Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Ngidam


Di suatu rumah yang terbilang lumayan Mewah di pinggiran kota di dekat pantai, seorang Pria dewasa sedang berjalan menuruni tangga, untuk menghampiri kedua orang tuanya yang sedang menyantap sarapan pagi nya di meja makan.


"Pagi yah, bun," sapa Pria itu lalu ikut duduk di bangku depan sang bunda.


"Pagi juga sayang, bagaimana keadaaan kamu sekarang?" tanya sang Bunda.


"Gapapa bunda,"Jawabnya, "Oh ya bun belum lama ini Fahmi bertemu sama Jeje," ujarnya pelan.


Ting! suara dentuman sendok dan piring yang bertabrakan membuat Fahmi dan sang Bunda terkejut.


"Di dimana kau menemukan nya?" tanya sang Ayah.


"Di Restauran kita yang di cabang kota J yah," jawab Fahmi.


"Ayah ingin menemuinya," ujar sang Ayah.


"Tapi ayah belum sembuh banget, dan Juga Fahmi belum memastikan itu bener Jeje kita atau bukan," kata Fahmi.


"Sebaiknya Ayah istirahat saja dulu, kalau penyelidikan Fahmi sudah pasti, Fahmi janji akan bawa Jeje ke ayah," bujuk Fahmi agar ayahnya tidak pergi, karena kesehatan snag ayah menurun drastis sejak saat itu.


🍁


Tengah malam Jenar terbangun karena saluran kemih nya yang terasa sangat penuh, Setelah selesai menyelesaikan urusan nya di kamar mandi, Jenar pun kembali ke tempat tidur sambil memandangi wajah Arya yang kini sedang terlelap.


"Mas," panggil jenar lirih, sambil mengusap wajah Arya dengan jari nya sehingga membuat sang empunya langsung terbangun.


Arya membuka matanya dan menemukan sang istri sedang tiduran tengkurap sambil menopang dagu nya dengan tangan.


"Sayang jangan tengkurap kasian baby twin kita," ujar Arya panik.


"Gapapa mas, masih kecil masih bisa tengkurep lagian juga gak lama kok," ujar Jenar sambil memperbaiki posisi tidur nya kini jadi miring menghadap Arya.


"Ada apa bangun?" tanya Arya.


"Laperrr," rengek Jenar manja.


"Hah, ini baru jam setengah satu sayang," ujar Arya terkejut pasalnya jam 9 malam Jenar habis makan ketoprak dua bungkus lagi.


"Tapi kan bukan Jenar yang laper, anak anak kamu yang laper," ucap Jenar dengan mata berkaca kaca.


"Eh jangan nangis dong, sekarang kamu mau makan apa hemm," ujar Arya lembut.


"Nasi goreng, kwitiau goreng sama capcay," jawab Jenar dengan cepat.


"Astaga, dimana ada restauran jam segini yang masih buka sayang," ucap Arya sedikit kesal, bukan lantaran masalah pergi nyari makan nya, tapi kesal karena perubahan hati Jenar yang naik turun mudah marah dan nangis tiba tiba.


"Kalau mas Arya gak mau ya udah," kata Jenar lalu ia segera beranjak pergi dari kamarnya. Membuat Arya menghela nafasnya lalu ia segera mencari baju ganti untuk menyusul Jenar.


tok tok tok...


tok tok tok...


Ceklek! Pintu terbuka memperlihatkan sang pemilik kamar yang masih mengantuk sepertinya.


"Kenapa?" tanya nya sambil menguap dan mengusap matanya.


"Mas Bian,,," ucap Jenar dengan wajah memelasnya.


'Perasaan gue ko gak enak ya,' gumam Bian dalam hati.


"Laperrr,,," kata Jenar sambil mengelus elus perutnya.


"Hah," Bian tidak kalah terkejut nya dengan Arya tadi, pasal nya Bian lah yang membelikan ketoprak itu untuk Jenar, dan sekarang Jenar datang lagi padanya dan mengaduh lapar, yang benar saja. Batin Bian.


"Bang Arya kemana?" tanya Bian.


"Mas Arya gak mau ngasih Jenar makan, dia suami kejam yang tega mgebiarin istrinya kelaperan hiks hiks," Jenar menangis di depan kmar Bian sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan nya.


"Ya udah kamu mau makan apa?" tanya Bian pada akhirnya, karena tidak tega melihat Jenar menangis.


"Nasi goreng, Kwitiau goreng sama Capcay," jawab Jenar dengan mata berbinar.


"Banyak banget?" tanya Bian spontan.


"Itu pas buat porsi bertiga mas," kata Jenar memelas.


"Bertiga?" gumam Bian menggaruk tengkuknya.


"Iya, buat Jenar sama Baby twin," ucap Jenar sambil mengelus perutnya.


"Hemm ya udahlah tapi kamu di rumah aja, udah malem gak baik angin malem buat kalian," ucap Bian menutupi rasa sesak di dadanya saat menyebut 'Kalian'.


"Tapi mas, Jenar mau nya telur nya di Ceplok ya dobel, terus Pedes ya sama jangan lupa Capcay nya jangan pakai sayur," kata Jenar membuat Bian melongo.


"Hah, Capcay gak pake sayur, lah kan Capcay sayuran Jenar," ucap Bian.


"Masih ada seafood nya kok sama bakso dan ayam nya, pokok nya jangan pake sayur, tapi Kwetiau nya banyakin sayur sama di nasi goreng nya, Duh gak sabar nih pasti enak banget,,," ucap Jenar yang sudah membayangkan betapa enak nya makanan itu hingga membuat nya menelan Saliva nya.


iklanπŸ’ƒπŸ’ƒ


Arya : Mom, jangan buat Jenar ngidam yang aneh aneh ya


Mommy : lah yang ngidam kan Jenar kok request ke mommy, itu kemauan anak elu bambang


Arya : Semua gak akan terjadi disini kalau bukan atas tulisan tangan mommy 😣


Mommy : Emang apa yak? πŸ€”


Arya : Pokok nya jangan buat yang aneh aneh, ribet mom nurutin nya, kita tuh sebagai suami selalu salah dimata istri kalau lagi hamil, kasian kami kaum suami Mom,,


Mommy : Eh si bambang malah Curhat...


Bian : Dan jangan libatin gue ngapa mom, sedih amat idup gua et dah πŸ™„


Mommy : Hehehe harap bersabar ya semua πŸ˜‚


Bian : Lu bkin hidup abang gue seneng tapi ngapa hidup gue Senep sih mom, tega banget 😫


Mommy : Sabar sabar ya nanti mommy bkin kamu bahagia juga kok, , ,


Bian : bener ya? awas kalau bohong


Mommy : iye bambang πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ