
"Kompetisi Yuanliu ini akan menjadi kesempatan besar untukmu, apakah kamu akan mengikuti nya ? " Tanya Baili Ruo Qing.
"Mungkin saja, aku mungkin akan mengikuti nya. Aku tidak akan menolak uang, pada saat ini, kita akan melihat bagaimana Keluarga Xu melihat ketika anak nya dibawa kembali. " Ucap He Xun dengan seringaian.
"Hei Gila ! Apakah kamu akan pergi kesana dan melihat sendiri ?! Aku pikir, ada yang salah dengan otak mu !" Teriak Baili Ruo Qing dengan murka.
Karena teriakan Baili Ruo Qing yang sangat menggelegar membuat perhatian tertuju kepada mereka.
He Xun menundukan kepalanya dan menahan perasaan malu di dalam hatinya ketika mendapatkan seorang teman yang tidak bisa di kontrol seperti Baili Ruo Qing.
"Aku minta maaf kepada saudara sekalian karena keributan yang telah aku perbuat. " Ucap He Xun sambil menunduk dan mengangkat cangkir anggurnya.
Semuanya bersulang dan menunjukkan bahwa tidak akan ada lagi masalah di antara mereka dan dendam ini akan berakhir di sini, hari ini.
Semua orang kembali ke masalah mereka masing masing dan tidak memerdulikan hal ini lagi.
Tatapan He Xun yang tajam terarah kepada Baili Ruo Qing yang hanya tertawa tanpa rasa bersalah.
"Jangan membuat kesalahan yang tidak perlu, di masa depan maka kita harus semakin berhati hati. Ayo, kita akan pergi !" Ucap He Xun dengan santai dan menaruh 1 Tael Emas di mejanya.
"Apakah kamu yakin ? Kamu benar benar akan pergi ke sana sendirian dan menantang mereka ?" Tanya Baili Ruo Qing, kali ini menggunakan nada rendah.
"Siapa bilang aku akan menantang mereka sendirian ? Aku akan menonton mereka, aku akan melihat bagaimana reaksi mereka dan menilai perilaku mereka. " Ucap He Xun dengan acuh tak acuh.
"Apakah kau pikir, akan semudah itu untuk masuk ke dalam pekarangan keluarga Xu ? Aku yakin, itu sama sulitnya dengan membobol Kekaisaran. " Keluh Baili Ruo Qing.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku memiliki cara ku sendiri untuk menangani hal ini. " Ucap He Xun dengan senyum misterius.
Baili Ruo Qing yang melihat senyum He Xun benar benar merasa penasaran dan tiba tiba merasa yakin kalau He Xun benar benar ada rencana yang baik untuk hal ini.
Siapa yang tahu kalau ternyata rencana bagus milik He Xun akan mereka akan duduk di atas atap dan memindahkan sebuah balok batu yang menutupi, sehingga sedikit terbuka tanpa suara.
Mereka akan bisa melihat dan mendengar kata kata orang di dalam ini, dan mendengarkan semua percakapan.
Di lihat dari ruangan nya, maka ini seharusnya adalah ruangan aula milik Keluarga Xu. Disana bahkan ada kepala keluarganya, Xu Wei.
"Aku pikir, ini tidak akan berakhir baik. Kamu lihat bagaimana Xu Wei itu mulai menangis dengan begitu kencang bahkan sebelum kain yang membungkus Xu Yuan terbuka, seolah olah dia sangat yakin kalau itu adalah putranya. " Cibir He Xun.
"Jadi, menurut mu, apakah dia adalah orang yang palsu atau dia benar benar sayang pada putra nya ?" Tanya Baili Ruo Qing.
"Sulit untuk mengatakan seperti itu , tapi jika dilihat seperti ini maka seharus nya itu palsu. Dia adalah Ketua Klan, jika dia menyayangi putra nya maka dia masih harus menyelamatkan martabat Klan Xu. Tanpa martabat seperti ini, sama sekali bukan sifat yang dimiliki oleh seorang pemimpin. " Ucap He Xun dengan suara yang sangat rendah sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengar ini.
"Aku juga merasa begitu, dia menangis dengan begitu kencang. Seolah olah ingin semua orang mendengar tangisannya dan tahu kalau dia berduka untuk putra nya dan kasih sayangnya seluas lautan. " Balas Baili Ruo Qing.
"Jika dia benar benar menyayangi Xu Yuan, maka seharus nya dia memberikan pelajaran yang baik untuk Xu Yuan bukan membiarkan nya terperosok dalam kebodohan seperti itu. Kamu harus tahu, alih alih mengatakan kalau dia sangat menyayangi Xu Yuan dan membiarkan putra nya membentuk karakter nya sendiri, itu akan lebih masuk akal jika mengatakan bahwa dia sedang membentuk sebuah boneka yang bisa dia gunakan. " Ucap He Xun dengan analisis nya yang sangat baik.
Baili Ruo asing yang mendengarkan ini dengan hati hati dan teliti menemukan bahwa hal ini sangat masuk akal, tidak ada kepala Klan yang begitu sepenuh hati menyayangi putra nya.
Kecenderungan sebuah kepala Klan adalah egois, dan manipulatif. Mereka serakah dan memiliki sifat jahat, paling tidak hal itu lah yang tersebar di antara kalangan para siluman.
Jadi, ketika mendengarkan kata kata yang di lontarkan oleh He Xun, Baili Ruo Qing sama sekali tidak memiliki kesan baik untuk pria tua seperti Xu Wei.
"Tuan Besar Xu, kami menemukan mayat Tuan Muda di sebuah tempat terpencil, terlihat kalau dia menderita banyak luka. Seperti nya, dia diperas oleh seseorang. " Ucap kultivator yang membawa Xu Yuan.
Xu Wei tidak langsung membalas melainkan menyeka air mata nya terlebih dahulu untuk menunjukkan kesan menyedihkan, apakah ini sikap yang di miliki oleh seorang Kepala Klan yang sangat besar ? Tentu saja tidak, ini sama sekali tidak wajar.
Xu Wei ini pasti nya tidak sesederhana yang terlibat di permukaaan, He Xun sama sekali tidak percaya kalau Xu Wei benar benar setransparan itu.
"Hu Hu Hu, putra ku yang malang. Kejahatan apa yang dia lakukan sampai sampai harus menderita sebesar ini ?Dia adalah putra yang baik dan penurut, aku telah membesarkan nya sendiri dengan penuh kasih sayang. Siapa yang begitu iri dengan bakat emas nya sampai sampai melukai nya dengan begitu parah, pasti tidak mudah bagi Ah - Yuan sebelum kematian nya, rasanya hatiku terkelupas ketika melihat ini ! Hu hu hu, aku benar benar sedih sekali !" Teriak Xu Wei dengan tangisan yang lebih dan lebih kencang.
"Bawa dan berikan hadiah kepada Tuan Tuan ini, aku akan berterima kasih secara pribadi karena telah membuat ku bertemu dengan Ah - Yuan lagi. Ah - Yuan pasti sangat membenci ku karena tidak bisa menjaga nya dengan baik, ini adalah salah ayah. " Ucap Xu Wei.
Sebuah peti di siapkan dan di berikan kepada kultivator yang membawa tubuh Xu Yuan.
"Terima kasih kepada Tuan Besar Xu, aku akan mendoakan semoga jiwa Tuan Muda Xu akan mendapatkan reinkarnasi yang baik di kehisyaon selanjut nya. Aku pamit terlebih dahulu. " Ucap pria itu lalu berjalan pergi dengan rombongan nya.
Pria itu meras kasihan pada Xu Wei yang masih terus menangis karena kepergian putranya, Xu Yuan.