
Sementara Dewa hanya bisa menatap nanar punggung sang istri yang mulai menjauh di ujung tangga, bahkan tidak menghiraukan panggilannya. Sebegitu tidak ingin kah istrinya itu bersamanya.
Tidak ingin membuat Mami tercintanya itu lebih marah lagi, Dewa memilih membiarkan sang istri masuk ke dalam kamar Dewi, mungkin istrinya itu perlu waktu untuk menenangkan diri.
Dewa berjalan dengan lesu menapaki tangga menuju kamarnya, rasa sedih kembali menyelimutinya ketika masuk ke dalam kamar yang terasa sepi. Biasanya jam segini ia dan sang istri bercanda dan bermesraan dikamar ini, berakhir dengan pergumulan panas dan mandi bersama. Namun sekarang kamar ini terasa hampa seperti perasaan Dewa saat ini.
"Mami tega giniin Papi. Papi kangen sama Mami, apa Mami nggak kangen sama Papi," monolognya dengan begitu melo dan dramatis.
Pria itu berjalan gontai menuju kamar mandi seraya melepas semua baju yang melekat ditubuhnya hingga polos. Ia membiarkan saja benda keramatnya itu bergelantungan. Hal itu memang sudah menjadi kebiasaannya, bahkan jika ada sang istri pun, Dewa tidak malu sedikitpun melakukan hal demikian, justru Dewa akan merasa bangga dengan memamerkan tubuh kekar dan berototnya di depan sang Mami tercintanya, apalagi benda keramatnya yang begitu gagah perkasa itu. Sungguh kelakuan Dewa pantas diacungi celurit, eh salah. Jempol maksudnya.
"Mau mimik cucu sambil berendam di bathtub..." cicit Dewa dengan bibir mengerucut, ia begitu kangen dengan kebiasaannya yang suka cosplay menjadi bayi di manapun ia berada. Dan Veli yang akan dengan senang hati mengabulkan keinginan suaminya itu daripada merajuk yang akan membuat Veli pusing tujuh keliling komplek.
*
*
*
*
Malam pun tiba, Dewa yang sehabis mandi langsung tidur karena lelah menggerutu kini dibuat gundah kala tidak mendapati tanda-tanda keberadaan istrinya didalam kamar, rupanya istrinya itu masih betah didalam kamar Dewi dan sama sekali tidak berniat untuk menghampirinya.
"Ternyata Mami tidak kembali kekamar dan lebih memilih berada dikamar Dewi. Apa Mami tidak rindu sama Papi? Ternyata yang rindu kebersamaan kita hanya Papi saja, sedangkan Mami, dia terlihat biasa saja tanpa Papi. Tega...!!" Gerutunya dengan sedih bercampur kesal.
Perutnya yang terasa lapar membuat Dewa terpaksa bangkit dari tidur nyenyaknya yang rasanya begitu berat untuk ia tinggalkan. Dengan ogah-ogahan Dewa berjalan menuju ruangan makan yang masih tampak sepi dan makanan yang disiapkan oleh pelayan di atas meja pun masih tampak utuh belum tersentuh.
"Belum Tuan. Nyonya dan Non Dewi sedari tadi tidak terlihat keluar dari kamarnya Non Dewi. Apa perlu saya panggilkan...?" Jawab pelayan itu yang memang tidak melihat Veli dan Dewi keluar dari kamar setelah masuk kamar tadi sore.
"Ya... Panggilan mereka berdua..." titah Dewa seraya mendudukkan tubuhnya dikursi. Pelayan itupun bergegas menghampiri Veli dan Dewi didalam kamar Dewi.
"Huffttt...Pengen disuapi Mami. Sebenarnya aku ingin minum jus apel buatan Mami. Mami mau nggak ya buatinnya? Mami kan sedang marah..." gumam Dewa dengan bibir mengerucut, dia terlihat seperti anak kecil yang terlihat begitu imut dengan tangan yang mengambil beberapa makanan untuk ia masukkan kedalam mulutnya.
"Lama banget sihh...!" gerutunya yang tak kunjung melihat istri dan adiknya itu turun.
Di sisi lain, Veli sudah mandi dan sudah berganti pakaian, dengan memakai pakaian Dewi karena ia malas untuk pergi ke kamarnya sendiri, lantaran ia masih enggan bila harus bertemu dengan suaminya nanti.
Saat salah seorang pelayan yang disuruh Dewa memanggil untuk makan malam, Veli dan Dewi dengan kompak menolaknya. Justru keduanya menyuruh pelayan tersebut untuk mengantarkan makan malamnya kedalam kamar saja. Dengan terpaksa pelayan tersebut pun, menuruti perintah keduanya.
Sebenarnya Veli agak ragu melakukan tindakan ini, sudah dipastikan suaminya itu pasti akan merajuk. Namun, apa boleh buat. Sang jabang bayi bawaan kesel saja bila bertatapan muka dan Papinya sendiri. Sementara Dewi sendiri ia masih marah tentunya kepada Dewa sehingga tidak mau untuk makan dengan kakaknya itu. Duh sungguh malang sekali nasib Dewa, dan sepertinya malam ini Dewa tidur tanpa bisa memeluk tubuh istrinya itu, juga tidak bisa melakukan ritual yang biasanya ia lakukan sebelum tidur karena kemungkinan besar Veli akan tidur dikamar Dewi.
Dewa yang mendapat laporan dari pelayan yang ia suruh jika istrinya itu menolak makan malam dengannya dan lebih memilih makan didalam kamar, sontak membuat Dewa kesal dan seketika nafsu makannya menghilang bak ditelan bumi. Padahal ia sama sekali belum menyentuh makanan setelah makan siang tadi.
Dengan membanting piring yang berada diatas meja Dewa lantas bangkit dengan pandangan yang begitu menyeramkan.
Bahkan Dewa sampai membanting pintu kamarnya. Dengan cepat pria itu berlari dan melempar tubuhnya keatas ranjang dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Hiks...hiks...Mami sungguh tega dirimu. Mami udah nggak sayang lagi sama Papi, huaaa...!!!" Begitulah saat ini kondisi Dewa dan acara menangis pria itu terus berlanjut sampai tengah malam, ia baru baru tertidur karena lelah menangis di waktu hampir dini hari. Begitupun dengan Veli yang tidak bisa tidur karena merindukan pelukan hangat sang suami, namun Veli tidak separah Dewa yang hampir tidak tertidur sepanjang malam.
TBC.Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...