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 130


Dewa yang mengetahui jika Bima telah kembali dari bulan madunya tadi malam, langsung saja pria itu memerintahkan Bima untuk segera masuk kerja pagi ini. Bima tentu saja sangat kesal dengan perintah sahabatnya yang selalu seenaknya itu, bagaimana tidak. Ia baru saja kembali dari Korea pukul satu dini hari tadi, dan dengan seenak jidat Dewa langsung memerintah nya untuk langsung masuk kerja pagi ini. Memegang tidak ada akhlak Boss, sahabat dan juga Kakak iparnya itu. Bahkan Dewi ikut turun tangan untuk memarahi Dewa, namun pria itu tidak peduli, yang pasti perintahnya itu tidak bisa untuk dibantah.


"Dasar Dewa tidak punya hati, mentang-mentang dia bossnya, dia dengan seenak hati langsung menyuruhku bekerja pagi ini. Dikira aku gak capek apa? Masih ngantuk juga, seminggu ini begadang terus sama Dewi." Bima mengomel didepan komputernya yang menyala, sesekali ia menyesap kopinya untuk mengurangi rasa ngantuk yang melandanya.


Tok tok tok


Mendengar pintunya diketuk dari luar membuat mulut Bima berhenti mengoceh memakai Dewa. "Masuk...!!!"


"Permisi Pak... Saya mau mengantarkan berkas ini, Pak." Sarah mengantarkan berkas yang telah selesai ia kerjakan dan meletakkannya di atas meja kerja Bima.


"Buset... Ternyata Pak Bima tidak kalah tampannya dari Pak Dewa. Kalau nggak dapet Pak Dewa, Pak Bima juga boleh. Meski dompetnya tidak setebal Pak Dewa sih..." Gumam Sarah dalam hati yang terpesona dengan aura Bima yang menjadi pengantin baru itu. Sarah, kamu belum tau aja gimana ganasnya pawang Bima. Berani kamu menggoda Bima, maka habislah riwatmu di tangan si bar-bar dan ganas Dewina Raharja.


"Baiklah terimakasih... Btw kamu sekertaris baru, menggantikan Dena ya?" Tanya Bima dengan berusaha sedikit ramah.


"Benar Pak... Perkenalkan nama saya Sarah Septian Pak... Bisa dipanggil Sarah," ujarnya dengan tersenyum manis seraya menyodorkan tangannya dengan maksud berkenalan dengan Bima. Bima pun dengan terpaksa menjabat tangan Sarah, tidak enak rasanya jika mengabaikan jabatan tangan dari Sarah. Meskipun ia merasa ada yang aneh dengan cara bicara Sarah, yang terkesan sok imut.


"Apa pita suaranya sariawan? Kenapa suaranya seperti tikus kejepit?" Batin Bima menebak-nebak.


"Ya sudah... Kamu boleh keluar," titah Bima dengan tegas. Sepertinya ia tidak boleh bersikap ramah pada wanita di depannya ini. Bisa dilihat jika Sarah ini perempuan yang satu spesies dengan Jeenika. Dulu sewaktu kuliah sikap dan pembawaan Jeenika hampir sama dengan Sarah, namun ternyata dia adalah jelmaan ular yang sangat beracun. Pura-pura menjadi wanita polos, namun nyatanya dia adalah suhu.


"Ehh? Apa tidak ada sesuatu yang bisa saya bantu. Saya bisa memijat anda Pak, saya lihat anda terlihat letih sekali. Anda bisa berbaring disofa itu, biar saya pijat," ujar Sarah menawarkan dirinya untuk memijat Bima. Tentu saja semua itu adalah modus agar ia bisa menggoda Bima.


"Tidak perlu! Saya bilang keluar...!!!" Bentak Bima. Ia merasa dilecehkan mendengar ucapan Sarah yang menjijikkan itu. Dikira Bima ini cowok murahan apa Yang bisa disentuh sembarangan wanita. Ia bisa meminta istrinya untuk memijatnya nanti, enak saja wanita asing ini mau menyentuh aset Dewi.


"Baik Pak..." Dengan menunduk sedih Sarah keluar dari ruangan Bima. Ia sedikit takut dengan Bima, awalnya terlihat ramah, tetapi dia sangat menakutkan saat membentak dirinya seperti tadi.


Sarah, tentu saja kesal. Boss dan Asistennya sama saja, sama-sama sulit didekati. Apakah dirinya ini kurang cantik dan seksi? Bahkan banyak para karyawan pria di Raharja Group yang tertarik padanya, tetapi dia tidak tertarik dengan pria-pria yang hanya menjadi karyawan biasa seperti itu. Seleranya adalah pengusaha atau paling rendah Asisten pribadi Boss.


*


*


Jam makan siang telah tiba. Kali ini Dewi ingin makan siang bareng dengan Bima, Veli dan Dewa. Dewi ingin double date siang ini, entahlah tiba-tiba pengantin baru itu memaksa semua orang untuk setuju dengan ide nya itu. Merasa tidak ada salahnya. Akhirnya mereka semua pun mau untuk acara double date siang ini. Dewa dan Bima berangkat dari Kantor menuju restoran mewah yang telah dipesan oleh Dewi sebelumnya. Sementara Veli sendiri dijemput oleh Dewi.


Kedua pasangan itu larut dengan dunianya masing-masing, tidak peduli pada orang-orang yang menatap iri sedari tadi melihat keromantisan kedua pasangan itu.


"Pih kenapa dagingnya seperti empuk sekali ya?" Tanya Veli yang mengunyah daging yang menurutnya terlalu matang, sehingga rasanya sedikit berbeda.


"Iya sayang. Tadi Papi sengaja meminta pelayan untuk memasak daging Mami matang dengan sempurna. Karena tidak baik makan-makanan setengah matang saat hamil. Takutnya nanti makan setengah matang itu masih mengandung bakteri yang bisa membahayakan janin, seperti Salmonella dan Listeria," jelas Dewa seraya menjawil hidung sang istri karena gemas melihat wajah istrinya yang terlihat serius mendengar ucapannya dengan pipi mengembung penuh makanan dalam mulutnya.


"Darimana Kakak tahu'?" Tanya Dewi penasaran darimana Kakaknya itu tahu tentang itu semua. Sudah seperti Dokter saja.


"Tentu saja aku baca-baca artikel tentang ibu hamil," jawab Dewa dengan tangan yang bergerak mengusap perut buncit istrinya, terlihat sekali jika Dewa begitu menyayangi calon buah hatinya itu.


"Ceilehhh... Siaga banget ya calon Bapak ini,"seru Dewi, ia tidak menyangka jika Kakaknya itu sampai membaca artikel tentang ibu hamil, mengingat betapa cuek Kakaknya itu.


"Nanti kalau kamu hamil, aku juga pasti begitu sayang," celetuk Bima tidak mau kalah.


"Iya...iya. Suamiku sayang..."


"Permisi..."


Tiba-tiba seorang pria dengan tampilan rapi berjalan menghampiri mereka, seraya menyapa dengan tersenyum.


Dewa yang melihat kedatangan orang itu langsung mengeraskan rahangnya. Ia begitu benci saat melihat tatapan pria itu yang mengarah pada istrinya. Ia paham betul dengan maksud dari tatapan pria itu.


"Apa saya boleh bergabung dengan kalian?" Tanyanya dengan masih menatap Veli yang juga menatap pria itu dengan pandangan menelisik, sepertinya ia pernah melihat pria itu, tetapi ia lupa.


"Tidak!!!" Ucap Dewa dengan dingin, seraya menatap tajam pria itu.


Hmmm.... kira-kira siapa ya tu cowok?


TBC.Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...