
Jam 7 malam, Nayla beserta kedua orang tuanya pergi untuk acara makan malam di sebuah Hotel yang cukup mewah di kota B, sebenernya Nayla ada sedikit curiga kala sang mama menyuruhnya memakai gaun baru dan berdandan Serapi mungkin, namun kini Nayla mengerti mengapa sang mama meminta hak itu karena mereka akan makan malam di sebuah hotel bukan restauran langganan mereka.
"Mah, Nayla ke toilet dulu yah," ujar Nayla beranjak dari duduknya.
"Jangan lama lama ya, temen mama sebentar lagi datang," kata Ratna.
"Temen mama?" tanya Nayla sedikit bingung, namun Ratna hanya mengangguk saja, karena Nayla sudah kebelet akhirnya ia tidak memperdulikan ucapan Ratna.
Setelah selesai, Nayla pun segera kembali ke meja dimana orang tuanya berada, namun tiba tiba sepatu yang di kenakan Nayla oleng hingga membuatnya terjatuh dan tanpa sengaja ia menarik sebuah jas seseorang yang tengah melewatinya hingga membuat mereka terjatuh.
Brug! Nayla terjatuh dan tertindih oleh tubuh kekar seorang pria yang tanpa sengaja ia tarik jas nya.
"Auuwhh," keluh Nayla lalu ia membuka matanya.
Deg! mata Nayla bertemu dengan mata seorang pria yang sukses membuat jantungnya berdegup kencang.
"Cantik," ucap pria itu membuat Nayla langsung tersadar dan memalingkan wajahnya agar tak menatap mata sang pria itu.
"Emm maaf tuan, nona bisakah kalian melakukan itu di kamar?" seorang yang melewati keduanya dan merasa kurang nyaman melihat pemandangan seintim itu.
Bagaimana tidak intim bila kini Nayla berada di bawah Kungkungan seorang pria di lantai.
"Dasar cowok mesuuummm," pekik Nayla kala tersadar bahwa posisinya sangat intim, lalu ia segera mendorong dada bidang pria itu dengan semua tenaga.
"Hey, kau yang menarik ku kenapa kau malah mengatai ku?" ucap pria itu tak terima.
"Payah sekali kau itu sebagai laki laki," cibir Nayla sambil membersihkan pakaiannya, "Baru segitu aja sudah ikut ambruk," lanjutnya, membuat sang pria geram dan marah.
"Kau berani menantang ku nona," ucap pria itu langsung mendorong tubuh Nayla ke tembok, membuat Nayla terkejut dan gugup.
"Ma mau a apa kau hah," kata Nayla pura pura berani, padahal hatinya sudah dag dig dug karena takut.
"Mau apa?" kata pria itu menyeringai, "Kau mengatai ku payah dan mudah ambruk, itu suatu penghinaan besar bagiku," ucapnya lagi.
Nayla langsung menelan salivanya kala melihat pria di depannya ini menyeringai, "Me memang kenyataan nya begitu, kau menyalahkan ku karena aku menarik bajumu, kalau kau laki laki kuat kau tidak akan mudah ambruk, dan itu menandakan bahwa kau memang payah," kata Nayla lagi membuat pria itu semakin merasa terhina.
Dengan cepat pria itu langsung membungkam mulut Nayla dengan bibirnya, Nayla yang mendapatkan serangan mendadak seperti itu dari orang yang tidak di kenalnya pun langsung membulatkan matanya.
Setelah merasa pasokan udaranya habis dan melihat Nayla meneteskan air matanya pria itu segera melepaskan pagutannya lalu menjauhkan wajahnya dari Nayla.
"Jaga ucapan mulut manis mu itu, atau kau akan mendapatkan yang lebih dari ini," kata pria itu lalu segera pergi, sedangkan Nayla langsung terjatuh di lantai karena merasa bibirnya sedikit sakit akibat ciuman dari pria yang tidak di kenal nya.
"Dasar cowok sinting, cowok brengsek, psycho, mesuuumm," Gerutu Nayla sambil mengusap ngusap bibirnya, "Ciuman pertamaku kenapa harus sama cowok baji*ngan seperti dia hiks," ucapnya lagi lalu segera menghapus air matanya dan kembali menuju meja orang tuanya.
"Maaf lama," kata Nayla mendudukkan dirinya di kursi yang tadi ia duduki.
"ini anak kamu jeng?" tanya Yeon istri dari teman Zainal.
"Iya jeng, ini Nayla yang sering ku ceritakan," jawab Ratna, "Sayang kenalin ini bibi yeon, dan itu paman Adinata serta Chen putra mereka."
"Nayla paman, bibi," kata Nayla sopan, lalu matanya kembali membulat saat baru sadar bahwa di sampingnya adalah pria yang tadi telah mencuri ciuman pertamanya.
"Kau," ucap Nayla dan Chen bersamaan.
"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Ratna antusias, namun Nayla maupun Chen malah saling membuang muka.
"Jadi kami berencana untuk menjodohkan kalian berdua," kata Adinata.
"What!" pekik Nayla dan Chen langsung berdiri bersamaan.
"GAK MAU," kata Nayla.
"Tidak mau," kata Chen bersamaan, lalu mereka saling menatap tajam satu sama lain, Chen masih merasa terhina dengan penghinaan yang di ucapkan Nayla tadi, sedangkan Nayla masih sakit hati lantaran Chen mencuri ciuman pertamanya dengan kasar.
Hayoo yang pengen Nayla berjodoh dengan Fahmi, sorry to say ya sayang mommy mengecewakan kalian lagi 🙈
Mommy sudah sepakat menjodohkan Nayla dengan Chen jung yang berasal dari Novel sebe**lah yang berjudul 'My Bossy my Husband'.
Rencana perjodohan ini sudah mommy rencana in lumayan lama,
Ini kelanjutan kisah chen dan Nayla yaa, langsung cus otw mesin saja. Klik profil mommy dan cari judul ini 😘🥰🥰