PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
98. "Apakah kamu tetap setuju ?"


He Xun mendengarkan seluruh cerita Xiu Xi Yi dengan serius dan membuat sebuah kesimpulan untuk menjelaskan bagaimana dekatnya hubungan di antara Xiu Xi Yi, Baili Ruo Qing, Lan Hua Yin, dan Liu Qing Xin.


Di antara keempat ini, Xiu Xi Yi tampak seperti seorang Ibu yang mengurusi setiap permasalahan.


Sementara Lan Hua Yin adalah ayah nya, yang sigap untuk melindungi yang lain juga merupakan yang paling pengertian.


Untuk Liu Qing Xin itu tampak seperti kakak tertua bagi Baili Ruo Qing dan siap untuk menjadi penjaga garis depan untuk Baili Ruo Qing.


Untuk sejenak, He Xun merasa bahwa mulut nya menjadi kering dan tidak bisa membalas dengan apapun.


Seluruh kata kata tersangkut dan tidak bisa keluar, He Xun hanya bisa tertawa pahit dan tidak bisa tidak merasa iri kepada Baili Ruo Qing.


Baili Ruo Qing memiliki tiga sahabat yang siap siaga untuknya sementara dia harus tumbuh sendirian dan dengan kenyataan yang kejam.


Untunglah, langit tidak kejam dan mengirimkan banyak orang baik kepadanya. Seperti kedua muridnya yang selalu setia menemaninya dan Sima Ying yang selalu menunggunya dengan sabar.


He Xun terkadang merasa bersalah kepada Sima Ying karena tidak bisa mengunjungi wanita nya itu setiap waktu.


He Xun berpikir sejenak dan sudah seharusnya kalau dia memberitahu kepada Xiu Xi Yi.


"Sebenarnya, Ruo Qing bukanlah yang pertama. " Ucap He Xun dengan hati hati.


Xiu Xi Yi tampak terkejut tapi tidak terburu buru dan menunggu He Xun untuk melanjutkan kata kata nya lagi.


"Aku memiliki seorang wanita yang telah menemaniku sebelumnya, aku mencintai mereka berdua dan akan memperlakukan keduanya sama rata. "


"Apakah kamu setuju ?" Tanya He Xun.


Xiu Xi Yi menghela nafas dan untuk sejenak kebingungan bagaimana harus menanggapi hal ini.


"Karena Ruo Qing sudah menunjukkan persetujuan nya maka aku tidak akan mengatakan apa apa lagi, karena yang menjalani hubungan ini adalah dia, bukan aku. Aku tidak memiliki hak untuk memutuskan hal ini, jika dia bahagia maka aku akan ikut bahagia. Selama kamu bisa memperlakukan semuanya dengan adil kaka aku tidak akan keberatan sama sekali. " Ucap Xiu Xi Yi dengan tenang.


"Tidak aneh bagi beberapa kultivator memiliki lebih dari selusin istri, jadi aku tidak terkejut untukmu. "


"Kamu di selamatkan oleh kami pada saat itu, sementara kamu menyelamatkan kami di ibukota itu. Jangan sampai kamu merasa bersalah dan merasa berhutang sehingga menganggap kalau kamu berkewajiban untuk membalas perasaan Ruo Qing, suatu hari nanti maka itu akan menjadi luka bagi kalian berdua. " Lanjut Xiu Xi Yi dengan bijak.


"Aku tahu, aku sudah yakin dengan perasaan ku kalau semua ini bukanlah hanya sekedar perasaan berhutang melainkan aku benar benar ingin melindunginya sepenuh hatiku. " Ucap He Xun dengan serius.


"Aku tahu, aku percaya padamu. Kita telah menjalani banyak situasi hidup dan mati bersama jadi aku percaya padamu, jangan kecewakan kepercayaan ku padamu. Oh ya, siapa wanita pertama mu ?" Tanya Xiu Xi Yi.


"Itu adalah Roh Dimensi yang aku dapatkan di Sekte Awan Ringan , aku akan menunjukkan nya padamu, bisakah kamu memegang tanganku ?" Tanya He Xun.


Xiu Xi Yi mengulurkan tangannya dan mengenggam tangan He Xun, lalu keduanya masuk ke dalam lonceng dan hanya menyisakan sebuah lonceng kecil yang ada di tempat mereka berada sebelumnya.


Xiu Xi Yi melihat sekitar dengan serius dan tampak terpesona dengan keindahan pemandangan di Dimensi Alam Keajaiban.


"Ah - Ying, aku datang. " Ucap He Xun.


"Kamu sudah datang ? Siapa ini ?" Tanya Sima Ying dengan antusias.


"Dia adalah temanku, Xiu Xi Yi. Sementara ini adalah Sima Ying. " Ucap He Xun saling mengenalkan kedua wanita itu satu sama lain.


Xiu Xi Yi terpesona oleh kecantikan yang di miliki oleh Sima Ying dan untuk sejenak mengerti kenapa He Xun bisa jatuh kepada Sima Ying.


Karena, kecantikan Sima Ying benar benar tidak bisa di jelaskan dengan kata kata, benar benar tampak seperti Dewi !


Xiu Xi Yi telah melihat ratusan atau bahkan ribuan wanita cantik di dunia ini tapi untuk Sima Ying, itu adalah yang pertama.


"Senang bertemu dengan mu, Nona Xiu. " Ucap Sima Ying dengan sopan.


"Nona Sima sangat cantik membuat ku terpaku ketika melihat mu, He Xun benar benar memiliki mata yang baik. " Ucap Xiu Xi Yi dengan terus terang.


"Nona Xiu terlalu sopan. " Balas Sima Ying.


"Sima Ying kesepian di sini, apakah sebaiknya kalian semua pindah ke dalam dimensi ? Selain lebih aman, kalian juga bisa lebih bebas untuk berlatih atau melakukan sesuatu." Ucap He Xun.


"Ya, tidak buruk. Tempat ini benar benar sangat indah dan mirip seperti pekarangan rumah milik Hua Yin. " Nilai Xiu Xi Yi.


"Aku senang jika kamu menyukai nya, aku akan mengatakan hal ini kepada yang lain. Apakah kamu ingin keluar pada saat ini atau akan langsung tinggal disini ?" Tanya He Xun.


"Aku akan tinggal di sini saja, sangat damai dan tenang. Aku menyukainya. Aku akan membangun rumah sederhana dengan pohon yang ada di sini. " Ucap Xiu Xi Yi.


"Lakukan sesuka mu dan jika kamu membutuhkan bantuan maka kamu bisa meminta Ah - Ying untuk menghubungi ku. " Ucap He Xun.


"Tentu, aku tidak akan merepotkan mu. " Ucap Xiu Xi Yi dengan acuh tak acuh lalu berlari meninggalkan He Xun dengan Sima Ying.


Melihat kalau Xiu Xi Yi telah pergi, Sima Ying langsung melompat ke arah He Xun lalu memeluk He Xun dengan sangat erat.


"Uh, kamu sangat menggemaskan. Tapi, jika kamu terus menerus memelukku seperti ini maka aku akan meninggal karena kehabisan nafas. " Ucap He Xun.


"Kamu pergi sangat lama dan lupa untuk mengunjungi ku ! Aku sangat kesal pada mu untuk hal ini !" Keluh Sima Ying dengan sangat kesal dan marah.


Sima Ying melepaskan pelukan nya dan memunggungi He Xun sambil cemeberut dan melipat tangannya di depan dada.


"Jangan marah ya ? Jangan marah lagi, aku akan menemani mu untuk 3 hari. Nanti, akan ada lebih banyak teman disini dan kamu tidak akan kesepian lagi, aku juga memiliki dua murid yang lucu. " Ucap He Xun sambil memeluk Sima Ying dari belakang.


"Tentu saja , aku senang karena akan ada orang lain yang tinggal disini dan aku bisa mengajak mereka berbicara. Selama ini, aku tidak bisa keluar dan hanya bisa menunggu dan menunggu untuk waktu yang lama sehingga aku menjadi sangat bosan, aku hanya bisa mengajak bicara pada burung atau rubah. " Keluh Sima Ying dengan menyedihkan.