PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
42. Sima Ying


"Lupakan, seseorang sepertimu yang bahkan tidak mengenal dirimu sendiri pastilah tidak memiliki kesan yang mendalam terhadap orang tua mu. " Ucap Sima Ying sambil menggelengkan kepalanya.


"Ehm, aku ingin bertanya sesuatu, tidak tahu apakah Nona Sima ingin menjawabnya atau tidak ?" Ucap He Xun dengan ragu ragu.


He Xun sangat berhati hati dan memastikan bahwa kata katanya tidak menyinggung sosok luar biasa di depannya.


Bagaimanapun, kekuatan Sima Ying ini tentu saja bukan sesuatu yang bisa dihadapi olehnya, jadi secara alamiah He Xun sangat waspada.


"Katakan !" Perintah Sima Ying.


"Apakah maksud Nona Sima bahwa bakat ku ini adalah bawaan lahir ? Ayah dan ibuku meninggal ketika hari kelahiranku dan aku tidak dekat dengan kerabatku, aku tidak tahu apa apa tentang ini. Hanya saja aku selalu tidak bisa ber kultivasi selama 13 tahun sampai beberapa bulan lalu kekuatanku meningkat sampai ke titik ini. " Ucap He Xun dengan jujur.


Ini adalah kata kata yang diperhalus , tidak dekat dengan kerabat. Tidak hanya tidak dekat, melainkan bermusuhan satu sama lain.


"Ehm, memang itu adalah bawaan lahir seperti yang aku katakan sebelumnya, alasan kamu tidak dapat berkultivasi seharusnya adalah karena bakat mu disegel. " Ucap Sima Ying sambil berpikir sejenak sebelum menjawab He Xun.


"Ah, aku mengerti, kalau begitu terimakasih Nona Sima karena telah menjawab rasa penasaran ku. " Ucap He Xun berterima kasih walaupun masih tidak mengerti.


Untuk apa ayah dan ibunya menyegel bakat nya ? He Xun tidak mengerti tapi mulai sekarang bertekad untuk memecahkan misteri ini.


He Xun tidak percaya bahwa ini akan menjadi rahasia yang tidak akan terungkapkan. He Xun percaya bahwa semuanya akan selalu memiliki jalan keluar.


"Apakah kamu menemukan sesuatu yang membuat segel terlepas ? Dari yang aku lihat, sebelum terbuka dengan paksa. Jika melihat dari untauan Qi yang ada maka itu mungkin seharusnya bertahan sampai 2 tahun lagi, yaitu tepat kamu berumur 15 tahun. " Ucap Sima Ying.


"Aku..... kemarin bertemu dengan bahaya besar dan pingsan selama 4 bulan, ketika bangun aku sudah mendapatkan kekuatan ini. " Ucap He Xun dengan ambigu.


He Xun tidak mengatakan kebenaran tapi tidak juga berbohong, He Xun tahu bahwa siluman dan manusia bermusuhan.


Meskipun Sima Ying ini bukan manusia, tapi He Xun berjaga jaga apabila Sima Ying membenci siluman jadi tidak menyebutkan keempat siluman yang menjadi penyelamat hidupnya.


"Mungkin itulah yang menjadi penyebabnya, aku tahu bahwa kamu ingin keluar tapi cobalah untuk sabar. Guncangan Dimensi ini akan segera berakhir dalam 24 hari dan kamu akan bisa keluar di kota yang sama tapi tidak di tempat yang sama dengan yang kamu masuk. " Ucap Sima Ying dan duduk di atas batu yang berada di sebelahnya.


"Ternyata begitu, baiklah. Aku akan menunggu, lagipula aku tidak memiliki jalan lain. Sekarang, apakah aku bisa berkultivasi dengan tenang dan tidak diganggu oleh Monster ?" Tanya He Xun.


"Ya, berlatih lah. Dengan aku disini maka tidak akan ada yang bisa menganggu mu dalam jarak 10 mil dari sini. " Ucap Sima Ying dengan penuh kebanggaan.


"Aku bisa tenang jika begitu, terimakasih sekali lagi, Nona Sima. " Ucap He Xun.


"Berkultivasi lah, jika beruntung maka kamu akan mendapatkan banyak keajaiban dari Alam Ilusi Keajaiban. " Ucap Sima Ying.


He Xun tidak mengerti arti dari kalimat Sima Ying tapi tahu bahwa jika dia bertanya lebih lanjut maka itu akan membuatnya merasa canggung.


He Xun memejamkan mata dan mulai berkultivasi dengan serius, Ilusi Alam Keajaiban adalah tempat kultivasi murid Sekte Awan Ringan.


Jadi, Qi disini sangat tebal dan kaya, sangat baik untuk kultivasi seseorang. He Xun dengan tulus mencoba untuk naik ke tingkat selanjutnya di umurnya yang mencapai 14 ini.


Sementara di sisi lain,


Sekte Awan Ringan telah memanggil 11 Murid Inti yang merangkap menjadi Tetua juga, mereka seharusnya memiliki 12 tapi nyatanya salah satu dari mereka sedang berkultivasi di balik pintu tertutup dan membuat mereka hanya bisa melakukan ini dengan 11 orang.


"Ketua dan wakil ketua saat ini sedang berkultivasi dalam pintu tertutup, bagaimanapun caranya, kita harus segera menarik kembali Alam Ilusi Keajaiban !" Perintah Senior Yi.


Semuanya langsung membentuk formasi, masing masing memiliki tempat mereka sendiri sendiri dan membentuk bintang.


Sayang sekali bahwa kurang satu titik orang untuk melengkapi formasi yang sangat indah itu, untaian Qi keluar dari jari mereka dan menyatu di langit membentuk bintang yang sama seperti posisi mereka berdiri.


"Formasi Penangkap Bintang !" Perintah mereka bersama sama dan berusaha untuk menangkap Alam Ilusi Keajaiban.


Dimensi Pribadi bisa berbentuk benda dan kebetulan Alam Ilusi Keajaiban berbentuk hal yang sangat sederhana, yaitu lonceng di bagian depan Sekte Awan Ringan.


Lonceng itu bergetar dan mengeluarkan bunyi yang berisik lalu terbang menjauh dari sana, seolah olah memiliki kesadaran sendiri, lonceng itu dengan cepat melesat ketika formasi mengejarnya.


Formasi Penangkap Bintang berusaha untuk menangkap Lonceng yang kabur itu dengan segera tapi Alam Ilusi Keajaiban adalah Dimensi yang telah terbentuk selama ribuan tahun, jadi tidak heran bahwa kekuatannya sangat tinggi.


Para tetua Sekte Awan Ringan mengalirkan Qi mereka lebih besar menuju Lonceng yang melarikan diri itu, berharap bahwa dengan itu, Formasi Penangkap Bintang bisa melesat lebih cepat dan menangkap lonceng itu.


"Jangan biarkan Alam Ilusi Keajaiban hilang ! Jika tidak maka jangan pernah memikirkan hari esok ! Ketua Sekte akan murka jika mendengar ini !" Teriak Senior Yi dengan marah.


Bagaimanapun, disini, Yi Wanyi adalah Tetua paling senior dari mereka semua. Jadi tidak ada yang berani untuk melawan.


Di antara para murid Inti, Yi Wanyi bisa dikatakan sebagai Ketuanya dan hanya lebih rendah dari Ketua Sekte.


Karena bahkan Wakil Ketua Sekte takut dengan Yi Wanyi. Seharusnya yang naik menjadi Wakil Ketua Sekte adalah Yi Wanyi.


Tapi, Yi Wanyi menolak, bisa dikatakan bahwa Wakil Ketua saat ini hanya Wakil Ketua dalam nama dan tidak benar benar dihormati oleh murid murid lain.


Karena itulah juga, Yuan Qi dengan senang hati menjadi anjing penurut milik Yi Wanyi yang menjilat jalan untuk Tuannya.


Adegan kejar mengejar terus terjadi seolah olah itu adalah anjing yang mengejar kucing atau sebaliknya, tapi Alam Ilusi Keajaiban benar benar sangat kuat sehingga bahkan Formasi Penangkap Bintang tidak dapat menggapainya.


Mereka telah melakukan adegan kejar mengejar selama beberapa jam tapi tidak membuahkan hasil, Qi mereka menjadi kering dan satu persatu mulai tumbang dengan keringat yang memenuhi tubuh mereka.


Wajah Yi Wanyi berubah menjadi muram dan menatap para Tetua lain dengan marah seolah olah menyalahkan mereka karena tidak kompeten.


"Kalian semua, karena telah menjadi seperti ini maka siap siaplah untuk mendapatkan hukuman kalian dari Ketua ! Aku mendapat pesan bahwa Ketua akan kembali besok !" Ucap Yi Wanyi dengan kemarahan yang meluap.


Tapi, kali ini ketika Alam Ilusi Keajaiban terlepas dari mereka, Ketua akan keluar dari Kultivasi tertutupnya. Apakah Ketua mereka memiliki ilmu untuk meramalkan masa depan.


Para tetua lain ingin menangis sambil meraung tapi nyatanya tidak ada air mata yang mengalir di mata mereka , mereka hanya bisa menyimpan ini diam diam dan siap siap untuk menerima hukuman mereka.


Nyatanya, Yi Wanyi tidak pernah dihukum dengan berat jika melakukan kesalahan karena dia adalah murid kesayangan Ketua Sekte.


Itu adalah murid pribadi Ketua Sekte yang hebat. Jadi, siapa yang berani untuk menganggu atau menggeryak Yi Wanyi ? Tentu saja tidak ada !


Hanya saja, Yi Wanyi ini adalah orang yang suka untuk menggertak orang lain karena tidak pernah di hukum, membuat orang lain tampak sangat bersalah untuk hal yang sebenarnya sangat sederhana.


Bisa dibilang, Yi Wanyi adalah gadis manja yang merepotkan, itulah julukannya di dalam Sekte. Jika terjadi kehilangan besar seperti ini, maka Yi Wanyi paling paling hanya akan dihukum 3 hari dikurung menjadi tahanan rumah.


Sementara Tetua lain akan mendapatkan hukuman berat seperti beberapa puluhan cambukan dipunggung dan beberapa hukuman yang lebih ringan lainnya.


Sangat menyedihkan bukan ? Terlihat dengan jelas betapa jauh kesenjangan yang dimiliki oleh mereka dengan Yi Wanyi.


Jadi, Tetua lain tidak pernah senang dengan Yi Wanyi dan tidak ada yang ingin menjadi temannya. Yi Wanyi selalu menjadi orang yang kesepian di dalam Sekte, tidak ada yang mendekati nya dengan tulus.


Semua orang yang mendekati Yi Wanyi selalu memiliki niat yang sama dengan Yuan Qi, yaitu berusaha untuk menjilatnya.


Di penginapan, kedua murid He Xun tampan berlatih dengan damai, tidak terganggu oleh kerinutan dari tempat makan di bawah yang penuh dengan gosip.


Mereka bukanlah orang yang suka untuk mendengarkan gosip semacam itu dan hanya fokus dengan latihan mereka.


Chu Xue adah murid yang berbakat, bakatnya sangat baik tapi mungkin hanya sedikit dibawah He Xun.


Ketekunannya tidak perlu dipertanyakan, berbeda dengan He Yue yang cenderung memiliki banyak keinginan, seperti ingin bermain atau ingin sesuatu dan tidak terlalu fokus, ini membuat He Xun khawatir.


Apakah He Yue bisa mengejar ketinggalan ? Bisa dikatakan bahwa bakat He Yue tidak terlalu baik, tapi He Xun membimbing nya dengan baik, dengan sama seperti Chu Xue.


He Xun tahu bahwa dari bakat saja He Yue telah tertinggal, tapi percaya bahwa jika He Yue bekerja keras , lebih keras dari yang lain maka He Yue tidak akan tertinggal terlalu jauh.


Sayangnya, He Yue bukanlah orang yang rajin seperti Chu Xue dan cenderung memiliki banyak tingkah.


Tapi, kali ini mereka berdua berlari bersama dengan rukun dan fokus seolah olah tidak sabar untuk mengejutkan shizun mereka dengan pencapaian yang telah mereka buat.


Ketika malam tiba, mereka diantarkan makanan oleh pelayan dan memakan sambil melihat pemandangan diluar dengan sedikit kesedihan.


"Dimana Shizun ? Kenapa Shizun belum kembali ? Apakah Shizun menemukan masalah diluar ?" Tanya He Yue dengan khawatir.


"Tenang, kita harus percaya bahwa Shizun adalah yang terkuat dan tidak akan ada yang bisa menganggu nya jadi kamu tidak boleh terlalu cemas dengan hal ini. Santai saja dan menunggu seperti yang dikatakan Shizun, jika dia tidak kembali hari ini maka aku percaya bahwa dia akan kembali besok. " Ucap Chu Xue.


He Yue terkejut dengan penuturan Chu Xue yang menunjukkan kepercayaan buta pada He Xun, seolah olah He Xun adalah Dewa bagi Chu Xue.


"Kamu benar, Shizun adalah Dewa. Tidak akan ada yang menunggunya, sudah seharusnya aku tidak meragukannya. Apapun rintangannya, aku percaya bahwa Shizun bisa menghadapinya karena dia adalah Shizun kita. " Ucap He Yue dengan senyum tulus.


"Ya, lebih baik begitu. " Ucap Chu Xue sambil mengangguk dan mereka makan bersama dalam keheningan malam.


Di dalam Dimensi Alam Ilusi Keajaiban,


He Xun saat ini sedang duduk dan berlari walaupu beberapa kali terhentak ke depan atau ke belakang karena guncangan Dimensi tapi tidak sekalipun membuka matanya.


Sementara He Xun sedang tenggelam dalam kultivasi nya, Sima Ying mendekatkan wajahnya ke wajah He Xun.


Sima Ying menatap wajah He Xun dengan senyum yang tidak dapat di artikan lalu menelusuri wajah He Xun, mulai dari dahi, mata, hidung, dan tentu saja bibir.


Rahang yang kokoh dan tegas itu sangat sempurna dan tentu saja sangat tampan, Sima Ying menatap dengan terpesona ketika melihat ketampanan yang dimiliki oleh He Xun.


Sangat sempurna, mirip dengan seseorang. Sima Ying memikirkan seseorang yang mirip dengan He Xun dan menelan rasa pahit.


Ketika masih muda dan naif, tentu saja masih sembrono, Sima Ying pernah bertemu dengan seorang kultivator yang ramah dan kuat, wajahnya mirip dengan He Xun tapi lebih tampan sedikit dari He Xun, mungkin karena aura kedewasaan yang dimiliki oleh pria itu sementara He Xun masih membawa sedikit aura kekanak-kanakan.


Sima Ying selalu suka bertarung dan menantang semua orang sampai akhirnya bertemu dengan kultivator ini dan kalah dari kultivator ini.


Sima Ying langsung menetapkan dihatinya bahwa dia menyukai kultivator ini, sayangnya kultivator ini menghilang setelah mengalahkan Sima Ying.


Sima Ying menunggu selama ratusan tahun di dalam Dimensi Alam Ilusi Keajaiban dan menunggu tapi nyatanya pria itu tidak kunjung datang.


Sima Ying tidak menghalangi He Xun untuk keluar tanpa alasan, apalagi hanya karena sekedar memiliki Bakat Surga.


Yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Sima Ying adalah ini, yaitu ingin membandingkan wajah He Xun dengan kultivator misterius yang menjadi cinta pertamanya itu.


"Benar benar mirip, jika seseorang mengatakan padaku bahwa ini adalah putranya maka aku akan dengan senang hati mempercayainya. " Ucap Sima Ying.


Sima Ying mengulurkan tangannya dan menyentuh rahang He Xun, dimana itu adalah posisi paling mirip yang dimiliki He Xun dengan kultivator itu.


Karena terlalu tenggelam dalam Kultivasi nya, He Xun tidak menyadari bahwa seseorang telah mengambil keuntungan dari kondisinya saat ini.


He Xun hanya fokus untuk terus meningkatkan kultivasi nya.


Jadi, tidak menyadari bahwa Sima Ying telah sangat dekat dengannya, bahkan tubuh mereka hampir. menempel satu sama lain.