Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Main yuk


Saat Jenar keluar dari kamar mandi, ia tidak mendapati Arya di dalam kamarnya, Jenar mencari Arya hingga ke balkon dan walk in closet namun Arya tidak juga ia temukan.


"Ngilang aja terus," gumam Jenar pada dirinya sendiri lalu ia segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka, Arya masuk dengan membawa segelas susu dan piring berisi kue untuk Jenar.


"Sayang, kamu sudah selesai?" tanya Arya meletakkan nampan nya di atas nakas dan mendudukkan dirinya di samping Jenar.


"Hey, kenapa kok mukanya di teekuk begitu?" tanya Arya menyerngitkan keningnya karena melihat Jenar hanya menatapnya dengan cemberut.


"Ngilang aja terus," kata Jenae ketus, membuat Arya paham kenapa Jenar seperti itu.


"Tadi mas buatin susu sama bawain cemilan," kata Arya tersenyum, "Kamu kan kalau malam suka bangun dan jalan jalan ke dapur sendirian," sambungnya.


"Kok mas Arya tau," tanya Jenar terkejut lantaran Arya mengetahuinya yang suka keluyuran ke dapur setiap malam karena merasa perutnya laper, tanpa Jenar sadari bahwa setiap jenar jalan pelan pelan ke dapur, Arya selalu mengikutinya dan mengawasi Jenar.


"Ini minum dulu susunya," kata Arya tanpa menjawab pertanyaan Jenar, "Anak - anak Daddy, sehat selalu ya sayang ya," kata Arya mengelus perut Jenar.


"Iya Daddy," kata Jenar menirukan suara anak kecil.


"Ya udah sekarang tidur yuk," kata Arya lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Jenar dan mulai merentangkan sebelah lengannya untuk dijadikan bantal oleh Jenar.


"Mas," panggil Jenar memainkan dada bidang Arya dengan jari telunjuknya.


"Kenapa sayang?" tanya Arya.


"Kalau Jenar pengen main gimana?" tanya Jenar lirih.


"Main kemana? sama siapa?" tanya Arya cepat.


"Sama mas Arya lah, emang Jenar boleh main sama siapa lagi kalau bukan sama mas Arya," jawab Jenar cemberut.


"Dimana sayang?" tanya Arya, "Dan main apa?"


"main disinilah emang mau dimana lagi," kata Jenar sedikit ketus karena sebal dengan Arya.


"Kok jadi marah sih?" tanya Arya bingung.


"Iihhh, Jenar tuh pengen main sama mas Arya ah gak peka peka," kata Jenar cemberut seketika membuat otak Arya langsung paham dan membuatnya tertawa terbahak bahak.


"Gak usah ketawa," kata Jenar kesal.


"Lagi kamu nanya begitu mana mas paham sayang," kata Arya saat sudah selesai dengan tawanya.


"Hayuk lah kalau mau main," kata Arya semangat 45.


"Gak jadi, udah gak mood," kata Jenar langsung membelakangi Arya dan menutup dirinya dengan selimut.


"Sayang," panggil Arya memeluk Jenar dari belakang.


"Udah sana tidur, Jenar gak jadi mau main, mau tidur aja," kata Jenar ketus.


Arya tidak menjawab ucapan Jenar, ia langsung menciumi tengkuk leher Jenar dengan lembut sehingga membuat tubuh Jenar menegang seketika.


Tangan Arya pun tidak tinggal diam, ia juga mulai mencari mainan kesukaan nya, "kalau kamu gak mau main, biar mas aja yang main," kata Arya berbisik di telinga Jenar membuat Jenar semakin merinding.


Dan akhirnya terjadilah permainan yang hanya di ketahui Arya dan Jenar 🙈😂(Mommy gak tau loh yah, mommy gak lihat soalnya 🙊🙈)


"Mbok, besok Lira pengen izin keluar boleh gak?" tanya Lira kepada mbok Ni, saat ini mereka tengah menonton televisi bersama.


"Kemana Ra?" tanya mbok Ni sambil makan kuaci.


"Lira ada urusan mbok," jawab Lira, "Hemm sore deh Lira udah balik," katanya lagi.


"Ya sudah pergi aja, nanti biar mbok Ni yang bicara sama nyonya Tamara," kata mbok Ni. "Tapi sore harus udah balik loh ya," sambungnya.


"Assiapp mbok," kata Lira memberi hormat kepada mbok Ni.


Lalu mereka kembali fokus menonton acara ikan terbang.


Tanpa mereka sadari ada yang tengah menguping pembicaraan keduanya di balik pintu dapur...


Bersambung 💃💃


Kenapa pada suka nguping sih yah 🙊🙈💃