
"Mas," panggil Jenar saat memasangkan dasi pada Arya.
"Apa sayang," jawab Arya sambil memeluk pinggang Jenar.
"Hemm nanti aku mau jalan sama anak anak boleh?" tanya Jenar meminta izin, Hari ini Jenar ingin berbelanja untuk menyiapkan surprise party untuk Chaca.
"Kemana?" tanya Arya.
"Paling mall situ aja yang deket, besok kan ulang tahun Chaca, tadi Hanna ngajakin nanti siang buat cari kado bareng," jelas Jenar, "Aiden juga ikut kok," sambungnya.
"Ya udah tapi harus hati hati, twin J gak boleh kenapa napa," kata Arya tegas lalu ia menundukkan kepalanya untuk mencium perut istrinya.
Cup. Dug!
"Aduhh," keluh Jenar selalu terkejut dengan tendangan tiba tiba oleh sang jagoan nya, membuat Arya terkekeh.
"Sayang sayang Daddy eh enaknya manggilnya apa ya nanti, Daddy, papa, papi atau ayah," kata Arya bingung sambil menggaruk tengkuknya.
"Apa aja Jenar nurut kok," kata Jenar lalu berfikir, "Tapi kalau Jenar di panggil Mommy lucu juga kali ya," katanya sambil tersenyum.
"Ya udah kalau begitu panggil Daddy," kata Arya lalu mengangkat tubuh Jenar membuat Jenar memekik karena takut terjatuh, bukan nya apa Jenar cukup sadar diri karena kini tubuhnya bertambah drastis, ia takut Arya tidak kuat lalu ia terjatuh.
"Aaaaa mas Aryaaaa," pekiknya membuat Arya terkekeh lalu Arya mendudukkan Jenar di tempat tidur.
"Mas Arya tuh kebiasaan, Jenar tuh sekarang tambah berat, kalau jatuh gimana," ucap Jenar mengomel.
"Enggak sayang, bahkan kalau berat badan mu bertambah 20kg pun mas masih kuat kok ngangkat kamu," Ucap Arya lalu segera mengecup bibir Jenar sekilas.
Jenar tidak menjawab, ia masih deg deg an karena terkejut dan kesal dengan perlakuan Arya. Akhirnya Arya kembali menggendong Jenar ala brydal style menuju ruang makan untuk sarapan bersama, dengan wajah Jenar yang masih di tekuk kaya baju belum di setrika.
🍁
Sore hari Bian, baru pulang dari luar kota, ia merasa begitu lelah karena menyetir sendirian, teman teman nya tak ada yang bisa di suruh gantian.
"Eh den Bian sudah pulang, katanya besok?" tanya mbok Ni saat membuka pintu dan melihat wajah lelah Bian.
"Tugasnya udah selesai mbok, haduh capek banget Bian mbok," keluh Bian sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
"Den, langsung ke kamar aja mbok mau beresin ini, mau ada tamu soalnya," kata mbok Ni mengusir secara halus, membuat Bian mendengus kesal.
Karena merasa lelah Bian pun langsung tertidur dengan pulas hingga ia tidak menyadari bahwa ia memeluk sesuatu yang membuatnya sangat nyaman.
🍁
Jenar, Aiden, Hanna dan Nayla sudah sampai di rumah dengan selamat, mereka sangat menikmati jalan jalan nya seharian ini.
"Tante mau minum?" tanya Aiden yang melihat Jenar begitu kelelahan, tanpa menunggu jawaban dari Jenar, Aiden segera berjalan menuju dapur mencari mbok Ni untuk membuatkan minum namun ia tidak menemukan mbok Ni.
"Mbokkk," panggil Aiden namun tidak ada jawaban, hingga Jenar tiba tiba sudah berada di belakang Aiden.
"Tante bisa buat sendiri sayang," kata Jenar lembut, lalu ia segera meraih air dingin dari kulkas dan membuatkan es jeruk untuk kedua teman nya.
"Aiden mau?" tanya Jenar namun Aiden menggelengkan kepalanya. "Mbok Ni lagi pergi mungkin," kata Jenar.
"si embak kemana? gak ada juga," kata Aiden cemberut kesal karena mencari salah satu ART barunya tidak ada juga. yah beberapa hari yang lalu mbok Ni baru mendapatkan teman lagi selain Alya.
"Mungkin pergi sama mbok Ni, udah yuk ah," kata jenar mengajak Aiden kembali ke ruang tamu.
"Si Chaca gimana nih kabar nya seharian kita cuekin?" kata Hanna menyeruput es di depan nya.
"Entahlah, duh padahal aku pengen banget tau ikutan nanti malem," kata Jenar lirih, sudah di pastikan Jenar tidak akan bisa ikut mengerjai Chaca malam ini karena singa jantan nya tidak akan memberikan nya izin.
"Nanti kita Video call," kata Nayla tertawa membuat Jenar semakin memberengut kesal.
🍁
Bian mengerjapkan matanya perlahan saat merasa bahwa ia menemukan sesuatu yang berbeda di sampingnya. Bagaimana bisa ia merasa bahwa tangan nya sedang berada di sebuah benda kenyal yang entah apa itu, yang pasti bukan guling atau bantal, sangat tidak mungkin bila Bian menaruh Squishy atau mainan di ranjang kan.
"Aaaaaaaaaa," Teriak Bian begitu kencang saat menemukan tangan nya ternyata berada di atas dada seorang gadis.
Mendengar teriakan Bian membuat snag gadis itu ikut bangun lalu matanya ikut membola dan terkejut kala menemukan ia tertidur satu ranjang dengan laki laki.
"Aaaaaaaaa," pekiknya sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.
Hayooo, siapa itu yang di kasur mas Bian? 💃💃💃💃
Maafin mommy yaa, sebenernya mommy udah Up dari kemarin, dan mommy udah siapin Bonus juga buat malem mingguan, tapi belum di lolosin oleh pihak Noveltoon nya, mommy juga gak tau kenapa, tapi mommy Update di Narra dan Arti lancar, entah kenapa giliran disini masih review terus 😫😫😭