PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
50. Rencana Balas Dendam


He Xun dan muridnya pergi ke berbagai tempat dengan nama nama samaran dan berbagai kemampuan.


He Xun tidak berani untuk mengendurkan latihannya, bahkan mulai lebih tegas pada kedua muridnya. He Xun menyadari bahwa kedua muridnya memiliki bakat yang baik.


Jadi, He Xun tidak ingin keduanya sia sia karena terlalu banyak dimanja. He Xun melatih mereka dengan keras.


Mereka berulang kali mengeluh tapi He Xun tidak kenal ampun, mereka bertiga berkeliling ke banyak kota dan mengobati banyak orang.


1 tahun kemudian


He Xun saat ini telah berbeda, karena saat ini He Xun telah mencapai usia 15 tahun dan merupakan usia yang cocok untuk menikah.


Tapi, He Xun sebagai seorang pria yang ambisius, apakah masih tertarik untuk menikah dalam waktu singkat ?


He Xun memang tertarik dengan berbagai wanita cantik tapi untuk saat ini tidak memiliki niat untuk menikah.


He Xun hanya merasa bahwa jika pernikahan tidak disiapkan dengan baik maka akan berujung tidak baik.


Tinggi He Xun dengan sangat cepat meningkat menuju 1,83 meter. Bukankah itu sangat luar biasa ?Perawakannya yang tinggi dengan rambut yang terikat rapih.


Tubuh yang berotot tapi tidak berlebihan, rahang yang tegas dan tatapan yang tajam membuat He Xun menjadi kesukaan wanita di manapun dia berada, baik tua ataupun muda.


Saat ini, tingkat kultivasi He Xun telah mencapai Tingkat 2 Tahap Prajurit Perak. Membutuhkan waktu agak lama untuk naik dari Prajurit Perunggu ke Prajurit Perak.


Tapi, tidak masalah, dengan kekuatannya saat ini maka sudah waktunya untuk membalas dendam pada Sekte Awan Ringan.


He Xun telah menunggu dengan sabar selama 1 tahun penuh dan berlatih dengan sangat giat , menunggu siang dan malam berlalu agar dia bisa membalas dendam.


Sesuatu yang lebih mengejutkan adalah Pukulan Cakar Naga miliknya telah dikuasai dengan sempurna sampai ke tingkat dimana dia sama kuatnya dengan pencipta Seni bela diri tersebut.


He Xun sendiri merasa bahwa perkembangan seni bela dirinya sangat pesat bahkan terbilang tidak masuk akal.


Tapi, memang inilah kenyataan nya, He Xun sendiri sering berinteraksi dengan Sima Ying dan perlahan lahan mulai terbuka pada Sima Ying dan meminta Sima Ying untuk membantunya menjelaskan tenang pencerahan yang dia dapatkan.


Tapi, bahkan Roh Dimensi yang sudah sangat tua seperti Sima Ying tidak dapat menjelaskan hal ini dengan baik.


Jadi, He Xun mau tidak mau menganggapnya sebagai bentuk keajaiban yang diberikan oleh langit padanya.


He Xun saat ini telah kembali ke Kota Lanhua dan bersiap untuk membalaskan dendamnya. Kedua muridnya bahkan memiliki kultivasi yang sangat cemerlang.


He Yue telah mencapai Tingkat 4 Tahap Prajurit Perunggu sementara Chu Xue mencapai Tingkat 5 Prajurit Perunggu.


Keduanya seringkali dibiarkan oleh He Xun untuk berjalan sendirian di alam liar dan berburu, sementara He Xun mengawasi diam diam dari belakang.


Beberapa luka tidak masalah dan He Xun tidak akan keluar, kecuali jika masalah yang mengancam nyawa kedua muridnya barulah He Xun keluar dan membantu kedua muridnya.


Menurut He Xun, beberapa luka belum tentu sebagai tanda kesialan. Seorang kultivator yang berkembang tanpa luka, bagaimana itu bisa terjadi ?


Kultivator biasa selalu menjadi orang yang penuh dengan luka, tentu saja itu untuk menambah pengalaman.


Jika hanya tingkatan kultivasi yang ditingkatkan, maka bukankah semua itu sia sia ? Jadi, He Xun membiarkan kedua muridnya bertarung mati matian di alam liar.


He Xun juga tidak takut bahwa muridnya akan ditindas, bagaimanapun dengan seni bela diri yang dia ajarkan pada mereka maka He Xun yakin bahwa mereka akan baik baik saja, tanpanya.


Saat ini, mereka sedang berada di dalam penginapan dan He Xun menyuruh mereka berdua untuk tetap di dalam penginapan.


"Kalian berdua diam diam disini dan jangan keluar apabila tidak memiliki keperluan, Shizun akan menyelesaikan masalah Shizun lalu kembali ke sini. Setelah ini kita akan mengembara lagi. " Ucap He Xun dengan seringaian.


"Ya ! Kami berdua tidak sabar untuk bermain main di alam liar lagi, Shizun !" Ucap kedua muridnya dengan antusias.


He Xun mengangguk dengan senyum tipis dan melambaikan tangannya lalu menutup pintu. He Xun melangkah keluar dari penginapan dan mengecek sekitar berulang kali untuk memastikan bahwa tidak ada yang mengancam di sekitar sini.


Sesampai nya di Sekte Awan Ringan, sudah ada beberapa perbaikan, tampaknya sekte ini menjadi semakin kaya setelah memeras banyak orang biasa.


Karena Sekte Awan Ringan adalah pemimpin disini maka pajak disini akan ditentukan oleh Sekte Awan Ringan, itulah yang membuat biaya hidup disini hampir sama dengan ibukota.


Karena tingginya pajak yang ditentukan oleh Sekte Awan Ringan, Sekte Awan Ringan menetapkan untuk seorang pekerja biasa maka harus membayar pajak 15 Tael Emas setiap bulannya.


Sementara pedagang kecil, harus membayar pajak sebesar 100 Tael Emas setiap bulannya dan pedagang besar harus membayar 500 Tael Emas setiap bulannya.


Ada ribuan pekerja disini dengan ratusan pedagang kecil dan puluhan pedagang besar membuat Sekte Awan Ringan menjadi kaya.


He Xun melangkah ke dalam Sekte Awan Ringan dan seorang penjaga menghalangi langkahnya dengan tatapan dingin.


"Siapa kau ?" Tanya penjaga itu.


"Katakan pada Tetua mu bahwa aku, Qi Bairong telah kembali. " Ucap He Xun dengan senyum tipis.


He Xun tahu bahwa orang orang Sekte Awan Ringan masih mencoba untuk mencarinya dan Dimensi Alam Ilusi Keajaiban.


He Xun lalu menggunakan topeng untuk menutupi setengah wajahnya dan penjaga itu tampak bingung.


"Mungkinkah kau pencuri Alam Ilusi Keajaiban kami ?!" Tanya penjaga itu dan mengacungkan pedang ke arah lehernya.


He Xun yang mendengar ini tertawa ringan lalu bertepuk tangan ketika mendengar tuduhan dari penjaga itu.


"Jadi, ini lah yang dikatakan oleh Tetua kalian ? Apakah dia mengatakan bahwa dia tidak sanggup untuk menyelamatkan seorang calon murid yang dibawa oleh Alam Ilusi Keajaiban ?" Tanya He Xun dengan suaranya yang merdu.


Tapi, orang orang yang mendengarnya akan merasakan ancaman di dalam suaranya. Di dalam suaranya, terkandung kebencian yang sangat dalam.


He Xun menangkap pedang penjaga itu dengan menjepit bilah pedang itu diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.


Lalu, dipelintir olehnya dan pedang itu patah menjadi dua, penjaga itu terkejut dan menjatuhkan pedangnya dengan tatapan tidak percaya.


"Kau ?! Kau pikir kau bisa mengacau disini ? Kebetulan Ketua Sekte telah kembali !" Ucap penjaga itu dan berusaha untuk kabur ke dalam sekte tapi He Xun telah lebih dahulu membunuh pria itu dengan bilah pedang yang terjepit di antara kedua jarinya.


He Xun menyeringai dan menatap mayat pria itu dengan senyum miringnya yang menakutkan sekaligus menyebalkan.


He Xun melihat sekilas dan menyadari bahwa Sekte Awan Ringan ini terlalu angkuh dan meminta seseorang yang memiliki kekuatan setingkat dengan muridnya berjaga di depan pintu.


Orang orang Sekte Awan Ringan pasti berpikir bahwa orang orang akan takut untuk membuat masalah disini, tapi pada kenyataannya, He Xun merasa bahwa mereka adalah sekelompok penghibur yang mempermalukan diri mereka sendiri.


"Apakah merasa bahwa tidak ada langit di atas langit ?" Gumam He Xun dengan senyum jijik.


Sepertinya, rencana balas dendamnya sudah akan berjalan. Sekte Awan Ringan adalah satu satunya tempat yang menjadi beban di hatinya.


Selama dia masih memiliki beban di hatinya, maka mustahil untuk bisa berkultivasi dengan baik. Maka dari itu, He Xun berniat untuk menyingkirkan beban di hatinya.


Yaitu , dengan memusnahkan beban dihatinya yang tidak lain tidak bukan adalah Sekte Awan Ringan.


Sekte Awan Ringan membunuh ayahnya bahkan tidak memberikan mayat yang utuh milik ayahnya, tidak hanya itu, bahkan mayat milik ayahnya dipermalukan dengan digantung di depan pagar ini.


He Xun menyeringai dan melihat bahwa ada banyak tiang di pagar ini, He Xun akan menggantung mereka satu persatu lalu membakarnya dari bawah.


He Xun tersenyum bahagia sebelum akhirnya seorang penjaga lain yang berpatroli di lapisan bagian dalam berjalan menuju ke arahnya.


"Kau ? Siapa kau ? Bagaimana kau bisa ada disini ? Apakah si bajingan itu mabuk lagi ?" Tanya penjaga itu.


He Xun tidak menjawab dan hanya tersenyum, penjaga itu menjadi tidak sabar lalu menarik kerah pakaiannya.


He Xun tersenyum dingin dan mendorong pria itu menghantam ke arah dinding, lalu membenturkan kepalanya sampai pingsan.


Sekarang, satu masalah telah di selesaikan. Yang perlu di selesaikan adalah masalah selanjutnya.


He Xun memandang gedung megah ini dan tidak tampak terburu buru bahkan terkesan melakukan tur di tempat yang indah.


"Sayang sekali bahwa tempat yang indah ini diisi oleh sekelompok sampah. " Ucap He Xun dengan santai.


Sekte tampak sepi, tampaknya Sekte sedang memulai pengajarannya sehingga sangat sepi. He Xun berjalan dengan angkuh seolah olah dia adalah pemiliknya.


Sebelum akhirnya seorang murid datang dan menghadangnya dengan tatapan curiga.


"Siapa kau ? Bagaimana kau bisa ada disini ? Kenapa kau tidak menggunakan seragam sekte ?" Tanya murid itu dengan waspada.


"He he, aku adalah murid baru dan belum diberikan seragam. Ini adalah hari pertamaku, aku kembali bertemu dengan salah satu senior ku dan senior itu merasa bahwa bakatku baik sehingga membawaku kemari. " Ucap He Xun dengan pandai.


He Xun sangat pandai dalam hal membohongi orang lain, jadi masalah ini adalah kepintarannya. Tapi, murid itu tampak ragu dengan cerita yang diberikan oleh He Xun.


"Kakak, jangan ragu dengan kata kata ku. Di depan ada penjaga, bagaimana mungkin aku bisa masuk kesini apabila aku bukan murid Sekte ini ?" Tanya He Xun dengan memelas dan murid di depannya ini merasa bahwa kata katanya masuk akal dan mulai mengangguk.


"Katakan, kamu akan kemana, aku akan mengantarmu agar kamu tidak tersesat. " Ucap murid itu.