
Di kampus
Jenar yang baru saja tiba di kampus langsung di kerubung oleh ketiga sahabatnya, terlihat jelas sekali wajah Jenar yang masih kesal karena suaminya yang tidak peka.
"Eh eh Nar, gimana gimana" kata Chaca heboh
"Iya Nar, enak gak?" sambung Nayla
"kok muka kamu kusut amat, emang bener yaa sakit banget" ucap Hanna bergidik ngeri
"Kalian ini apa apaan sih," sungut Jenar bertambah kesal.
"Kita kan penasaran Nar sama rencana kita kemarin, gimana berhasil gak?" kata Chaca
"Berhasil apaan" ujar Jenar cemberut
"Yaaahhhh." ucap ketiganya serempak, lalu Chaca kembali berucap "Lo tumben make Syal,"
"Gak enak badan," jawab Jenar singkat, namun Chaca tidak percaya, ia langsung menarik syak Jenar dan terlihat jelas lah hasil Arya bercocok tanam buah Cerry semalam.
"Yaaaa" pekik Jenar langsung merapikan kembali syalnya. "Reseeee" muka Jenar semakin merah karena malu, sedangkan ketiga teman nya saling tatap lalu sedetik kemudian tertawa terbahak bahak.
"Njirrr hahaha lo bilang gagal tapi hasilnya banyak banget" kata Chaca sambil tertawa
"Tau nih, malah marah marah. kurang ya" sambung Nayla
"kalian ngeselin banget sih, aku tuh udah BT dari tadi tapi kalian malah nambah nambahin kekesalan ku" ucap Jenar merajuk
"BT kenapa sih," kata Hanna
Jemar akhirnya menceritakan kejadian di meja makan tadi, tentang ke khawatiran semua orang yang mengira dirinya sakit sampai mama mertua nya mengusulkan dokter kulit.
Hanna, Nayla dan Chaca langsung tertawa terbahak bahak membayangkan betapa jengkel nya Jenar kepada sang suami.
"Tuh kan ah kalian sama ngeselin nya." kata Jenar kesal sangat kesal
"Oke oke kita gak akan ngetawain lo lagi pftt." ujar Chaca berhenti tertawa, "Gimana rasanya Nar? sakit banget ya?" bisik Chaca pelan namun masih bisa di dengar oleh kedua teman nya.
"Sakit apaan sih, belum sampai sana udah di gedor pintunya sama Aiden" kata Jenar masih cemberut
"Oh jadi lo kesal karena semalem belom tuntas hahahaha" ucap Chaca lagi sambil tertawa
"Iihhh, au ah, nyesel aku tuh cerita ke kalian" Jenar yang merasa semakin kesal pun langsung pergi dari sana,
"Yah yah ngambek kan dia, lo sih ah" ujar Chaca lalu langsung menyusul Jenar.
***
Dimas, Arya dan Arlan kini tengah menikmati makan siang nya bersama di Caffe yang tak jauh dari Kantor. setelah makan mereka bersantai sebentar sambil berbincang, namun Dimas di buat kesal lantaran kedua orang di depan nya ini mengobrol namun matanya tak menatap ke arahnya melainkan oada menatap Hape masing masing.
"Gue berasa ngobrol sama radio, ada suara doang" kata Dimas datar
"Eh kenapa kenapa?" tanya Arya lalu meletakkan hape nya. "ini kan juga gara gara anak lo bang, Jenar masih ngambek sama gue" kata Arya kembali teringat kejadian tadi pagi, "Gue lagi ngebujuk dia tapi susah banget," keluh Arya
"Kenapa nyalahin anak gue, salahin diri lo sendiri yang gak PEKA sama istri" jawab Dimas mencibir, sedangkan Arya cuma melengos membenarkan ucapan Dimas
"Lagi lo segitu nafs* nya sama Jenar sampe buat tanda segitu banyaknya" kata Dimas menggoda
"Hahahaha, bukan ide gue" kilah Dimas membela diri, "Itu si Bian yang ngajarin"
"Lo sama dia kan sebelas dua belas." sungut Arya, "Padahal udah hampir." ucap Arya langsung menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa
"lanjut solo karir dong" kata Dimas semakin tertawa
"Gak usah ketawa, ngaca! emang lo selama ini gak solo karir." cibir Arya sinis membuat Dimas menghentikan tawanya seketika.
"Sialan lo, adek gak ada akhlak" umpat Dimas
"Lo yang abang gak ada Akhlak, adek baru mau nyobain lo ganggu, lo mah enak udah pernah ngerasain udah puas" ucap Arya lagi
"Enak aja udah puas, gue masih muda ya gak ada kata puas, tapi karena dasar nasib gue aja yg lagi apes harus solo terus." kata Dimas kesal
"Seenggaknya lo udah ngerasain dan udah launching, lah gue baru mau buka bungkus aja anak lo udah rusuh gedor gedor pintu kaya rentenir nagih utang"
"Hahahaa, itu ujian buat lo" ujar Dimas langsung tertawa,
"Kalian ngomongin apaan sih?" tanya Arlan bingung karena sedari tadi tidak menyimak obrolan kakak beradik itu.
Dimas dan Arya langsung menatap Arlan dengan datar,
"Chatting sama siapa lo" tanya Arya tanpa menjawab pertanyaan Arlan
"Emmm itu, sodara hehehe," jawab Arlan tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.
"Cihh, sodara" decih Dimas
"Lo akhir akhir ini lebih fokus sama Hape lo daripada sama gue," ucap Arya datar
"Lo cemburu bos?" tanya Arlan polos langsung mendapatkan tabokan di bahunya, "Aauwhh sakit dodol" umpat Arlan, yah cuma Arlan bawahan Arya yang berani mengumpatnya.
"Lo kata gue apaan cemburu sama lo, lo lupa siapa gue? gue udah punya bini ngapain gue nyemburuin laki laki" kata Arya tajam, "Gue udah tau semua sodara lo dan gak mungkin lo chattingan sama laki laki sampe senyam senyum begitu, HAMPIR SETIAP HARI, kecuali lo belok"
"Astagfirullah aladzim bosss, jangan fitnes dong" kata Arlan dengan suara meninggi, "Arlan masih normal 100%, dan Inget bos fitness tidak lebih kejam dari fitnah." kata Arlan
"Lama lama Asisten lo gila Ar" ucap Dimas menggeleng gelengkan kepalanya,
"Mungkin efek kelamaan Jomblo" kata Arya datar dan melirik ke arah Arlan
"Makanya Lan, buruan cari gebetan biar gak stres" kata Dimas tanpa mengaca diri sendiri, sedangkan Arlan hanya menyebikan bibirnya males menanggapi ucapan Dimas,
"Tau nih, sepertinya gue mesti cari orang baru," kata Arya
Arya dan Arlan memang sangat dekat, karena mereka bersahabat sejak kecil dan juga orang tua Arlan adalah orag kepercayaan Adi dan Tamara makanya mereka sangat dekat seperti saudara, dan Arlan juga sangat profesional, ia selalu bersikap sebagai asisten dan hormat kepada Arlan bila berada di lingkungan kantor atau sedang bersama orang luar, namun bila mereka hanya berdua atau bersama dengan keluarga mereka, maka Arlan dan Arya lebih dari seorang saudara, tidak hanya kepada Arya namun Dimas dan Bian pun juga seperti itu.
Bersambung dulu yaaa, lanjut nanti jam 11 siang 😍😘🤗
*Sekarang jadwal Update nya kembali 3x yaa,,, jangan lupa sama jam nya..
Jam kunti tetep 00:00
lanjut siang 11:00
sama sore mahgrib,, stay terus yaaa 😘😘🤗*