
Di sisi lain, kini Dewa sedang berada di ruang tengah duduk santai dengan Bima dan Dewi sambil menonton televisi yang menampilkan idol kpop kesukaan Dewi. Saat Dewa sedang asik tidur dengan istrinya tiba-tiba pintu kamarnya di gedor-gedor dari luar, dan setelah ia lihat ternyata itu adalah sahabat laknatnya Bima, dengan sangat terpaksa Dewa bangun menemui Bima yang dengan kurang ajarnya mengedor-ngedor pintu kamarnya pagi-pagi, untung saja istrinya tidak sampai terbangun mungkin karena kelelahan, dan yang lebih menjengkelkan lagi ternyata Bima bertandang kerumahnya hanya untuk sekedar main saja ia kira ada hal penting tentang pekerjaan. Dewa tidak tau saja alasan sebenarnya Bima datang kerumahnya, yakni untuk tepe-tepe kepada Dewi, cinta dalam diamnya. Sungguh sangat tidak gantel sekali.
Di antara mereka bertiga yang sedang menonton, hanya Dewi saja yang terlihat heboh menyaksikan aksi-aksi para idol kesukaanya. Sementara Dewa terdiam tidak mengerti dengan apa yang di tonton adiknya sampai seheboh itu, sedangkan Bima tampak kesal dan cemburu melihat Dewi yang terus memuji-muji para idol pria yang sedang di tontonnya.
"Huaaaa...Mak anakmu pengin nikah dengan Oppa Min Yoongi yang swag itu...!!!" teriak Dewi heboh.
"Ya ampun Kooke...imut sekali pacarnya aku...!!!"
"Ommo ommo...Oppa Jimin selingkuhanku yang paling hot se RT, senyumanmu membuatku meleleh...!!!"
Begitulah teriakan Dewi yang super heboh sambil mencak-mencak saat menonton aksi para suami-suami onlinenya.
Dewa yang melihat tingkah adiknya yang seperti orang kesurupan pun, dengan kuatnya melempar bantal sofa kearah Dewi.
Bugg
"Kau itu berisik sekali, walaupun kau triak-triak sampai lehermu putus pun, mereka tidak akan sudi menjadi pacar apalagi suamimu, tidak usah halu jadi orang...!!!"geram Dewa.
"Kau itu menyebalkan sekali. Suka sekali merusak kesenanganku, urusi saja urusanmu..." kesal Dewi, menurutnya kakanya itu selalu saja merusak kesenangannya dari mulai mengurusi tentang pergaulanya dan sekarang mengganggunya dengan para suami onlinenya, sangat menjengkelkan.
"Bilang saja kalau kak Dewa iri sama ketampanan mereka..." ejek Dewi dengan tersenyum sinis.
Dewa yang ingin membalas ejekan Dewi pun, ia urungkan. Dengan cepat ia bangkit dari duduknya saat melihat sang istri yang tengah berjalan ke arahnya dengan tertatih-tatih.
Veli yang memang sudah menyelesaikan makannya langsung saja pergi ke ruang tengah, saat mendengar suara Dewi yang berteriak heboh yang membuatnya penasaran. Dan saat tiba di ruang tengah ternyata suaminya juga ada di sana bersama Bima juga.
"Sayang kamu sudah bangun? kamu sudah makan kan? kalau belum biar aku ambilkan..."Dewa bertanya dengan lembut, dan dengan penuh perhatian ia menuntun istrinya untuk duduk di sofa sebelahnya.
"Udah!!" jawab Veli singkat, dia masih kesal dengan Dewa yang dengan seenaknya meninggalkanya tadi, bahkan tidak meminta maaf semalaman sudah mengempurnya tampa ampun.
"Wangi banget kamu yank..."ucap Dewa sambil mendusel-dusel manja pada Veli yang sudah duduk di sampingnya.
"Diam ihh...nggak tau malu banget...!!"kesal Veli sambil tangannya menahan kepala Dewa yang bersarang di ceruk lehernya dan mengigit-gigit kecil disana.
Namun bukan Dewa namanya jika dia menurut, dengan otak mesumnya di terus menempel pada tubuh Veli dan meraba-raba tubuh istrinya itu, sehingga membuat Bima dan Dewi rasanya ingin mengubur hidup-hidup laki-laki tampan yang sudah berbuat mesum di depanya.
"Sayang kenapa dari tadi kamu cuekin aku sih...?"tanya Dewa yang mulai kesal, karena dari tadi istrinya itu tidak memperdulikanya sama sekali, malah ikut-ikutan heboh seperti adiknya.
"Dewi...suami-suami kita kenapa pada tampan-tampan sih...?"ucap Veli membuat mata Dewa melotot seketika. Dulu memang Veli tidak mengenal dengan yang namanya kpop-kpopan, namu setelah bergaul dengan Dewi sang kpopers dia jadi suka dengan kpop, apalagi dengan para cowok-cowok tampan dari negeri ginseng tersebut.
"Huaaaa....!!!" teriak kedua wanita itu, saat melihat salah satu member memamerkan perutnya yang meperlihatkan roti sobek.
"Ommo-ommo aku ingin sekali merabanya...!!"teriak Dewi heboh, sambil menggigit ujung bantal sofa. Bima rasanya ingin sekali membanting televisi itu, akan tetapi mana ia berani itu televisi orang. Mungkin sebelum dia membanting televisi itu, dirinya dululah yang bakal di banting oleh bossnya.
"Aku jug--Akhhhh...!!!"teriak Veli dengan kencang, sontak membuat Bima dan Veli menatap ke arahnya dan langsung melotot. Veli berteriak bukan karena terpesona, bukan...bukan itu...melainkan dia berteriak kesakitan, karena Dewa meremas dadanya dengan sangat kuat, lantara kesal saat melihat binar penuh keterpesonaan di mata istrinya saat melihat roti sobek laki-laki lain, membuatnya sangat kesal dan cemburu, sehingga ia dengan sengaja meremas benda favorit yang sejak tadi ia mainkan.
"Mas sakit tauk...!! kamu kasar sekali...!" Veli mencubit tangan Dewa yang sudah meremas dadanya dengan sangat kuat, membuat Dewa melepaskan tanganya.
"Salahmu sendiri ngapain kamu liatin mereka sampai segitunya, apalagi tadi kamu mau bilang seperti yang Dewi bilangkan? ngaku kamu...!!" ketus Dewa sambil mengusap-usap tangannya yang di cubit Veli barusan.
"Kalau iya kenapa? aku tuh lagi kesal sama kamu. Semalaman kamu mengempurku sampai pagi, terus apa? kamu tinggalin aku begitu saja, sudah seperti wanita bayaran saja aku...!!" sarkas Veli frontal, dia tidak bisa mengontrol ucapnya karena dia sedang sangat kesal dan moodnya juga kurang bagus sedari ia bertemu dengan Jeenika.
"Veli jaga bicaramu itu...!!!" Bentak Dewa keras, laki-laki tampan itu tidak menyangka istrinya akan berbicara seperti itu, mengangap dirinya yang berharga seperti wanita murahan. Dewa menatap tajam istrinya dengan rahang yang mengeras terlihat sekali jika ia sangat marah saat ini. Sontak membuat Veli menunduk takut mendapatkan bentakan dari Dewa.
"Mati'in, mati'in... gara-gara nonton mereka terjadi huru hara di rumah tangga orang...!!"ucap Bima menyuruh Dewi mematikan televisi, dengan sangat patuh dan masih kaget segera Dewi mematikan televisi tersebut.
"Kamu tau, aku sangat tidak suka dan membenci ucapanmu tadi...!!"ujar Dewa tegas."Asal kamu tau, bagiku kamu adalah wanita yang sangat berharga dalam hidupku, belahan jiwaku..."
"Ya aku hanya kesal saja, saat bangun tadi sangat susah sekali, badan ku sakit semua dan tidak ada Mas Dewa yang membantuku dan malah meninggalkan ku bersantai di sini. Bagaimana aku tidak kesal?" ujar Veli membela diri, dengan cemberut. Dewa pun hanya diam saja masih kesal dengan penuturan istrinya tadi. Lah kenapa jadi pada kesal-kesalan sih tuh dua pasutri.
"Ini semua gara-gara kau Bima...jika bukan karena kau tadi tidak mungkin aku meninggalkan istriku...!!!" Dewa menyalahkan Bima, memang karena Bimalah yang pagi-pagi sudah merusuh di rumahnya.
"Mana aku tau jika kalian habis begadang..."jawab Bima yang tidak merasa bersalah sama sekali, malah dia dengan santainya memakan cemillannya.
"Ck. Sudahlah jangan pada berantem, bagaimana kalau kita main TOD saja? dari pada debat gak jelas. Gimana...?"
TBC.