
Sesampainya dirumah, Jenar segera masuk kedalam.kamarnya lalu merilexkan tubuhnya di Bathtup.
"Kenapa kak Fahmi baru datang sekarang,"
"Andai kakak datang sebelum kejadian itu pasti Jeje gak akan terjebak dalam pernikahan paksa seperti ini,"
Gumam Jenar dalam hati sambil memejamkan matanya hingga tanpa sadar ia pun tertidur di Bathtup. Sedangkan di dalam kamar, Arya terus mondar mandir menunggu Jenar keluar dari kamar mandi, namun tak juga ada tanda tanda Jenar akan membuka pintu.
dor dor dor! "Sayang, buka pintu nya," Teriak Arya sambil menggedor pintu, namun tidak ada jawaban pula dari dalam.
Arya pun segera mencari kunci cadangan kamar mandi, ia takut Jenar kenapa napa di dalam kamar mandi, Dan setelah Arya berhasil membuka pintu itu, bensr saja ia melihat Jenar tertidur di dalam Bathtup.
Arya pun langsung mengangkat tubuh polos istrinya lalu merebahkan nya di sofa, karena tubuh Jenar basah. Arya dengan telaten mengelap tubuh polos Jenar dengan sabar, karena ia harus berperang dengan batin nya agar ia tidak menyerang istrinya.
Setelah selesai memakaikan Jenar daster, Arya kembali mengangkat tubuh Jenar ke tempat tidur lalu menyelimutinya.
"Aku akan jelasin nanti saat kamu bangun," gumam Arya lalu mengecup kening Jenar.
Arya pun keluar meninggalkan kamar dan menuju ruang kerja nya.
"Loh bang, kok lo udah di rumah?" tanya Bian saat melihat Arya akan masuk ke ruang kerja.
"Lagi pengen dirumah aja, biar bisa sekalian manjain istri," kata Arya menyindir Bian.
"Sue, bodo amat," kata Bian ketus lalu segera meninggalkan Arya yang terkekeh.
🍁
Makan malam semua sudah berkumpul di meja makan, Seperti biasa acara makan selalu du bumbui dengan candaan dan kehangatan di keluarga Pranata.
"Tante makan sayur yang banyak biar baby twin nya sehat," kata Aiden.
"Makasih kakak," kata Jenar menirukan suara anak kecil.
"Aiden gak mau di panggil kakak," kata Aiden cemberut.
"Lalu?" tanya Arya kini ikut bicara.
"Abang," kata Aiden bergaya sok cool.
"Abang tukang bakso ya," kata Bian terkekeh.
"Enak aja, mana ada tukang bakso seganteng Aiden begini," kata Aiden kesal.
"Om Bian tuh yah, gak ada henti hentinya ngegodain Aiden, om Bian ngerasa kalah saing ya karena ke gantengan Aiden di atas om Bian?" kata Aiden lagi membuat semua tertawa.
"Sue banget sih lu bocah, gantengan juga gue daripada elu," kata Bian.
"Aiden lah," kata Tamara.
"Aiden," kata Adi.
"Mama sama papa bener bener yah bukan ngebelain anak sendiri, malah belain anak tuyul," sungut Bian kesal.
"Aiden tetap nomor dua," kata Jenar memberikan Jempolnya untuk Aiden.
"Nah Cakep," kata Bian mengira Jenar membelanya.
"Eits bukan mas Bian nmr satu nya tapi mas Arya," kata Jenar nyengir membuat Bian semakin kesal tapi semua malah tertawa.
"Udah om akui aja, Aiden memang lebih ganteng dari om," kata Aiden, "nyatanya Om Bian jomblo sedangkan Aiden enggak," kata Aiden terkekeh.
"Aiden," Ucap Dimas membuat Aiden tersadar ia keceplosan bicara.
"Aiden punya pacar?" kata Jenar heboh.
"Eh enggak tante, bukan gitu cuma temen kok iya beneran deh cuma temen," kata Aiden.
"Bohong tuh bang, udah sita aja Hape nya, masih kecil juga udah pacar pacaran." kompor Bian.
"Enak aja, mana ada begitu," kata Aiden kesal dengan Bian.
"Mulai besok papi yang akan antar jemput kamu," kata Dimas dingin membuat Aiden menatap Bian horor.
Setelah selesai makan, Jenar menghampiri Aiden ke kamarnya, ia tau Aiden pasti sedang kesal lantaran Hape nya di sita oleh sang papi.
"Hey boy," kata Jenar sambil mendudukkan dirinya di kasur milik Aiden, Aiden sedang membaca komik tapi wajahnya cemberut.
"Kenapa tante kesini, nanti di cariin sama singa nya loh," kata Aiden.
"Tenang aja singa nya udah jinak kok, kalau dia berani marah tinggal tante kunciin aja pintunya." jawab Jenar santai.
"Kalau tante yang malah di kunciin dari dalem gimana?" tanya Aiden.
"Gampang lah, tante tinggal tidur aja disini sama Aiden," jawab Jenar santai," Lagian kasur ini lumayan gede juga kok."
"Tante beneran mau tidur sama Aiden?" tanya Aiden antusias, Jenar tidak mengira bahwa ucapan nya akan mendapat respon seperti ini.
Aiden yang sejak kecil memang selalu tidur sendiri tanpa sosok seorang ibu di samping nya, merasa antusias saat ada seorang wanita dewasa yang mau menemaninya tidur, Aiden sangat haus akan kasih sayang seorang ibu, namun ia tidak mau papi nya tau maka akan membuat papi nya sedih.
Jenar akhirnya menemani Aiden bercerita sambil tertidur, namun tengah malam tiba Jenar merasa tubuhnya melayang di udara, dan saat ia membuka mata nya, Jenar terkejut kala ia berada di gendongan seorang pria.
Woaahh Jenar bisa terbang 💃💃💃💃