PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
47. Meratakan Klan He


He Xun langsung membawa kedua muridnya ke Kota Yunhua dan membiarkan mereka berdua berdiam diri dan berlatih di dalam kediaman mereka.


Sementara dia mendatangi Klan He yang telah berdiri lebih dari 100 tahun ini, tidak menyangka bahwa bangunan yang megah ini akan hancur di tangannya.


He Xun merasa bahwa emosi nya bergejolak dan cenderung tidak stabil, pada saat ini He Xun berdiri dengan ragu.


Tidak peduli sebenci apapun dirinya pada tempat ini dan seberapa buruk kenangannya tentang tempat ini, tapi ini masihlah satu satunya tempat tinggalnya, tempat dia tumbuh besar.


He Xun duduk di batu yang ada di dekat sana dan merasa bingung, He Xun mungkin bisa kejam pada orang luar seperti Sekte Awan Ringan.


Tapi, Klan He ini....... He Xun benar benar tidak tahu bagaimana cara untuk menanggapi nya. He Xun melihat bahwa sebuah peti besar diantarkan dan orang orang Klan He membuka nya, di dalamnya ada mayat orang Klan He.


He Xun duduk di sana dan menilai bagaimana reaksi mereka tentang hal ini, apakah baik atau buruk. Jika mereka masih tenang dan menyadari kesalahan mereka semua maka He Xun akan melepaskan mereka.


Tapi, jika mereka memang tidak dapat di damaikan maka tidak ada pilihan lain selain He Xun menyerang dan membalas dendam.


He Xun menghela nafas karena tahu bahwa ayah atau ibunya tidak ingin dia tumbuh dalam kebencian apalagi membantai Klan nya sendiri.


Sayang sekali bahwa kebencian ini telah mengakar di dalam hatinya, kasih sayang dan belas kasihan tidak pernah diajarkan padanya.


He Xun hanya merasa menyesal bahwa tidak pernah mendapatkan bimbingan dari orang tuanya.


Orang orang Klan He membuka peti dan melihat isinya lalu berseru dengan panik dan tidak lama Ketua dan Wakil Ketua Klan berjalan keluar.


Ketua Klan adalah seorang pria paruh baya berumur sekitar 50an tahun sementara wakil ketua Klan adalah seorang Tetua yang berumur lebih dari 80 tahun.


Masing masing berada di tahap 8 dan 7 , sama dengan He Xun tapi He Xun bagaimanapun lebih muda dan memiliki stamina yang lebih baik.


Ketua Klan melihat ke dalam peti dan wajahnya berubah menjadi gelap, namanya adalah He Qiao sementara wakil ketua adalah He Zhong.


He Qiao dan He Zong tampaknya bertukar kata kata dan membahas lalu sebuah tekad terbentuk padanya.


"Barang siapa yang bisa membunuh murid yang tidak taat ini maka akan diberikan hadiah 8.000 Tael Emas ! " Ucap He Qiao dengan suara yang lantang.


Mustahil bagi He Xun untuk tidak mendengar hal ini. He Xun menghela nafas lelah dan memandang orang orang di depan dengan tatapan muak.


"Tidak perlu jauh untuk mencariku karena aku yang akan datang untuk menghampiri kalian semua !" Ucap He Xun dan melompat tepat di depan mereka semua.


"He Xun ? " Tanya orang orang Klan He dengan tatapan tidak percaya.


"Kenapa ? Kalian tidak percaya bahwa ini aku ? Haruskah aku membuka pakaian ku dan menunjukkan tentang betapa banyaknya luka yang kalian berikan padaku di masa lalu ? Agar semua orang tahu ?" Tanya He Xun dengan senyum angkuh.


"Aku tidak percaya bahwa kamu begitu berani untuk datang kemari dan berkata dengan begitu angkuh. " Ucap He Zhong dengan marah karena merasa bahwa dirinya telah di permalukan oleh generasi muda.


"Berani beraninya kau menyebut nama ayahmu tanpa malu ?! He Jiang tidak akan pernah memiliki putra yang tidak patuh dan pembangkang sepertimu !!" Teriak He Qiao dengan murka.


Mendengar ini membuat He Xun marah, bagaimana orang orang ini yang telah menjual ayahnya kepada Sekte Awan Ringan tanpa tahu malu dan sekarang mencoba untuk menghakiminya dengan nama ayahnya ?


"Apakah kalian semua tidak tahu malu ?! Menjual ayahku kepada Sekte Awan Ringan dan membiarkan nya mati secara sia sia dan tidak adil, sekarang mencoba untuk mengadili ku atas namanya ?! Apakah kalian semua masih memiliki rasa malu ?!" Tanya He Xun dengan murka.


"Aku pikir, kalian sekumpulan binatang tanpa hati, benar benar tidak layak bagi ayahku untuk melindungi kalian semua setiap hari. Kalian, tidak layak untuk berbicara atas namanya. " Ucap He Xun dengan sinis.


"Kau ! Berani beraninya kau menuduh kami menjual He Jiang ?! Walaupun kami melakukan itu tapi kami tidak memiliki pilihan lain ! Kami juga tidak ingin melakukan itu ! Zhu Lan Fei meninggal baru setelah melahirkan , kamulah yang membawa soal ke keluarga mu !" Ucap He Zhong.


He Xun tidak bisa menahan Amarahnya dan Pedang Naga Petir memotong leher He Zhong tanpa kata kata lain.


"Sudah ku bilang, jangan berani beraninya menyebutkan nama ayah dan ibuku ! Kalian semua tidak layak untuk memanggilnya !" Teriak He Xun dengan marah.


Murid murid Klan He mundur dan ketakutan dengan hal ini, Wakil Ketua mereka adalah orang yang sangat kuat tapi di bunuh seolah olah itu semut oleh He Xun.


Setelah melihat ini, siapa yang masih berani untuk memprovokasi He Xun ? Bahkan He Qiao menjadi waspada dengan kekuatan anak ini.


Sebenarnya, jika diperhatikan dengan baik maka He Xun mengambil kesempatan ketika musuhnya tidak siap , itulah yang membuat semuanya menjadi sangat mudah seolah olah dia melakukan nya tanpa usaha.


He Xun berdiri dengan angkuh dan pedang yang mengarah ke bawah, dari sudut pedang yang berwarna kemerahan itu, mengalir lah cairan kental yang merupakan darah He Zhong.


He Xun menatap ke arah He Qiao dengan tatapan haus darah seolah olah mereka telah berhutang kepadanya dalam tiga kehidupan.


"Pukulan Cakar Naga : Bagian 1 !" He Xun menerjang ke depan dan dengan kaki kanan yang melangkah, pedangnya terjulur ke depan.


He Qiao menepis dengan pedang juga dan melawannya dengan ganas, He Xun menolak untuk menerima ini dan kembali menyerang lagi.


He Xun berputar putar untuk mengalahkan He Qiao, suara dentingan besi terdengar, kekuatan mereka setara, tapi kemampuan He Xun dalam mengendalikan pedang jauh lebih baik daripada He Qiao.


He Xun mengarahkan pedangnya pada titik vital lawannya, setiap serangannya selalu tajam dan sulit untuk di tahan.


Tanpa sadar, He Qiao telah terdorong mundur 10 langkah dari posisi awal, ini menunjukkan bahwa He Xun lebih mendominasi dalam serangan ini.


Saat ini, kepala He Xun telah kehilangan akal sehat dan hanya ingin meratakan Klan He sama dengan tanah, kebenciannya menyeruak dan merasuki nya.


He Xun bertarung dengan penuh kebencian dan nafsu membunuh yang kuat, tatapannya menjadi gelap seolah olah tidak sadar.


...----------------...


...Jangan lupa vote ya !...