
"Oke, baiklah Dok, saya akan coba paksa lagi nanti," kata Jenar.
"Jangan terlalu banyak aktifitas ya, tidak ada pantangan makanan atau apapun untuk ibu hamil asal masih pada Porsinya," ujar Dokter Maya.
"Oh iya May, apakah kami masih bisa melakukan hubungan itu?" tanya Arya pada akhirnya karena sedari tadi dia sudah diam.
Jenar membulatkan matanya dengan tajam mendengarkan pertanyaan Arya.
"Kenapa?" tanya Arya dengan wajah tanpa dosa.
"Boleh asal tidak sering, yaaah bisa lah kalau sebulan sekali," ucap Dokter Maya sambil mengulum senyum, ia sengaja mengatakan itu untuk mengerjai Arya.
"Hey, apa kau bercanda?" pekik Arya tidak terima.
"Mas Arya apa apaan sih nanya nya begitu ah bikin malu," keluh Jenar cemberut.
"Hahaha tidak apa nona Jenar, itu pertanyaan yang sering di tanyakan oleh para suami disini, saya sudah biasa," ucap dokter Maya menahan tawa melihat ekspresi kesal Arya.
"Sebenernya boleh saja di lakukan beberapa hari sekali, jangan setiap hari dan juga jangan asal keluar di dalam, karena itu akan dapat memicu kontraksi dini pada rahim, dan mengingat umur nona Jenar yang masih muda dan langsung mengandung dua janin sekaligus saya sarankan ANDA tuan ARYA PRANATA, agar tidak bermain kasar dan jangan terlalu sering," kata Dokter Maya.
"Mana ada aku kasar, iya kan sayang," ucap arya lalu mengecup kening Jenar dengan lembut, namun mendapat balasan sebuah Cubitan mesra di pinggang Arya.
"Aaaaawwwhhh, sakit yank," kata Arya mengaduh kesakitan.
"Lagi mas Arya malu maluin," kata Jenar cemberut.
"Ngapain malu sama orang kaya dia, gak usah kamu fikirin," Arya lagi lagi mengecup kening Jenar dengan mesra, hingga membuat sang Dokter jengah.
"Cihhh, ngumbar kemesraan disini sialan emang pasien gak ada akhlak." cibir Dokter Maya Kesal.
"Iri, bilang dong," kata Arya dengan senyum smirk nya.
"Ya iyalah aku iri, aku juga pengen pulang nemuin suamiku, udah sana sana kalian pulang, biar aku juga bisa cepet pulang, dan jangan lupa ini Vitamin serta obat pereda mual nya di minum rutin," kata Dokter Maya.
"Bukankah aku seharusnya mendapat Bonus karena sudah memeriksa istrimu dan kedua calon anak mu," ucap Dokter Maya tersenyum.
"Ciihh., baiklah karena Aku sedang senang maka kamu boleh LEMBUR hari ini," ucap Arya lalu menggandeng tangan Jenar untuk pulang, "Ayo sayang, kita pulang."
"Yaaa, Arya sialaaan," Kesal Dokter Maya. "Huuhhh akhirnya kamu kembali jadi Arya yang dulu lagi," gumam Dokter Maya dalam hati.
**
"Lan, mau makan siang dimana?" tanya Dimas kepada Arlan, Saat ini Dimas masih berada di Kantor Arya untuk menghandle kerjaan Arya yang di tinggalkan akibat Bulan madu.
"Oh, saya mau makan siang dengan pacar saya bos," jawab Arlan sambil tersenyum lebar.
"Sejak kapan lo punya pacar?" tanya Dimas heran.
"Hemm kira kira semingguan bos hehee," jawab Arlan terkekeh.
"Haisss, sana sana pergi sana," Ucap Dimas dengan kesal.
"Makanya Bos, cari pacar jangan MENUNGGU YANG TAK PASTI," ujar Arlan menyindir.
"Sialan, udah lah mending gue balik aja," kata Dimas, akhirnya ia memilih makan siang di rumah saja daripada di luar sendirian terlalu mencolok bahwa dia seorang JOMBLO.
Dimas mengendarai mobilnya menuju Rumah utama namun lagi lagi di tengah jalan ia tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenal.
"Itu bukan nya cewek yang waktu itu?" gumam Dimas dalam hati. Dimas memperlambat laju mobilnya dan menepikan nya di pinggir taman.
Dimas masih di dalam mobil memperhatikan cewek yang pernah ia temui di jalan dulu, lama Dimas memperhatikan nya tiba tiba dia malah melihat seseorang yang lebih ia kenal lagi, membuat matanya sukses membola melihat interaksi kedua manusia di depan sana.
Hayooo, siapa kira kira yang Dimas lihat?
Tebak kuy, dua orang loh 😂🙈