
Sedari tadi Jenar sudah mondar mandir kesal di dalam kamar menunggu kepulangan Arya, sudah jam 9 namun Arya belum juga pulang, padahal tadi ia ingat bahwa Arya akan pulang cepat, Sesal Jenar karena mempercayai ucapan laki laki, nyatanya ucapan Arya tidak bisa di pegang.
Ceklek.
Pintu terbuka dan Arya masuk dengan santai membuat Jenar sedikit terkejut, Jenar mengambil alih tas serta Jas yang di bawa Arya dengan wajah datarnya, Arya yang sudah lelah nampak tak memperlihatkan bahwa ada sesuatu yang beda terhadap diri Jenar.
Arya langsung masuk ke kamar mandi untuk merilexkan tubuhnya karena kelelahan.
Sedangkan Jenar segera menyiapkan baju ganti Arya lalu turun kelantai bawah untuk membuatkan Teh untuk Arya.
"Tante, belom tidur" tanya Aiden yang melihat Jenar tengah mengaduk teh
"Aiden," pekik Jenar kaget, lalu mengelus dadanya, "Harusnya tante yang nanya, kenapa kamu belum tidur hem?" tanya Jenar
"Aiden mau minum susu" jawab Aiden lalu segera membuat susu sendiri, Jenar kagum dengan kemandirian Aiden karena ia selalu membuat susu sendiri setiap sebelum tidur, bahkan kata mama Tamara sejak umur 3tahun, Aiden sudah tidak mau di mandikan orang lain.
"Bisa sendiri emang?" goda Jenar
"Bisa lah, kan Aiden sudah besar tante" dengus Aiden kesal karena merasa di remehkan oleh Jenar "Emang om Arya belum tidur?"
"Dia baru pulang, lagi mandi" jawab Jenar lembut
"Ya udah, Aiden mau tidur dulu" kata Aiden "Good Night tante Cantik" sambungnya memberikan kerlingan mata kepada Jenar, membuat jenar merasa gemas dengan bocah satu itu.
Jenar memasuki kamar nya dan menemukan Arya sedang berkutat lagi dengan kerjaan nya, membuat Jenar menghela nafasnya panjang.
"Teh nya mas," kata Jenar dan dibalas deheman saja oleh Arya.
"Mas Arya udah makan" tanya jenar lagi dan dibalas hanya deheman saja tanpa mengalihkan tatapan nya pada Laptop.
"Mas Arya marah sama Jenar?" ucap Jenar lirih membuat Arya langsung mengalihkan pandanganya ke Jenar, Arya dapat melihat bahwa Jenar malam ini tampil sangat Cantik, dengan memakai Baju tidur satin panjang dan rambut tergerai, serta wajah Jenar yang sudah di make up tipis, Tadi sewaktu di Mall Chaca membelikan Jenar berbagai macam skin care dam baju baju bermerk serta mengajari Jenar cara make up ini itu.
"Marah kenapa?" tanya Arya lembut seraya menarik Jenar untuk duduk di pangkuan nya.
"Dari tadi mas Arya ngediemin Jenar, padahal harusnya tuh Jenar yang marah karena mas Arya bohongin Jenar, karena mas Arya pulang telat, padahal janjinya pulang cepet, Jenar udah nungguin dari sore sampai Jenar belum makan karena takut mas Arya makan gak ada temen nya, tapi ternyata mas Arya pulang semalam ini dan sudah makan mas Arya gak tau apa kalau Jenar khawatir sama mas arya dan juga Laper nunguin mas Arya, Mending kalau mas Arya ngomong kalau bakal pulang telat jadikan Jenar gak perlu nungguin mas Arya dan bisa ikut makan bareng yang lainya." ucap Jenar panjang lebar tanpa jeda membuat Arya menelan Salivanya dengan susah payah.
'Astaga,'kenapa dia bisa berubah jadi secerewet ini?' Batin Arya.
Baru Arya akan menjawab, tapi Jenar kembali berkata "mas Arya tuh gak tau kan gimana gak enak nya MENUNGGU, karena mas Arya tuh gak pernah nunggu, tapi mas Arya lah yang selalu di tunggu, Jenar tuh khawatir sama mas Arya takut ada apa apa dijalan karena mas Arya gak ngabarin, Jenar fikir mas Arya tu udah jalan pulang dari sore trus kenapa napa dijalan la .." Arya langsung membungkam mulut Jemar dengan bibirnya, Arya menc*um lembut bibir jenar hingga membuat Jenar membulatkan katanya, ini adalah kali ke tiga ia di cium seperti itu.
"Tadi ada mitting mendadak dan maaf, aku tidak memberi kabar, Hape ku ketinggalan di kantor" kata Arya lembut sembari mengelus wajah mulus Jenar, lalu mengusap bibir Jenar dengan jarinya, "Ini kalau di kecup Manis," kata Arya tersenyum membuat Jenar mengulum senyum. "Tapi kalau kesel udah kaya bajaj yang rem nya Blong" senyum di bibur Jenar berubah menjadi manyun seketika mendengar sambungan ucapan Arya.
"Gak usah di manyun manyunin gitu," kata Arya mengunci bibir Jenar dengan jarinya. "Mau di Cip*k lagi" ucap Arya dengan senyum smirk nya. membuat Jenar bergidik ngeri melihatnya.
"Mas Arya ngeselin"
"Iya maaf, lain kali gak akan kaya gitu lagi" ucap Arya lalu kembali menci*m bibir Jenar dengan lembut, Arya melu**t bibir Jenar, Jenar memejamkan matanya dan mulai membalas Ci*man Arya, meskipun Jenar tidak ahli namun ia sedang berusaha, membuat Arya tersenyum kecil di sela ci*man nya,
Arya mengangkat tubuh jenar dan meletaknya di tempat tidur tanpa melepas Pagutan nya. Cium*n Arya mulai turun ke leher jenjang Jenar dan mulai mengeksplor disana memberikan Hi**pan hi**pan kecil sehingga meninggalkan jejak merah ke unguan disana.
Arya terus menyesap, Mnj**at dan membuat tanda hingga membuat Jenar menggelinjang kegelian, Tangan Arya lalu menelusuri tubuh Jenar mencari benda yang tadi pagi sempat ia sentuh dan membuat fikiran nya Traveling ke antah berantah, Kini Arya dapat menyentuh seutuhnya, tidak hanya menyentuh nya bahkan Arya bisa langsung Mer*mas, memainkan kan nya dan merasakan nikmatnya benda kenyal itu.
Jenar hanya Pasrah menikmati setiap sentuhan yang Arya berikan, sebuah sensasi rasa yang belum pernah jenar rasakan sebelumnya,
Suara desahan Jenar semakin membuat Gair*h Arya tak tertahankan, "I want you" Bisik Arya di telinga Jenar dengan suara serak nya.
Jenar tidak menjawab, ia hanya mengangguk malu, wajahnya sudah memerah malu karena mulutnya sedari tadi begitu berisik, Tapi meskipun menurut Jenar berisik tidak bagi Arya, ia malah menyukai suara Jenar yang baginya begitu Sexy.
Arya yang mendapatkan lampu hijau dari Jenar merasa senang dan langsung membuka baju nya, kemudian melanjutkan kembali aksinya,
"Sentuhlah" ucap Arya meraih tangan Jenar untuk menyentuh dada bidang nya juga perut six pack nya.
Jenar baru kali ini menyentuh tubuh seorang Pria tentu saja itu membuat tubuhnua semakin menegang, Arya tersenyum geli menlihat ekspresi jenar.
Tak ingin menunda waktu lagi, Arya kembali menyerang Jenar dengan lebih ganas dan menuntut, Namun saat ia akan melepaskan celana nya sebuah teriakan dan ketukan pinti dari luar membuat nya langsung menghentikan aksinya dengan kesal.
"Sayang," ucap Arya dengan wajah memelas dan melirik bagian bawahnya.
"Hehehe, a aku buka pintu dulu ya" jawab Jenar segera merapikan bajunya dan membuka pintu.
"Anak setan sialan." umpat Arya kesal lalu segera masuk kedalam kamar mandi.
"Kapan launching album kalau solo karir terus" gerutu Arya kesal didalam kamar mandi.
Kasian ya mas Arya 🙈
Hayoo siapa kira kira yang udah ganggu mas Arya 😂😂