
Setelah mendengarkan semua Arahan dari mbok Ni, Lira gadis berusia 19 tahun itu memulai pekerjaan nya, Lira adalah gadis yang sangat ceria dan sedikit bar bar, namun meskipun begitu dia seorang pekerja keras dan rajin, mudah belajar dengan sesuatu yang baru, dia juga mudah berbaur dan akrab dengan orang baru.
"Lira, kamu bisa masak?" tanya mbok Ni, saat ini Lira sedang menemani mbok Ni memasak, ia sudah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Hemm gak bisa mbok hehehe," jawab Lira nyengir sambil menggaruk tengkuknya.
"Kupas bawang?" tanya mbok Ni lagi, namun Lira menggelengkan kepalanya, membuat mbok Ni mendesah pelan.
"Kalau mbok Ni ajarin pasti Lira bisa kok mbok, Lira cepat tanggep, percaya deh," kata Lira yakin.
"Emang kamu gak pernah di ajarin masak sama orang tua kamu?" tanya mbok Ni penasaran padahal Lira bilang ia seorang pekerja keras sedari kecil sudah biasa hidup susah masa iya cuma ngupas bawang aja gak bisa. pikir mbok Ni.
Namun Lira yang di tanya malah diam, bingung harus menjawab bagaimana.
"Hemm begini mbok, Lira kan dari kecil udah sendiri dan lira gak pernah Masak karena,,," Lira mengetukkan jarinya pada dagunya dan memandang atas, "Ah karena Lira memang tidak pernah di ajari memasak, Lira selalu membeli masakan jadi dan juga lira tidak punya dapur mbok, bagaimana lira bisa masak coba," jelasnya, entah masuk akal atau tidak Lira juga tidak tau, tugasnya adalah meyakinkan mbok Ni agar percaya, udah itu aja.
"Haisss," kata Mbok Ni mendesis, lalu mbok Ni dengan sabar mempraktekkan cara mengupas bawang mengupas sayur dan memotog motong nya, sedangkan Lira terus memperhatikan mbok Ni dengan telaten.
Selama proses memasak, Lira hanya berdiam mematung dan melihat cara kerja mbok Ni yang cepat dan cekatan membuat Lira kagum pada sosok wanita tua di depan nya ini, meskipun sudah berumur tapi mbok Ni masih sehat dan rajin bekerja.
"Sudahlah, kamu beresin kamar den Bian aja sana, besok dia pulang dari luar kota," kata mbok Ni menyuruh Lira membereskan kamar Bian yang sudah beberapa hari ini tidak di tiduri oleh sang empunya.
"Hehehe asiapp mbok," kata Lira memberi hormat kepada Mbok Ni, "Maafin Lira ya mbok, belom bisa bantuin masak, besok besok Lira pasti bantu kok," katanya lagi laku segera pergi sesuai perintah mbok Ni.
Lira memasuki kamar Bian dengan membawa sapu dan alat pel juga lap dan kemoceng, Lira dengan telaten mulai membersihkan setiap sudut kamar itu.
"Hemm ganteng juga orang nya, mirip sama Dylan Wang," ucap Lira saat menemukan foto Bian di atas Nakas samping tempat tidur.
"Haduhhh nyaman nyaaa,, jadi kangen sama rumah," gumamnya dengan naik turunkan kedua tangan nya di kasur seperti adegan main salju, apalah itu namanya mommy gak tau 😂
Hingga tanpa Lira sadari ia tertidur di atas kasur Bian hingga sore hari.
Di tidur nya, Lira bermimpi tengah memeluk aktor China favorit nya ia sangat menikmati pelukan itu dan Lira menghirup aroma parfum aktor itu hingga membuatnya mabuk kepayang. Lira terus mengendus wangi parfum itu dan semakin mengeratkan pelukan nya, hingga tiba tiba ia mendengar sebuah teriakan dan tepaksa ia pun membuka matanya.
"Aaaaaa," pekik Lira langsung menjauhkan tubuhnya dan menyilangkan kedua tangan di dada.
"Heh si siapa lo?" tanya Bian yang langsung berdiri dengan nafas terengah engah.
"Lo yang siapa, ngapain lo peluk peluk gue, bahkan lo megang megang bemper belakang sama depan gue astaga dasar cowok mesuuumm sialaaannn, huaaaa Mamaaa bemper Lira udah gak perawaannnn lagi, bemper depan belakang Lira di mainin sama cowok mesum," ucap Lira heboh seraya mengelus elus Bemper depan belakang nya.
"Njirr lo pikir gue sengaja gitu megang megang itu lo, sorry ya," kata Bian bergidik sendiri lalu mengibas ngibaskan tangan nya. "Lagian lo ngapain disini hah, gue tanya sekali lagi lo itu siapa?" tanya Bian dengan setengah berteriak.
"Heh harusnya gue yang nanya, lo itu siapa sembarangan masuk kamar gadis perawan mana mesum lagi," pekik Lira masih tidak terima atas perbuatan Bian.
"Heh mata lo buta atau apa hah, ini kamar gue sejak kapan lo tinggal disini hah," kata Bian lagi dengan suara keras.
Lira meneliti keadaan sekitar dan baru sadar bahwa ia sedang bekerja dan ketiduran di kamar Bian,"Oops,"Lira memejamkan matanya karena malu.
Tanpa berucap Lira pun segera berlari berniat kabur namun sayangnya, Bian dengan cepat menarik kerah baju belakang Lira hingga membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Mampus," gumam Lira tanpa suara, lalu perlahan menoleh kebelakang sambil nyengir. "Hehehe ma maaf tuan, saya tidak sengaja tadi ketiduran hehehe," ucap Lira dengan wajah tanpa dosanya telah memaki Bian dan mengatainya pria mesum.
Bersambung ***