PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
78. Deng Quan


He Xun berdiri dengan angkuh di depan Deng Quan yang berada di tingkat 7 Prajurit Perak, aneh tapi nyata.


Deng Quan berada dua tingkat di atas He Xun tapi He Xun masih bisa mengalahkan Deng Quan dengan begitu santai.


He Xun tidak hanya dua tingkat dibawah Deng Quan, melainkan memiliki pedang yang berkualitas lebih rendah dibandingkan Deng Quan.


Ini membuat harga diri Deng Quan jatuh dan membuatnya tidak senang, di tempat ini, dia adalah Naga Lokal.


Siapa yang berani mempermalukan nya ? Bahkan jika orang itu tidak senang maka orang itu harus menahannya.


Tapi, kali ini Deng Quan benar benar dipermalukan dan tidak ada yang bisa didapatkan Deng Quan dari kunjungan kali ini selain penghinaan.


Tidak hanya wanita tidak dapat, Deng Quan bahkan harus memanggil orang lain sebagai leluhur. Deng Quan merasa bahwa pria di depannya ini pasti menggunakan cara Terlarang.


"Apa yang kamu gunakan sampai sampai bisa mengalahkan ku ?!" Bentak Deng Quan.


He Xun memiringkan kepalanya dan menatap Deng Quan layaknya sedang melihat seseorang yang bodoh.


Deng Quan menggertakkan giginya dan menahan penghinaan ini untuk melindungi diri dari penghinaan yang lebih besar.


"Apa kau tahu jika menggunakan Seni Terlarang maka akan dilumpuhkan oleh Pihak Kerajaan ?!" Bentak Deng Quan.


"Jika Kultivasi Ganda di Sekte Naga Biru kalian bahkan tidak masuk ke dalam Seni Terlarang, maka apakah akan ada Seni Terlarang lain ?" Tanya He Xun dengan senyum dingin.


Kultivasi Ganda yang digunakan oleh Sekte Naga Biru merugikan banyak pihak, tapi berani beraninya menyerukan sesuatu yang menggelikan seperti keadilan.


"Lalu, apakah kamu ingin tahu apa yang aku gunakan untuk melawan mu ? " Tanya He Xun lagi dengan sinis.


"Apa yang kau gunakan ?! Memohonlah maka aku tidak akan melaporkan mu pada senior ku !" Perintah Deng Quan dengan angkuh.


He Xun yang melihat ini merasa bahwa otak Deng Quan ini terlalu banyak terendam air dan menjadi berkarat.


"Apa yang aku gunakan untuk melawanmu adalah dengan otak. Apa yang membedakan aku denganmu adalah otak. Aku memiliki otak sementara kamu tidak , bukankah semua yang kamu andalkan adalah otot palsu mu itu ?" Ejek He Xun dengan tawa lantang.


Orang orang yang mendengar ini tidak bisa menahan tawa jadi mereka ikut tertawa , karena merasa bahwa dirinya telah dipermainkan oleh He Xun.


Deng Quan mengambil kesempatan ini dan berniat untuk menyerang secara diam diam. Tapi, He Xun telah melihat gerakan Deng Quan dan langsung menekan titik akupuntur Deng Quan dengan sudut sarung pedang miliknya.


Deng Quan jatuh ke belakang dan terduduk tanpa bisa bergerak. He Xun berjongkok dan ekspresi penuh tawa nya dalam sekejap berubah menjadi sangat dingin.


"Mencoba untuk menyerangku secara diam diam bukan ? Aku mengagumi kekuatan mu dari lubuk hatimu, tidak menyangka bahwa kamu begitu rendah. Aku benar benar menyayangkan diriku yang tidak bisa melihat ini melalui dirimu sebelumnya. "


"Karena kamu sudah tidak layak lagi untuk mengisi pandanganku, maka sudah saatnya untuk segera enyah !" Seru He Xun.


Pedang Naga Petir menebas leher Deng Quan tanpa basa basi lagi, Deng Quan yang tidak pernah menyangka akan dikalahkan sampai mati oleh seorang pemuda yang dua tingkat di bawahnya tampak meninggal dengan wajah tertekan.


Semula, jika mereka bekerja sama dengan Deng Quan untuk melawannya maka He Xun tidak akan memiliki cara untuk mengalahkan mereka apalagi membunuh Deng Quan.


Tapi, karena mereka telah memandang Deng Quan terlalu tinggi atau karena mereka terlalu takut sampi mengencingi diri mereka sendiri.


Jadi, mereka telah melewatkan titik paling sempurna ini, ketidak mampuan melihat peluang adalah jalan menuju kematian yang paling sempurna.


He Xun mengangkat pedangnya dan menerjang ke arah murid murid Sekte Naga Biru yang tersisa. Tidak ada yang tersisa, darah mengalir melalui wajahnya dan menunjukkan kesan mengerikan di wajahnya yang tampan.


"Kenapa kamu harus membunuh mereka semua ? Mereka tidak lebih dari pengecut yang tidak tahu cara mengayunkan pedang. " Ucap Yi Fei Fei dengan kerutan di dahi.


"Kamu tidak mengerti, bahkan jika mereka pengecut. Jika He Xun melepaskan mereka maka mereka akan melaporkan ini kepada Sekte mereka, sementara pada saat ini tidak akan ada yang bisa melapor kepada Sekte mereka dan kita akan memiliki kesempatan untuk bersembunyi dan bersiap. " Jelas Baili Ruoqing.


He Xun mengangguk dan setuju dengan penjelasan Baili Ruoqing, karena apa yang dikatakan oleh gadis itu sama sekali tidak salah.


He Xun melakukan semua ini untuk melindungi mereka dari Sekte Naga Biru. Mereka semua adalah wanita, sementara Sekte Naga Biru yang terkutuk itu menjalankan seni bela diri kultivasi ganda.


Tidak hanya mereka mencari tingkat kekuatan dari sesama pendekar wanita dalam sekte mereka, mereka bahkan harus mencari wanita dari tempat tempat sekitar mereka.


He Xun benar benar ingin membunuh mereka semua karena kesal, He Xun sadar bahwa dirinya bukan orang suci.


Tapi, jika dihadapkan dengan orang seperti Deng Quan, maka dia tidak akan tahan. Sejak Awal, He Xun telah memutuskan untuk membunuh Deng Quan.


Jika dia tidak berhasil melawan Deng Quan dengan kekuatan maka dia akan menggunakan jarum harum beracun yang terselip di gelang besi yang ada di tangannya.


Begitu diputar maka akan ada beberapa jarum beracun yang akan menancap di tubuh lawan dengan mulus.


Ini adalah senjata rahasia yang telah dia tempat secara pribadi ketika berkelana bersama dengan kedua murid nya menuju satu tempat ke tempat yang lainnya.


Setelah berkemas, mereka mencari tempat lain untuk tinggal dan kali ini agak terpencil, masuk ke agak ke desa desa kecil.


Sekte Naga Biru akan memberikan waktu pada mereka untuk mencari keberadaan mereka yang berpindah pindah.


Keesokan harinya, He Xun sadar bahwa berita kematian Deng Quan seharusnya telah sampai ke telinga Sekte Naga Biru.


He Xun duduk di halaman penginapan dan berlatih dengan sederhana, He Xun melatih kekuatan seni bela diri nya.


Sementara di sisi lain, Ketua murid Sekte Naga Biru telah datang dan mendengar berita dari seorang murid penjaga dari Sekte Naga Biru.


"Tuan, Deng Quan telah meninggal dengan sekelompok murid yang mengikuti nya. " Ucap Penjaga itu.


"Siapa yang membunuhnya ?" Tanya Ketua Murid Sekte Naga Biru.


"Seorang pemuda dengan beberapa gadis yang mengikuti nya, pemuda itu memiliki paras yang sangat tampan tapi namanya tidak di ketahui. Dikatakan bahwa kekuatannya lebih baik daripada milik Deng Quan. " Ucap penjaga itu dengan hormat.