PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
48. Meratakan Klan He II


"Pukulan Cakar Naga : Bagian 2 !" He Xun menyerang lagi dengan ganas, kedua tangannya bergerak serempak.


Yang satu memegang pedang dan yang lain memegang sarung pedang, satu untuk menyerang dan yang lain untuk bertahan.


Ini sama saja dengan menggunakan dua pedang, sulit untuk berlatih seperti ini karena harus membagi fokus untuk dua hal.


Tapi, kebetulan yang sangat indah bahwa He Xun mampu untuk melakukan hal semacam ini. He Xun merasa sangat bangga pada dirinya sendiri.


He Xun bertarung dengan sengit melawan He Qiao sampai akhirnya He Qiao terpojok dan memuntahkan seteguk darah.


"Kalian semua, aku telah menunggu selama belasan tahun untuk menunggu hal ini, akhirnya langit tidak terlalu kejam padaku dan aku diizinkan untuk balas dendam. " Ucap He Xun dengan senyum bangga.


"Ayahmu dan ibumu tidak akan senang dengan tindakan mu hari ini ! Dasar anak yang tidak tahu diri, seharusnya aku membunuhmu sejak lama !" Ucap He Qiao dengan murka.


He Xun mengulurkan tangannya dan mencekik leher He Qiao dengan tatapan yang liar, He Xun mendekatkan wajahnya pada wajah He Qiao.


"Kamu benar benar tidak tahu diri, apakah kalian semua tidak sadar dengan semua yang kalian lakukan ? Kalian bertingkah seolah olah semuanya tidak ada artinya di mata kalian. Aku pikir, kalian adalah sampah yang paling menganggu di mataku." Ucap He Xun dengan senyum jijik.


"Aku berdiri disini selama belasan tahun dan menanggung ribuan penghinaan dari kalian, apakah itu tidak ada artinya ? Aku tahu bahwa kedua orang tuaku tidak akan senang dengan tindakan ku, tapi aku percaya bahwa mereka akan lebih senang jika aku hidup bahagia. " Ucap He Xun.


"Apakah kau pikir dengan membunuh kami semua bisa membuatmu merasa bahagia ?! Kalian semua satu keluarga telah dikutuk dan tidak akan pernah bahagia !" Teriak He Qiao dan meludahi He Xun.


He Xun menghindari itu dan tersenyum jijik lalu menatap He Qiao dengan tatapan merendahkan.


"Aku tentu saja akan sangat bahagia, apa yang membuatmu berpikir bahwa aku tidak akan bahagia dengan semua ini ? Bagaimanapun, kalian adalah sekte yang kaya. Dengan membawa lebih dari 30 ribu Tael Emas, kenapa aku tidak bahagia ?" Tanya He Xun.


He Xun menekan tenggorokan He Qiao lebih kuat sampai terdengar suara remukan tulang, He Qiao memandangnya dengan tatapan tidak percaya sementara He Xun tersenyum lebar dan melempar mayat He Qiao.


He Xun menutup gerbang yang berada di dekatnya dan melihat orang orang Klan He yang gemetar ketakutan, He Xun menatap ke arah mereka dengan senyum tipis.


Orang orang tampak semakin ketakutan dan mengacungkan pedang ke arah He Xun lalu perlahan lahan mundur.


"Kamu hanya sendirian dan kami memiliki banyak orang ! Jangan pikir bahwa kami akan takut denganmu !" Teriak salah satu murid dengan tahi lalat di wajahnya.


He Xun memandang orang ini dengan senyum aneh lalu sedikit memiringkan kepalanya dan menatap murid ini.


"Kamu adalah He Xing kan ? Aku ingat kamu, kamu adalah orang yang menyuruhku untuk membawa sup pada He Liang bukan ? Kamu mengatakan bahwa dia memintanya, padahal tidak. Bukankah begitu ? Lalu menuduh ku mencuri barang He Liang yang sebenarnya kamu curi, bukan ?" Tanya He Xun dengan senyum lembut.


Tapi, semua orang merinding ketakutan dan perlahan lahan mengingat satu persatu dosa yang telah mereka lakukan pada He Xun.


Pada saat ini, tidak ada yang tidak melakukan kejahatan pada He Xun. Mungkin, di Klan ini yang tidak melakukan kejahatan pada He Xun hanyalah Dewi Klan He mereka yang telah pergi berlatih ke Sekte besar.


He Xun berjalan ke depan dengan santai dan mendekati He Xing yang telah mengencingi celananya sendiri.


"Hm, bau apa ini ? Apakah Senior He Xing yang ternama telah kencing di celana tanpa sadar karena ketakutan ? Kenapa kamu begitu tegang ?" Tanya He Xun dan menepuk bahu He Xing.


"Maafkan aku ! Maafkan aku !" Teriak He Xing.


"Tampaknya Senior He kurang antusias dan menganggap ini sebagai main main. " Ucap he Xun dengan acuh tak acuh.


He Xing membenturkan kepalanya lebih kuat dan pada saat sujud ke 50 kali, He Xun menusukkan pedang di jantung He Xing dan membuat pria itu meninggal dalam posisi bersujud pada He Xun.


He Xun memandangnya dengan acuh tak acuh seolah olah itu bukanlah benda yang berharga, pandangan He Xun dialihkan pada murid Klan He yang tersisa lalu memulai pembantaian nya.


Satu jam berlalu dan tumpukan mayat telah terbentuk, lautan darah memenuhi Klan He yang pernah menjadi Klan terbaik di Kota Yunhua.


He Xun melangkah di atas mayat dan lautan darah lalu berjalan menuju ruang penyimpanan Klan He. Tidak menyangka bahwa disana ada lebih dari 10 ribu Tael Emas.


He Xun menyimpan semuanya di dalam cincin dimensi bersama dengan senjata senjata yang dianggapnya penting , lalu mengambil persediaan minyak tanah yang digunakan untuk mengisi lampu minyak.


He Xun menuangkan nya ke seluruh Kediaman Klan He lalu melempar obor yang telah menempel di dinding Klan He.


Api langsung tersulut dan menjalar dengan liar, He Xun memandang pemandangan berwarna merah yang menyala nyala.


He Xun berjalan mundur dan seringaian terbentuk di wajahnya ketika api menjadi semakin besar. Api itu menyulut perhatian dari warga setempat tapi sudah terlambat, semuanya sudah terbakar sampai habis.


He Xun melangkah pergi di antara keramaian dengan senyum puas, dibalik punggung nya, orang orang berteriak panik dan berusaha untuk memadamkan api.


He Xun bahkan tidak akan menoleh ke belakang, dengan terbakarnya tempat ini, dengan hancurnya tempat ini, He Xun telah bertekad untuk melupakan semua masa lalunya.


Semua masa lalu buruknya.


He Xun berganti pakaian sebelum kembali ke Kediamannya dan membawa kedua muridnya untuk berjalan jalan di Kota Yunhua yang sedang ramai.


Lagipula, He Xun tidak akan takut ada seseorang yang mengenalinya karena penampilannya saat ini.


"Apakah kamu tahu ? Klan He yang angkuh telah sepenuhnya diratakan dengan tanah dan tidak ada yang selamat ! Semuanya dibantai dalam waktu singkat !" Ucap salah satu orang.


"Apakah kamu tahu siapa yang melakukannya ?" Tanya yang lain dengan penasaran.


"Dikatakan bahwa itu adalah putra He Jiang, He Xun. Dikatakan bahwa dia diperlakukan dengan tidak baik dan membalas dendam. " Ucap orang pertama dengan berapi api.


"Sialan, jika aku menjadi ayahnya maka aku akan membunuhnya karena menjadi anak yang durhaka. Dia bahkan menghancurkan seluruh Klan nya. " Ucap orang kedua mengumpat.


He Yue yang mendengar ini tampak marah dan ingin melabrak orang itu, tapi He Xun menghentikan tindakan muridnya.


Shiuutttt !


Suara sumpit yang dilemparkan dengan kecepatan tinggi terdengar dan sumpit itu menancap tepat di tengah kepala orang itu, orang itu terpaku ke dinding dan meninggal pada saat itu juga.