Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Lomba menangkap LELE


"Mas Bian," panggil Jenar melihat Bian menuruni tangga.


"Ada apa?" tanya Bian waspada.


"Mas Bian mau kemana kok ganteng banget sih," ucap Jenar tersenyum simpul membuat Bian menelan Saliva nya.


'Ya Allah semoga tidak aneh aneh lagi,' gumam Bian dalam hati yang sudah memiliki firasat tidak enak saat melihat senyum Jenar.


"Kenapa Jenar yang cantik dan baik hati juga tidak sombong," ujar Bian dengan senyum terpaksa nya. 'Kenapa dulu gue bisa suka sama bocah begini ya ya, suka banget nyiksa gue,' batin nya.


"Mereka mau Lele," kata Jenar memelas sambil mengelus perutnya yang sudah besar.


'Nah kan, apa gue kata,' batin Bian.


"Hemm goreng atau bakar, aku beliin ya," kata Bian hati hati, walau ia tak yakin bahwa Jenar meminta lele hanya LELE.


"Mas," ucap Jenar semakin memelas,"tapi aku maunya yang masih Hidup," sambungnya dengan memanyunkan bibirnya.


'Tw**in J, lo belom berojol aja nyusahin gue, awas aja lo ntar kalau udah keluar dan gak patuh sama gue, gue pites kalian,' umpat Bian dalam hati.


"Berapa?" tanya Bian pada akhirnya.


"Beliin dua atau tiga kilo, eh empat kilo juga boleh," kata Jenar dengan wajah bersinar.


"Banyak banget, kamu mau jualan pecel lele?" tanya Bian terkejut.


"Udah, pokoknya mas Bian beliin itu aja, ajak juga mas Arya yah," kata Jenar memohon.


"Nah cakep tuh kalo mesti ngajak dia," kata Bian lalu kembali ke lantai atas guna membangunkan Arya yang masih tertidur.


Setelah terjadi pertengkaran antara anak setan dan anak singa, juga Drama sang tuan putri akhirnya Arya menuruti permintaan Jenar, dan disinilah mereka (Pasar).


Bian dan Arya menghabiskan minggu pagi nya untuk berkeliling pasar mencari ikan lele, padahal Bian sudah memiliki rencana akan pergi bersama dengan teman teman nya, namun kalau sudah begini ia tidak bisa menolak karena uang jajan yang akan jadi taruhannya.


"Sayang, ini terus mau kamu apain?" tanya Arya saat sudah sampai di rumah dan melihat Jenar sedang duduk di teras bersama Aiden.


"Bawa kebelakang mas," kata Jenar lalu beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah taman belakang. "tuh masukin bak itu," kata Jenar lagi.


"Jenar pengen lihat, mas Bian sama mas Dimas lomba bersihin lele itu," kata Jenar santai membuat Bian dan Dimas yang baru saja bergabung langsung berteriak.


"Whaaatt!" teriaknya Dimas dan Bian, namun Arya malah terkekeh.


"Jenar, lo yang bener aja dong, gue udah rapi begini dan udah nyempetin waktu buat nyari tuh lele di pasar masa sekarang masih harus ngebersihin," kata Bian kesal, "Kenapa gak sekalian dari tadi aja kita minta bersihin tukang ikannya," kata Bian, karena geli memegang lele yang licin dan masih hidup itu, tentu saja Bian dan Dimas bingung bagaimana cara membersihkan ikan ikan itu.


"Jenar kan pengen lihat kalian lomba, dapet nya banyakan siapa," kata Jenar semangat, "Oh ya Aiden panggil mbak lira," ucap Jenar lagi.


"Ada apa non Jenar manggil Lira?" tanya Lira saat telah di panggil oleh Aiden.


"Ah itu Lira, aku pengen kamu ikutan lomba," kata Jenar bersemangat.


"Hah, lo lomba apaan non," tanya Lira deg deg an lalu Jenar menunjuk ke arah bak besar yang sudah di isi oleh Ikan Lele, membuat Lira langsung menelan Saliva nya.


"Ta tapi non, sa saya," ucap Lira bergidik geli sendiri.


"Udah gapapa, ayo biar seru," kata Jenar mendorong Lira hingga Lira menubruk dada bidan Bian.


Brug!


"Aduhhh," keluh Lira mengusap keningnya yang sakit, "Ini dada manusia apa dada Badak sih keras banget."


"Njirr akait ogeb," kesal Bian karena dadanya di pukul oleh Lira.


"Sakitan jidat Lira tuh ampe merah," kata Lira melotot hingga tanpa sengaja mata mereka beradu pandang beberapa saat.


Deg. Deg. Deg.


'Astaga mamah, kenapa jantung Lira disko begini, apa jangan jangan Lira durhaka sama mamah makanya Lira kena serangan jantung,' gumam Lira sambil memegang dadanya.


'Shit, perasaan macem apa ini,, ya kali gue dmeen sma ni anak,' gumam Bian yang sudah mengerti arti getaran di hatinya namun ia enggan mengakuinya.


Setelah perdebatan panjang, akhirnya Dimas, Bian dan Lira berlomba menangkap ikan Lele dan membunuh serta membersihkannya.


"Astaga, nih lele mirip banget sama anak abang tuh, licin banget," keluh Bian kesal karena sedari tadi hendak mengambil namun selalu lolos.


"Ayo pi, kalahin mbak Lira sama om Bian," ucap Aiden berteriak memberikan semangat kepada Dimas.


"Ayo Lira, kalahin dua jones itu," teriak Jenar bertepuk tangan membuat Dimas dan Bian langsung menatap Jenar karena merasa tersinggung dengan sebutan 'JONES'.


"Jenar berkata jujur kok kenapa kalian lihatin Jenar begitu?" kata Jenar langsung bersembunyi dibalik punggung Arya.


"Sabar yah," kata Arya terkekeh meledek kedua saudaranya.


"Waaahh,, ada apaan ini rame rame begini," tanya Tamara yang baru saja datang.


"Tuh calon cucu mama ngerjain kita lagi," keluh Bian kesal namun malah membuat Tamara tertawa.


"Woahh seruh nih, papaaahhh paaah," teriak Tamara memanggil Adi yang sedang bersantai di ruang keluarga.


"ada apaan sih teriak teriak," kata Adi menghampiri Tamara.


"Tuh lihat anak anak kamu, lagi lomba kamu ikutan juga gih pah," ucap Tamara memohon.


"Ngawur kamu mah," kata Adi menggelengkan kepalanya.


"Ayolah pah, ikut sana demi calon cucu kita," kata Tamara mencangkupkan kedua tangannya di dada.


Adi melirik ke arah Jenar dan Arya, "Emang papa harus ikut?" tanya Adi.


"Iya papa harus ikut, iyakan Jenar," kata Tamara menatap Jenar lalu menganggu kan kepalanya.


"Heeemm," Jenar bingung harus menjawab apa karena ia merasa tidak enak kepada mertuanya, tapi melihat tatapan mata Tamara akhirnya Jenar mengiyakan, "Hemm kalau papa mau," kata Jenar tersenyum kikuk sambil mengelus perutnya.


"Bukan permintaan Jenar ya mas, itu permintaan mamah, mas Arya lihat sendiri kan," ucap Jenar berbisik sambil meremas kaos Arya.


"Santai aja, papa gak akan marah sama kamu," kata Arya terkekeh melihat Jenar yang sepertinya takut kepada Adi.


"Ayo papa, semangattt," teriak Tamara heboh melihat Adi menangkap ikan lele yang sudah di lepas di rerumputan bukan lagi di dalam bak.


"Huaaa huaaaa," Teriak Lira heboh kala menyentuh ikan lele yang licin membuatnya geli sendiri.


"Apa sih," kata Bian.


"Jangan deket deket lira jauh jauh hus hus," ucap Lira menjauh dari Bian yang sedang memegang ikan Lele membuat senyum jahat tersungging di bibir Bian.


Bian semakin mendekati Lira membuat Lira semakin ketakutan, "Liraaa sinii," kata Bian lembut sambil memegang lele di tangannya.


"Gak mau gak maauu," teriak Lira sambil berlari, dan Bian segera mengejarnya, hingga membuat Lira terjatuh dan Bian ikut terjatuh karena kaosnya di tarik oleh Lira.


Brug!


"Oops," ucap Aiden yang langsung memalingkan wajahnya.


"Kayaknya mamah bakal punya mantu baru deh," kata Dimas terkekeh.


"Astaga, mata mama ternodai," ucap Tamara menutup matanya dengan tangan.


"Apakah Jenar juga harus menutup mata dan perut Jenar?" tanya Jenar polos.


"Kenapa?" tanya Arya bingung.


"Biar mata Jenar juga tidak ternodai dan juga mata anak anak kita," kata Jenar lalu membalikkan tubuhnya, "Jenar madep sini aja deh biar gak lihat," sambungnya membuat Arya menepuk keningnya.


"Biar gak ternodai? lah kan kamu setiap hari sudah melihat dan merasakan yang lebih sayang," ucap Arya berbisik di telinga Jenar membuat sembruat merah terpancar di wajah Jenar.


"Mas Aryaaaa," Teriak Jenar membuat lamunan Bian dan Lira langsung tersadar dan langsung menjauhkan dirinya.


Bersambung 👏💃💃💃


Hay sayang, Mommy ada Rekomended Novel bagus lagi nih,


"Menikah karena Janji"


"Gadis galak jadi istri CEO"


Karya kak Edy suheri*, jangan lupa mampir yaaa 😘😘🤗🤗🤗