
"Sayang, jawab jujur apa mereka menemui kamu?" tanya Arya lembut, membuat jenar menganggukkan kepalanya, membuat ekspresi Arya langsung berubah.
"Kenapa.kamu tidak memberitahu ku?" kata Arya dingin.
"A aku gak enak sama mas arya, dan juga mereka mendatangi ku di kampus dan saat itu hubungan kita tidak sedang baik baik saja," jelas Jenar lirih.
"Kenapa mereka menemui mu, dan Apa yang mereka inginkan?" tanya Arya dengan wajah datar.
"Ru mah," jawab Jenar terbata.
"Hanya itu?" tanya arya memicingkan matanya.
"Rumah itu gak murah mas, dan kamu bisa bilang HANYA ITU," ucap Jenar.
"Sayang, biarkan itu menjadi urusan Arlan, kamu gak usah memikirkan mereka lagi oke," ucap Arya.
"Besok, aku akan menghubungi Arlan untuk mencarikan nya rumah, agar mereka tidak mengganggu kamu lagi," Arya mengecup kening Jenar dengan lembut.
"Ta tapi, aku gak yakin kalau mereka akan puas dengan itu mas, aku takut kalau mereka akan terus meminta lagi dan lagi," kata Jenar merasa tidak enak.
"Tidak akan, Mas akan memastikan kalau Arlan bisa membereskan semuanya," ucap Arya.
"Apa mas Yakin?"" tanya Jenar penasaran.
"Apa kamu meragukan kemampuan suami kamu?" tanya Arya.
"Bu bukan hanya saja," Jenar menundukkan kepalanya.
"Sudah gak usah mikirin itu lagu, sepulang dari sini mas akan memberikan kamu kejutan spesial," ucap Arya.
"Apa?" tanya Jenar penasaran.
"Nanti dong, sekarang kita puas puasin waktu kita disini tanpa gangguan anak setan, dan anak tuyul," kata Arya dengan senyum smirk nya.
"Mas Arya," ucap Jenar menundukkan kepalanya malu.
"Sayang, ayoo," Arya menggenggam tangan Jenar agar mengikutinya masuk kamar.
"Dihh, masih sore mas," jawab Jenar menahan tangan nya.
"Justru karena masih sore," kata Arya terus menarik tangan Jenar,"Ayo."
Mau tak mau Jenar mengikuti langkah Arya, namun Jenar bingung saat Arya membawanya melewati kasur dan keluar kamar, "Eh, kita mau kemana mas?" tanya Jenar karena mereka kini berjalan ke arah luar Villa.
"Lihat sunset, disini Sunset nya bagus banget," jawab Arya santai namun Jenar merasa sangat malu karena mengira Arya akan mengajaknya Mendaki gunung.
"Sunset?" kata Jenar.
"Iya sayang, jangan fikir macem macem dulu, ini masih sore," ucap Arya terkekeh melihat wajah Jenar yang memerah karena malu salah mengira.
"Mas Aryaaa ihhh, itu kan kata kata Jenar," ucap Jenar memukul lengan Arya membuat Arya semakin tergelak.
"Woaah aku gak nyangka, bocah polos ku sudah mulai mesum sekarang," ucap Arya terkekeh.
"Yaaa!" pekik Jenar, "Mas Arya tuh yang mesum," ucapnya tak terima.
"Hahahaha," Arya tertawa melihat wajah kesal Jenar yang menurutnya sangat lucu.
Kini mereka duduk di pinggir pantai di menikmati Sunset dengan beralas tikar kecil yang entah punya siapa.
Jenar bersandar di bahu Arya dan Arya merangkul tubuh istrinya, Jenar terus bercerita tentang keinginan keinginan nya dulu dan cita cita nya, tanpa Jenar tau bahwa semua itu sudah terwujud dan akan menjadi sebuah Kejutan besar untuk nya nanti.
***
Di sebuah Restauran mewah kini Arlan sedang duduk manis dengan seorang gadis cantik yang baru ia kenal beberapa bulan lalu, ini adalah kencan pertama Arlan selama hidupnya, Yah Arlan tidak pernah memiliki kekasih, baru menyukai seseorang sudah di serobot duluan oleh kedua sahabatnya.
"Kamu cantik banget malam ini," ucap Arlan basa basi memuji kecantikan gadis cilik nya.
"A Arlan bisa aja," ujar gadis itu, malu malu.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Arlan lembut.
"Hemm, samain aja sama Aa," katanya.
Arlan pun memesankan beberapa menu yang du sukai gadisnya, Meskipun ia baru kali ini berkencan dengan gadis itu namun mereka sering Chatting bersama dan bertukar kabar juga biodata masing masing.
Saat sedang asik menikmati makan malam nya tiba tiba mereka mendengar suara pekik kan dari gadis lain yang sangat mengganggu.
"Woaaahhh, ada yang lagi Ngedate nih, sialan gak ajak ajak." ujar nya langsung duduk aja tanpa di suruh.
"Chacaaa," Geram gadis itu saat melihat sahabatnya tiba tiba datang dan mengacaukan Dinner nya.
"Gak usah malu malu Han, sikat aja kalau emang suka daripada Chattingan tawa tawa gak jelas," ucap Chaca menyomot Kentang goreng di depan nya. "Dan buat om, bang atau kakak apalah itu, kalau emang suka sama sahabat saya, langsung Tembaks sebelum ke duluan sama si Jalu," kata Chaca lagi.
"Siapa Jalu?" tanya Arlan dan Hanna bersamaan.
"Itu yang kemaren nembak lo di parkiran kampus," ucap Chaca lagi mengingat kemarin ada seorang cowok dengan rambut jabrik warna merah menembak Hanna di parkiran kampus.
"Siapa Han," tanya Arlan memicingkan matanya.
"Gak tau Hanna juga," jawab Hanna jujur, memang Hanna tidak mengenalnya.
"Udah ah gue mau cabut dulu, thanks ya makanan nya," ucap chaca lalu langsung pergi begitu saja.
"Maaf ya A' temen Hanna emang kaya Jailangkung, datang dan pergi tiba tiba." decak Hanna sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Arlan menggenggam tangan Hanna dengan lembut, Ucapan Chaca membuat fikiran nya terbang kemana mana, ia takut gagal kembali. "Han," panggil Arlan dengan lembut.
"I iya a'" jawab Hanna tiba tiba kikuk dan gugup.
"Kamu kan sendiri, aku juga sendiri, gimana kalau kita pacaran?" tanya Arlan to the point membuat Hanna melongo.
"Aa' nembak Hanna ?" tanya Hanna memastikan.
"Iya, Aa tidak tau bagaimana cara menembak cewek dengan romantis, karena ini kali pertama Aa ngelakuin nya, Andai tadi temen kamu gak Bilang begitu mungkin Aa masih bisa gladi resik dulu, belajar sama Youtube, tapi karena temen kamu bilang nya dadakan begitu Aa jadi bingung harus ngomong nya gimana." Jelas Arlan panjang lebar.
"Hanna, maukah kamu jadi pacar ku? kalau Tuhan mentakdirkan aku ingin serius dengan hubungan kita nanti dan membawa kamu ke pelaminan," ucap Arlan.
Pipi Hanna memerah dan ia mengulum senyum nya, jangan tanyakan bagaimana keadaan Jantung keduanya, sepertinya jantung mereka berdua itu sedang tidak baik baik saja karena jantung nya berpacu dengan sangat kencang.
Hanna tidak bisa menjawab dengan kata kata lagi, ia hanya menganggukkan kepala nya sambil menunduk, terlihat begitu menggemaskan dimata Arlan.
Arlan pun memetik sebuah tanaman yang di jadikan hiasan di meja, lalu ia membulatkannya dan menjadikan nya cincin, Arlan pun menyematkan cincin dari tanaman itu ke jari manis Hanna.
"Untuk saat ini Aa gak punya cincin nya karena Aa belum nyiapin, jadi pake ini aja dulu ya," ucap Arlan, "Besok Aa akan siapin yang Aslinya,"
Cup.
Arlan mengecup manis Tangan Hanna, membuat pipi Hanna semakin merona karena Arlan.
Saat adegan Romantis berlangsung tiba tiba Hanna dan Arlan mendengar suara kegaduhan di luar Restauran, awalnya mereka hanya cuek namun saat Hanna mendengar suara teriakan seseorang yang ia Kenal ia pun segera berlari mencari sumber suara itu di susul oleh Arlan di belakang nya.
"CHACAAAA," Teriak Hanna dan langsung berlari menuju ke arah Chaca sambil menangis.
Hayoo, ada apa nih sama Chaca? 💃💃💃
Oh iya mampir juga dong ke karya mommy yang satunya,, Kisah gadis yang hidupnya kesepian karena perceraian orang tuanya hingga ia mencari seorang sugar Daddy tapi yang masih JOMBLO,..
kuy ikuti kisah Narra dan om Bisma kali aja suka juga 🤗🤗🙏🙏
masih syepii kaya kuburan 💃💃💃