
Maafkan Mommy bila Typo bertebaran yaaa 😥
Harap maklum mommy ngetik dengan HP dan kadang buru2, tapi sedikit demi sedikit Mommy akan perbaiki kok, , ,
Happy Reading sayang2 mommy 😘
"Tapi kenapa Jenar tidak pernah cerita ya, kenapa Jenar menutupi nya, besok harus di introgasi itu anak," kata Hanna lalu membaringkan tubuhnya di ranjang, namun Handphone Jenar terus berdering membuatnya mau tak mau menjawab nya.
"Hallo," jawab Hanna dengan sedikit malas
"Saya tanya sekali lagi dimana JENAR," kata Arya to the point
"haduh, maaf tuan saya tidak tau, tadi tuh dia diare terus ke toilet dan tas nya di titipin ke kita, tapi sampai pelajaran selesai dia gak kembali juga, ternyata dia pulang duluan," jelas Hanna
"Tapi dia belom pulang sampai jam segini," ujar Arya singkat
"Hah," pekik Hanna, "Serius, terus dia dimana," teriak Hanna heboh, membuat Arya langsung mematikan sambungan Handphone nya.
"Sial, itu bocah kemana sih,," Arya mengambil kunci mobilnya untuk mencari keberadaan Jenar,
Bian pun tak kalah khawatir nya dengan Arya, Bian terus mencari tau lewat teman teman nya yang ada di kampus, namun nihil semua tidak ada yang tau,
"Hallo," jawab Calista di seberang sana dengan bahagia karena Fabian menelfon nya,
"Dimana Jenar," tanya Bian dingin, membuat senyum di bibir Calista menghilang,
"Mana gue tau, lo kata gue emak nya," kata Calista jutek.
"Kalau sampai terjadi sesuatu sama Jenar dan lo biang keladi nya, lo tunggu apa yang akan terjadi sama lo bahkan keluarga lo," kata Bian mengancam.
"Segitu pentingkah dia buat lo Fabian," pekik Calista marah, "Cewek kampung kaya dia lo bela bela in sampai ngancem gue sama keluarga gue hah,"
"Bahkan gue gak level nyentuh seujung kuku dia" decih Calista merendahkan Jenar membuat Bian semakin marah,
"Terserah apa kata lo, yang jelas inget kata kata gue, JANGAN SAMPAI HILANG NYA JENAR GARA GARA LO, KARENA GUE GAK BISA JAMIN KESELAMATAN LO NANTI," kata Bian penuh penekanan lalu segera mematikan sambungan telfon nya,,,
Keesokan harinya...
"Aaaaaaaaa," Teriakan seorang cleaning servis menghebohkan seluruh kampus pagi itu, Penemuan seorang siswi dengan keadaan yang sangat mengenaskan di dalam toilet membuat Toilet ramai kala itu,
"Ada apa ini," tanya salah seorang Dosen yang mendengar ada kerumunan di toilet.
"I ini pak a ada, ada ..." ujar Cleaning servis itu terbata dan takut saat membuka pintu kamar mandi menemukan salah seorang siswi tergeletak tak berdaya di lantai,
Dosen itu pun mendekati siswi nya lalu memeriksa kening dan juga denyut nadinya.
"Masih bernafas, cepat panggil ambulance," teriak nya lalu segera menggendong tubuh Siswi nya keluar dari dalam toilet,
Chacha, Hanna dan Nayla yang kala itu penasaran dengan apa yang terjadi langsung terkejut saat tau bahwa Jenar pingsan di toilet dengan masih memakai pakaian yang sama seperti kemarin berarti Jenar semalaman terkunci di toilet.
"Kenapa kita bisa ceroboh banget gak memeriksa toilet yang itu huhuhuhu," ucap Hanna penuh penyesalan, lalu ia teringat akan suami Jenar, Hanna pun segera merogoh Handphone Jenar dan men dial nomor Suami disana.
"Hallo," suara Arya terdengar begitu parau menandakan bahwa orang itu baru bangun tidur,
"Tu tuan, hiks sa saya Ha Hanna sahabat Je Jenar," ucap Hanna sambil terisak membuat Arya langsung membuka mata sepenuhnya.
"Kenapa, sudah ada kabar tentang Jenar, dimana dia, apa dia baik baik aja," tanya Arya beruntun membuat Hanna semakin terisak dan membuat Arya menghela nafasnya pelan,
"Jenar, hiks Jenar di temukan pingsan di toilet hiks hiks sekarang dia di bawa kerumah sakit," kata Hanna membuat jantung Arya seolah berhenti seketika,
"Gak tau tuan, Jenar dibawa sama dosen kami ke Pranata Hospital," ujar Hanna, tanpa menjawab lagi Arya langsung mematikan telfon nya dan langsung bergegas ke rumah sakit milik keluarga nya, Tanpa mandi, inget yah TANPA MANDI, orang ganteng mah bebas, gak mandi juga masih tetep Cakep.
Arya membawa mobilnya seperti orang kesetanan membuat Arlan sedikit ketakutan, yah tadi saat Arya sampai di lobi, bertepatan dengan kedatangan Arlan, lalu mereka memutuskan untuk ke rumah sakit bersama, awalnya Arlan yang akan menyetir, namun Arya tidak mendengarkan, hatinya sudah bergemuruh tidak tenang sejak semalam, dan saat tau keadaan Jenar begitu memprihatinkan, kepanikan di wajah nya semakin berlipat.
Sesampainya di rumah sakit, Arya langsung berlari menuju Resepsionis.
"Dimana pasien yang baru dibawa kesini, mahasiswi pingsan," tanya Arya menggebu tidak sabar,
Alih alih menjawab, resepsionis itu malah bengong melongi tak percaya melihat sang anak pemilik rumah sakit tempat nya bekerja datang sepagi ini dan hanya mengenakan kaos putih polos serta celana pendek di atas lutut.
"Hey, kau mau di pecat," teriak Arya kesal karena pertanyaan nya tak juga di jawab,
"Eh eh maaf tuan, maaf, sebentar saya periksa duku," ucap Resepsionis itu terkejut, dengan tangan bergetar ia memeriksa data pasien yang baru masuk,
"Oh nona Jenar, ia masih berada di UGD tuan, masih di tangani Dokter," kata Rerespsionis itu lalu tanpa babibu Arya segera berlari menuju ruang UGD, ternyata disana sudah ada Ketiga sahabat Jenar dan seorang Dosen yang tadi menggendong Jenar.
"Apa yang terjadi," tanya Arya dingin dan menatap tajam ke arah semua orang yang disana,
"Sst dia siapa," tanya Nayka berbisik
"Gue gak tau," jawab Chaca
"Han, siapa," tanya Nayka ke Hanna
"Maaf tuan, kalau boleh saya tau anda siapa ya," tanya Dosen itu,
"Saya suami nya Jenar," ucap Arya datar
Deg.
Jantung ketiga sahabat Jenar berdetak begitu cepat, antara terkejut Takut dan juga terpesona oleh ketampanan Arya.
"Begini tuan, pagi tadi salah seorang Cleaning Servis berteriak saat menemukan istri anda pingsan di dalam toilet, sepertinya ada yang sengaja mengunci nya dari luar dan memasang kertas pemberitahuan bahwa Toilet sedang rusak agar tak ada yang membuka nya," jelas Dosen itu, "Pihak kampus akan segera mencari tau siapa pelaku di balik ini semua, kami akan pastikan pelaku nya akan mendapatkan pelajaran yang setimpal," kata Dosen itu mencari aman sebelum Kampus nya bermasalah, karena ia tau siapa laki laki yang ada di depan nya ini, kalau dia tak cepat turun tangan maka bisa di pastikan Kampus itu akan Walaikumsalam.
Tangan Arya mengepal kuat, rahang nya mengeras dan matanya menatap tajam kepada Dosen tersebut.
"Kalau sampai terjadi apa apa dengan istri saya, jangan harap kampus itu masih bisa beroperasi" ujar nya dingin, "Kalian semua pergi dari sini," sambung nya lagi
Tanpa di suruh dua kali semua segera pergi meninggalkan rumah sakit, tentu saja setelah Hanna menyerahkan tas nya Jenar kepada asisten nya Arya, Hanna tak seberani itu menyerahkan tas Jenar langsung kepada suami nya.
'Segitu khawatir nya elo bos, gue yakin lo itu udah jatuh cinta sama Jenar, tapi kenapa gengsi lo harus setinggi itu sih ckckck,' gumam Arlan dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
"Berhenti menggunjing ku di dalam hati Lan, atau gaji lo gue potong," ucap Arya tajam, membuat Arlan menelan salivanya.
'Sepertinya Bos indigo, bisa baca pikiran gue,' gumam Arlan lagi tapi dia sambil melangkahkan kakinya untuk duduk di kursi tunggu.
Berbeda dengan Arya yang terus mondar mandi sedari tadi sepeti setrikaan,
Udah dulu ah, Momny capek ngetik nya,
sambung nanti lagi yaaaa, bye bye...
Sambil nunggu Mommy Up lagi, kuy mampir kesini 🤗
Dijamin gak kalah seru 😘🤗