Terpaksa Menikah Dengan Pembantu

Terpaksa Menikah Dengan Pembantu
Sangat memalukan


Dua hari sudah Jenar di rawat di rumah sakit, Entahlah Jenar merasa tidak enak dengan Arya, Jenar merasa kini tubuhnya lebih rewel dan manja setelah masuk ke keluarga Pranata, padahal sewaktu dulu ia di siksa oleh ibu dan saudara tirinya lebih parah dari ini tidak perlu ke rumah sakit, cukup beli obat warung saja dia sudah sembuh, tapi sekarang hanya demam saja sampai harus di rawat beberapa hari di rumah sakit,


"Kamu mau apa?" tanya Arya yang melihat Jenar menggerakan kaki nya


"A aku mau pipis," ucap Jenar pelan namun Arya masih bisa mendengarkan nya.


Arya langsung mengangkat tubuh Jenar dan membawanya ke kamar mandi


"Masss" Pekik Jenar terkejut, "Aku bisa sendiri"


"Kamu lupa apa kata Dokter," ucap Arya menatap tajam Jenar. Jenar hanya menghela nafasnya lalu memanyunkan bibirnya.


"Jangan memanyunkan bibir seperti itu," kata Arya dingin, lalu mendudukan Jenar di atas closet.


"Jangan galak galak begitu." balas Jenar ketus, "Mas Arya keluarlah," usir Jenar


"Kenapa harus keluar, nanti kalau kamu kesusahan gimana, kalau kamu jatuh gimana hem," jawab Arya cepat karena tak mau keluar, "Bukankah biasanya si Alya juga nemenin kamu sampai selesai"


"Yaaa! mas Arya" pekik Jenar kesal, "mbak Alya itu cewek, mas Arya cowok."


"Cowok begini aku SUAMI kamu kakau kamu lupa." jawab Arya sambil menyunggingkan bibirnya.


"Cihhh suami, suami cuma status doang," gerutu jenar


"Lalu kamu maunya apa," tanya Arya lembut lalu ia berjongkok di depan Jenar sambil menggenggam jemari tangan Jenar,


"Jenar, ayo kita mulai semua nya dari awal, kita mulai jalani rumah tangga kita seperti kebanyakan orang," ujar Arya tulus, Jenar dapat melihat itu dari tatapan mata Arya yang penuh dengan Cinta.


Deg.


"Ma maksud mas Arya gimana?" tanya Jenar kikuk dan gugup.


"Jenar, aku gak tau sejak kapan rasa ini hadir tapi aku kini sadar bahwa hatiku sudah mulai berlabuh padamu, Aku selalu merasa marah saat kau terlalu dekat dengan Bian, aku merasa sangat khawatir saat kamu tidak ada kabar, dan aku merasa sangat kesepian saat kamu tidak ada," kata Arya panjang lebar, "Jenar, maukah kamu menjadi istriku seutuhnya, melewati hari hari bersama ku dan menua bersama ku," tanya Arya dengan tegas


"Jenar kan memang sudah jadi istri mas Arya." jawab Jenar sambil senyum canggung, percayalah Jantung Jenar kini sudah seperti musik disko jedag jedug tidak karuan.


"Yah kamu benar, Kamu sudah menjadi Istriku, kalau begitu maukah kamu menjadi bagian dari hidupku untuk selamanya, menemani ku hingga tua dan menjadi Ibu dari anak anak kita kelak." ujar Arya lagi membuat Hati Jenar semakin melambung tinggi ke angkasa.


"Mas Arya." jawab Jenar menundukan kepalanya karena malu,


"Jawab Jenar, aku mencintai kamu dan ku mohon jangan tinggalkan aku, Aku janji tidak akan pernah nyakitin kamu, aku akan berusaha membuat kamu jadi wanita paling bahagia di dunia ini."kata Arya sambil mengecup Tangan Jenar, Jenar hanya menganggukan kepalanya dan terus menunduk karena menahan senyum dan malu. wajahnya sudah memerah seperti tomat,


"Angkat kepalamu," kata Arya gemas karena sedari tadi Jenar terus menunduk,


"Jenar malu mas," ucap jenar sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan nya.


"Kenapa mesti malu hemm," tanya Arya lembut


"Mas lihat kebelakang," ucap Jenar lirih, dan Arya langsung membalikan badanya, seketika wajahnya pucat pasi karena malu, "Shiittt." dan orang yang di belakang Arya tidak bisa menahan tawanya lagi, mereka tertawa terpingkal pingkal.


"Hahahaa haduh sialan perut gue hahaha." tawa Dimas Pecah saat melihat wajah Arya, begitupun Bian


"Trend terbaru nih, Nyatain cinta di WC hahahahaa." Bian berkata sambil memegang perut nya yang sakit karena tertawa,


"Yoi bener banget, besok lo harus bisa ngalahin si Arya Bi Hahahaa." kata Dimas di sela tawanya.


"Tenang, bang Arya baru di WC nanti gue juga bikin kali Hahaha, biar banyak yang jadi saksi" kata Bian, "Kan belum pernah ada tuh orang yang nyatain perasaaan nya di Kali sambil nyari ikan,"


"Lo mau nyari ikan apa mau boker hahaha." ujar Dimas,


"Kalian bisa diem gak!" pekik Arya keluar dari toilet, namun Dimas dan Bian malah semakin tertawa terbahak bahak.


Arya mengusap wajahnya dengan frustasi, MALU sudah pasti, lagi tadi kenapa ia tidak sadar bahwa mereka lagi di dalam toilet, Astaga,,,, Arya merutuki kebodohan nya sendiri, bisa bisa nya ia menyatakan perasaan nya pada Jenar saat berada di toilet.


"Jenar, gimana jawaban lo Hahahaha." tanya Bian masih dengan tawa nya, Sedangkan Jenar dengan cemberut lalu segera membanting pintu kamar mandi, Sedari tadi ia sudah menahan kemih karena ucapan Arya ditambah sekarang hadir Bian dan Dimas, Jenar sudah tidak bisa menundanya lagi,


"Jenar, lo gapapa kan" tanya Chaca khawatir


"Aku gapapa kok" jawab Jenar sambil tersenyum


"Gila aku panik banget saat tau kamu pingsan kemaren, maafin kita ya Nar, harusnya kita nyari kamu di toilet itu, kita hanya nyari di toilet satunya lagi," ujar Nayla


"Huum Nar, maafin kita kita yah," kata Hanna


"Kalian apaan sih, aku gak kenapa napa kok sungguh," ucap Jenar meyakinkan ketiga sahabat nya.


"Oh ya Nar, lo gak mau jelasin sesuatu sama kita kita," ucap Chacha dengan tatapan penuh selidik membuat Jenar gugup


"A apa ma maksud kalian" jawab Jenar sambil senyim canggung


"SU A MI" eja Chacha, Hanna dan Nayla bersamaan membuat Jenar menghela nafas nya, mungkin ini memang sudah waktunya Jenar harus menceritakan semuanya kepada sahabatnya.


"I iya, sebenernya aku memang sudah menikah beberapa bulan yang lalu," ujar Jenar


"Kamu jahat banget sih Nar, kenapa kamu gak ngabarin ke kita kita, kenapa kamu gak ngundang kita, kenapa kamu harus rahasiain ini dari kita." ujar Hanna beruntun, "Kamu tau gak aku sampai ngatain suami kamu orang gila salah sambung karena dia nelfon dan nanyain istrinya dimana, lah mana aku tau istri dia siapa, iyakan," sambung nya lagi.


"Kamu itu kalau ngomong biasain pake Rem kenapa sih," Kata Nayla kesal,


"Iya iya maaf, Pas aku nikah tuh semua serba dadakan, kamu inget pas hari wisuda itu nah hari itu juga aku nikah sama mas Arya," kata Jenar lalu mulai menceritakan semuanya tanpa di kurangi apalagi di tambahi,


"Jadi suami lo itu Rehan Arya Pranata Nar?" tanya Chacha heboh, di balas anggukan oleh Jenar. "Woaahh berarti Kak Fabian itu adek ipar lo," pekik Chaca, Jenar mengangguk lagi.


"Woaahh, pantes aja lo deket sama dia dan gak bisa jauhin dia," sambung nya lagi.


"Hemm,, begitu lah," kata Jenar sambil tersenyum simpul,


"Eh eh Nar, tapi kalian udah saling mencintai belum, tuan Arya kejam gak sama lo, kaya di Novel novel yang sering gue baca tuh begitu, Orang kaya CEO di jodohin sama orang yang gak di kenal lalu si istri di siksa di jahatin dan di selingkuhin,terus ... " ucap Chaca beruntun sukses mendatkan toyoran dari Nayla.


"Sialan, jidat manis gue jangan asal toyor woy," kesal Chaca


"Lagian kamu itu kebanyakan baca Novel jadi isi otak kamu itu CEO KEJAM terus," kata Hanna tak kalah kesal karena Chacha ini penggila Novel terlebih genre pernikahan paksa, Chaca berharap suatu saat ia juga akan di nikahkan paksa dengan seorang CEO, gapapa lah di siksa di awal kan nanti akhirnya sang suami Bucin juga ke dia dan hidup bahagia. begitu pikirnya


"Halu nya ni anak udah di atas batas wajar." ucap Nayla sambil menggeleng gelengkan kepalanya,


Jenar hanya Tertawa geli menanggapi semua kelakuan sahabat sahabat nya ini, Jenar merasa sangat sangat bersyukur karena kini hidup nya sudah jauhlebih baik dari dulu,


'Mungkin ini yang sering orang bilang 'Semua akan indah pada waktunya' gumam Jenar dalam hati sambil tersenyum.


Sudah cukup penderitaan yang Jenar rasakan dsri kecil mungkin kini waktunya bagi jenar untuk bahagia,


Berakit rakit kehulu


Berenang renang ke tepian


bersakit sakit dahulu


kini saatnya Jenar bersenang senang. batin Jenar


Hay hay hay, sekarang Mommy Up nya 2x sehari yaah tapi kata/ bab nya udah banyak loh dan panjang. ,


semoga kalian suka,, jangan lupa Like dan komen biar mommy makin semangat nulis nya yaahh,


semakin kalian semangat berkomentar semakin Semangat pula mommy Update nya 😘😍🤗