Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Upin ipin


Suasana sore hari di kediaman Pranata, Jenar dan Aiden tengah menonton acara kartun si kepala botak berdua sambil mengemil Ciki snack kentang bersama jus jeruk (Sungguh nikmat yah).


"Perasaan sekolah mereka sama Aiden duluan mereka deh, tapi kenapa mereka gak naik naik kelas ya tan," tanya Aiden sambil memakan keripik kentang nya.


"Mungkin karena gurunya terlalu sayang sama mereka," jawab Jenar asal.


"Berarti Aiden gak di sayang gitu maksud nya sama Bu guru, makanya Aiden selalu naik kelas," protes Aiden kesal membuat Jenar tertawa.


"Lagian pertanyaan kamu begitu, ya mana tante tau hahaha," kata Jenar tertawa.


"Tapi heran ya tan, masak iya itu rambut gak numbuh - numbuh begitu," kata Aiden.


"Biar hemat shampo tau, dan juga mereka gak perlu repot repot ke salon untuk pangkas rambut kan," kata Jenar menimpali ucapan Aiden.


"Nah, kalau kamu mau yuk tante anterin ke salon," kata Jenar semangat.


"Mau apaan?" tanya Aiden bingung.


"Mau di botakin kaya mereka," tawa Jenar pecah melihat raut wajah kesal Aiden.


"Duh serunya yang lagi berduaan." Kata Bian yang baru pulang dari kampus dan langsung ikut mendudukkan tubuhnya di samping Jenar.


"mas Bian bauuu," pekik Jenar cemberut sambil.menutup hidungnya. "Mandi sana jangan disini ah." Katanya lagi.


"Astaga Je, bau darimana sih, gue masih wangi enak aja," kata Bian kesal sambil mendengus aroma tubuhnya sendiri.


"Gak mau tau pokoknya sana mandi, jangan ikutan duduk disini kalau belom mandi," kata Jenar mendorong dorong tubuh Bian.


"Ya Allah dosa apa sih hamba bisa punya ipar kaya begini," gerutu Dimas.


"Bukan kemauan Jenar mas, tapi dua keponakan mas Bian disini yang gak suka bau keringet," kata Jenar santai lalu memakan keripik nya lagi.


Sambil terus menggerutu Bian pun segera ke lantai atas untuk membersihkan diri, namun saat di tengah tangga bersamaan dengan Lira yang sedang ingin menuruni tangga.


"Ngapain kamu di atas?" tanya Bian penuh selidik.


"Mo nyolong ati orang, kali aja ketinggalan di kamarnya, eh ternyata gak ada," jawab Lira santai.


"Dasar gila," kata Bian lalu segera kembali menaiki tangga.


"Gapapa gila yang penting cantik," kata Lira percaya diri membuat langkah Bian kembali terhenti.


"ada," jawab Lira sambil mendomgakan wajahnya karena kini ia berdiri di anakan tangga yang lebih rendah dari Bian.


"Kenapa gak ngaca disana, seberapa buruk muka lo itu," kata Bian ketus.


"Daripada ngaca disana, mending Lira ngaca lewat sorot mata kamu," jawab Lira tersenyum menatap lekat mata Bian. "Tuh lihat, Lira cantik banget."


"jadi orang jangan PD akut nanti overdosis," kata Bian ketus langsung membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkahnya.


"Gapapa OD juga kan penawarnya ada disini," jawab Lira terkekeh sendiri.


'Oh Dylan ku, love love deh,, gapapa gak bisa dapetin yang asli, yang KW pun gak kalah kerennya, bahkan lebih nyata,' gumam Lira terkekeh lalu langsung kembali ke belakang. Tadi Lira ke lantai dua hanya untuk menyalakan lampu dan menutup pintu balkon.


Makan malam telah tiba, kini semua sudah berkumpul di meja makan dan mulai makan dengan tenang.


"Je, berapa usia kandungan kamu sekarang nak," tanya Tamara lembut.


"Hemm jalan 8 bulan mah," jawab Jenar sambil makan.


"Woahh mama gak sabar mau gendong cucu baru," kata Tamara antusias. "Oh ya, apa kalian kemarin sudah tau apa jenis kelamin mereka?" tanya nya lagi.


"Belum mah, kami sengaja tidak menanyakan itu, biar jadi surprise aja, lagi pula mau laki-laki atau perempuan sama aja," kata Arya.


"Twin J cowok om, Aiden yakin itu," kata Aiden.


"Sok tau lo anak tuyul," kata Bian.


"Kalau om gak percaya ya sudah lihat aja besok kalau mereka sudah lahir," kata Aiden tersenyum miring.


"Oh ya kapan persis nya kamu akan lahiran Je?" tanya Tamara.


"Hemm sekitar 4mingguan lagi mah. Bisa cepet bisa juga lama, tapi kata Dokter Maya biasanya hamil kembar itu sangat jarang ada yang bisa sampai usia 9 bulan, kebanyakan katanya kurang dari segitu sudah lahir," kata Jenar menjelaskan, "Tapi Jenar gak tau ikut type mana, lama atau cepet."


"Pokoknya Arya harus jadi suami yabg siaga, kalau ada apa apa langsung teriak panggil mama atau siapapun," kata Tamara di iyakan oleh Arya.


Bersambung. . . . .


Udahan dulu ngehujat om Duren nya yah,, 🙈💃 lanjut nanti lagi 😅😂