Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 75


Akhirnya Dewa membawa Veli untuk periksa ke Dokter kandungan dan ternyata benar saja, setelah di USG Veli benar-benar hamil dan usia kandungnya baru empat minggu sesuai prediksi Dokter umum tadi.


Setelah pemeriksaan selesai, Dewa dan Veli memutuskan pulang setelah sebelumnya menebus resep dari Dokter kandungan.


Pulang dari rumah sakit, Dewa tidak kembali ke perusahaannya. Dia lebih memilih pulang dan menghabiskan waktunya bersama istrinya di rumah, padahal pekerjaan di kantor sedang menumpuk, namun laki-laki itu tidak peduli, beruntung hari ini tidak ada jadwal meeting jadi Dewa sedikit tenang meninggalkan pekerjaannya begitu saja.


Dokter sudah memberikan beberapa penjelasan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh ibu hamil. Dewa dengan seksama menyimak penjelasan yang Dokter berikan, namun laki-laki itu menjadi cemberut saat Dokter mengatakan jangan terlalu sering berhubungan suami istri karena kandungan Veli masih sangat muda, seminggu cukup dua kali katanya. Dan juga ibu hamil tidak boleh kecapekan dan stres, membuat Dewa harus menjadi suami yang siaga dan harus ekstra menjaga kehamilan pertama sang istri, laki-laki itu pasti akan bersikap possesif kepada istrinya. Saat dalam perjalanan pulang mereka menyempatkan untuk mampir ke supermarket untuk membeli susu hamil dan juga beberapa buah-buahan segar untuk si bumil, tentu saja si pakmil juga ikut-ikutan membeli buah yang dia inginkan.


Sepasang suami istri itu, saat ini tengah bersantai di ruang keluarga menikmati waktu sore berdua. Dewa terlihat begitu manja pada istrinya, laki-laki itu menyandarkan kepalanya di bahu sang istri, sementara tangannya tidak berhenti mengusap perut istrinya dengan lembut. Keadaan sepertinya terbalik, seharusnya istri yang sedang hamillah yang harusnya bermanja, ini justru sang suami yang terlihat ingin di manja-manja oleh sang istri.


"Sayang, aku tidak sabar ingin melihat dia lahir. Kalau di laki-laki, pasti akan tampan sepertiku. Kalau dia perempuan pasti juga akan cantik mirip seprtiku," ujar Dewa sambil mendusel manja di dada gemoy sang istri.


Dewa sangat ingin sekali, anaknya kelak mirip dengannya. Entah itu baik laki-laki maupun perempuan pokoknya harus mirip dengannya, tidak ada bantahan.


"Mas, kok semua harus mirip kamu sih. Seharusnya mirip aku, aku kan yang mengandung dia!" Protes Veli dengan cemberut.


"Ih...kamu jangan salah, aku kan yang nanem benihnya. Ibarat kata aku tuh yang nanem benih di rahimmu tiap malam, jadi anak kita pasti mirip denganku lah, kamu tuh cuma di tugaskan untuk mengandung benihku sayang..." jelas Dewa ngaco, sambil mengelus perut rata Veli dan sesekali menciuminya.


"Terserah deh. Tapi ingat kamu harus menahan diri dulu, Dokter bilang tidak boleh sering-sering melakukan hal itu. Awas aja kalau kamu malam-malam ngajak bergentayangan," ujar Veli mengingatkan suaminya, yang memang setiap malam tidak pernah absen untuk meminta jatah, bahkan di pagi haripun kerap kali suaminya itu merengek meminta jatah padanya.


"Iya, sayang. Tapi kalau mimi cucu boleh ya? Janji tidak lebih," rengek Dewa. Dia bisa menahan untuk tidak menyentuh istrinya demi sang buah hati yang baru tumbuh, akan tetapi dia harus tetap dapat jatah mimi cucu, yang selalu ia dapatkan tiap malamnya menemani tidurnya.


Veli hanya mengangguk pasrah, dengan tersenyum lembut menatap suaminya.


"Tentu saja Mas, kamu akan tetap mendapatkannya..." jawab Veli membuat Dewa tersenyum cerah.


"Kalau mimi cucu sekarang boleh, dong?" Dewa mendusel-nduselkan wajahnya di dada istrinya yang makin gemoy itu, tangannya sudah bergerak hendak membuka kaos oblong yang di kenakan istrinya, namun ia urungkan saat mendengar suara teriak cempreng yang memanggil nama istrinya, Dewa mendengus saat acara mimi cucunya gagal sore ini. Ingin sekali dirinya menyumpal mulut orang yang berteriak cempreng itu.


"Iiisss...mengganggu saja sih. Orang mau mimi cucu gagal kan," gerutu Dewa kesal sambil memperbaiki kaos istrinya.


"Sabar Mas, nanti malamkan juga bisa, lagian ini masih sore..." ujar Veli mengelus kepala suaminya dengan lembut, mereka sudah seperti pasangan ibu dan anak kalau seperti itu.


"Iya baby..." Dewa kembali mendusel dan memeluk istrinya dengan manja, dan menatap sengit seseorang yang menghampiri mereka dengan berteriak tadi.


TBC.