Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Welcome baby twin J


Arya berlari dengan tergesa gesa sambil menggendong Jenar. Keringet bercucuran di dahinya dan nafas yang sudah mulai terengah engah.


"Dokter, dok tolong." Teriak Arya saat memasuki lobi rumah sakit.


"Silahkan tuan baringkan istrinya disini." Ujar seorang suster, lalu Arya pun segera meletakkan Jenar di atas brangkar dan ikut mendorong brangkar itu memasuki pintu UGD untuk di periksa terlebih dahulu.


"Mas Aryaaa, sakittt." Jenar terus menangis saat kontraksi kembali datang menyerangnya.


"Sabar sayang, sebentar lagi dokter datang." Ujar Arya menenangkan Jenar namun malah sendirinya yang panik.


Tak berapa lama datanglah Dokter Maya memasuki ruang UGD.


"Kenapa lama sekali sih," bentak Arya kepada Dokter Maya, namun tak di dengarkan. Dokter Maya cuek dan langsung menangani Jenar yang tengah merintih kesakitan.


"Sudah berapa lama sakitnya Je?" tanya Dokter Maya.


"Tadi pas lagi makan tiba tiba mules, sakit banget Dok." ujar Jenar sambil meringis.


"Sebentar saya cek dulu yah," ujar Dokter Maya membuka ****** ***** Jenar dan mulai memeriksa bagian dalam Jenar, membuat Jenar memekik karena terkejut.


"Auwhhhh," pekik Jenar.


"Hey apa yang kau lakukan hah," Teriak Arya semakin panik saat melihat Dokter Maya memasukkan jarinya pada bagian intim Jenar.


"Tuan Arya yang TERHORMAT, bila anda tidak bisa diam, sebaiknya anda tunggu di luar, biar saya bisa FOKUS menangani istri anda." Ucap dokter Maya tegas, membuat Arya terdiam.


"Masih pembukaan 7 masih ada beberapa jam lagi menuju persalinan," ujar Dokter Maya.


"Tapi kenapa sakit sekali Dok," keluh Jenar.


"Sabar yah, sebentar lagi." Ucap Dokter Maya tersenyum.


"Mas Arya," panggil Jenar. Kini ia sudah di pindahkan ke ruang perawatan sambil menunggu pembukaan lengkap.


Tamara dan Adi senantiasa ikut menunggu Jenar berada di rumah sakit, mereka sudah tidak sabar menunggu kelahiran cucu kedua dan ketiga.


"Apa sayang?" tanya Arya lembut.


"Laperr," kata Jenar memanyunkam bibirnya.


"mas suapin yah," Arya mengambilkan makanan yang sudah di sediakan oleh rumah sakit.


"Gak mau, Jenar mau makan yang lain," katanya.


"Mau apa?"


"Ayam bakar sama ketoprak." Jawab Jenar cepat.


"Yank," kata Arya menatap Jenar tak percaya.


"Ya udahlah kalau gak mau beliin gak udah jadi, Jenar kenyang." Kata Jenar langsung membaringkan tubuhnya membelakangi Arya.


"Ya sudah kamu tunggu disini ya, mas aka. pergi cari makan." Ujar Arya lalu segera keluar mencari makanan yang di inginkan oleh Jenar.


Setengah jam kemudian Arya datang dengan membawa dua kantong plastik yang berisi makanan pesanan Jenar, namun saat ia membuka pintu ternyata Jenar sudah tidak ada di dalam kamar itu begitupun kedua orang tuanya juga tidak ada.


Arya mencari dimana keberadaan Jenar dan menanyakan kepada seorang suster, hingga ia di berutaukan bahwa Jenar sudah di pindahkan ke ruang bersalin karena ternyata pembukaan sudah lengkap. Secepat kilat Arya berlari menuju ruang bersalin dengan masih menenteng dua kantong plastik ketoprak dan ayam bakar pesanan Jenar.


"Mah, pah." Panggil Arya dengan nafas terengah engah karena berlari.


"Masuklah Ar, kasian Jenar sendirian di dalam." Ujar Tamara menepuk bahu Arya.


Ceklek!


Arya membuka pintu dan melihat Jenar tengah menangis tanpa suara menahan sakit nya kontraksi akan melahirkan.


"Sayang," panggil alArya lembut. Jenar pun langsung mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Arya lalu ia tersenyum hangat.


"Kamu kuat," kata Arya menyemangati sambil menggenggam tangan Jenar.


"Baiklah kita mulai ya Je," kata Dokter Maya mulai memberikan instruksi.


"Tarik nafas Je, tarik yang dalam lalu keluarkan." Kata Dokter Maya dan Jenar pun langsung mengikutinya,


"Aaaaaakkrhhh." Jenar mengejan sambil menjambak rambut Arya dengan kuat sehingga membuat Arya ikut memekik kesakitan.


"Aduh duh aduhh sakit yank," teriak Arya.


"Ayo lagi je," kata Dokter Maya.


"Sakit mas," lirih Jenar sambil mengatur nafasnya. "Aaaaaaakkkkkhhhh."


"Oeekk oeekk." Satu bayi keluar dengan selamat dan langsung menangis kencang.


"Selamat anak pertama kalian laki-laki." Kata Dokter Maya lalu segera memberikan bayi pertama Jenar kepada suster untuk di berikan.


"Anak kita laki-laki sayang," ujar Arya bahagia.


"Aaaaa sakitt lagi mas," teriak Jenar kala merasakan kontraksi kedua.


"Ayo Je, lakukan sekali lagi ya." Kata Dokter Maya.


Jenar pun langsung mengatur nafasnya dan mulai menarik nafasnya dalam.


"Huhh eeeuggggggg."


"Sekali lagi Je." kata Dokter Maya.


"Mass sakitt Jenar gak kuat." Kata Jenar dengan wajah sendunya.


"Semangat sayang, sedikit lagi, baby twin J sudah ingin bertemu mommy nya, pliss kamu kuat," ujar Arya memberikan semangat pada Jenar.


Cup! Arya mengecup kening Jenar dengan lembut.


Jenar pun mencoba mengumpulkan tenaganya lagi dan kembali menarik nafas dalam.


"Aaaaaaaahhhh."


"Oeekk oeekk aaaa oekk,"


"Woahh dua laki- laki sejati." Ujar Dokter Maya tersenyum.


"Terimakasih sayang, terimakasih," Arya menghujani wajah Jenar dengan ciuman membuat Jenar tersenyum tipis.


"Mas, aku lelah ..." lirih Jenar sambil memejamkan matanya.


Deg! Arya terkejut kala melihat Jenar terkulai lemas dengan mata terpejam. "Sayang, hey jangan tidur dulu," ujar Arya menepuk nepuk wajah Jenar.


"Sayang ..." panggil Arya lagi namun tidak ada pergerakan dari Jenar. "May, Jenar kenapa?" teriak Arya panik.


Dokter Maya yang tengah memotong tali pusat pada bayi Jenar pun terkejut kala mendengar teriakan Arya.


"Astaga?" pekik Dokter Maya.


Hayoo hayoo ada apa nih sama Jenar?


💃💃💃


Welcome to baby twin J 😍


Tapi kenapa dengan mommy Jenar ? 🤔