PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
75. Minum Arak


Berhari hari berlalu dan mereka hidup dalam posisi berpindah pindah, dengan membunuh beberapa puluh prajurit setiap harinya.


Sampai akhirnya harga kepala He Xun meningkat, dari hanya 1 juta Tael menjadi 10 juta Tael, tampaknya kemarahan Raja telah sampai di puncak.


Tapi, siapa yang peduli ?Beberapa warga biasa ingin mencoba mendapat keuntungan dari ini dan berusaha untuk menangkapnya.


He Xun juga tidak berusaha untuk menyembunyikan wajahnya di balik topeng atau cadar, hanya berjalan seperti biasa.


He Xun akan menyambut setiap tamu yang datang dan membiarkan mereka pulang hanya dengan sisa nama.


He Xun merasa bahwa semakin banyak nyawa yang dia cabut maka semakin berubah dia, dia menjadi lebih haus darah dibandingkan sebelumnya.


Tidak ada kesedihan ketika membunuh seseorang, seolah olah dia telah kehilangan hati nurani nya sebagai manusia.


He Xun tidak menganggap ini sebagai hal yang baik, tapi tidak memiliki pilihan lain. He Xun berjalan jalan di sekitar penginapan sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam penginapan dengan santai.


Belakangan ini, He Xun menjadi lebih santai terhadap semua prajurit yang datang untuk mengambil kepalanya.


He Xun menjalaninya seolah olah dia berada di dunia yang berbeda dan tidak memandang sekelompok semut itu sama sekali.


He Xun duduk di tepi ranjang miliknya dan memutuskan untuk memeriksa Sima Ying, bagaimanapun dia telah cukup lama tidak mengunjungi gadis itu.


Ketika dia masuk ke dalam Dimensi Akan Ilusi Keajaiban, tidak ada Sima Ying. He Xun dengan panik berlari berkeliling dan mencari Sima Ying.


He Xun masuk ke dalam pondok sederhana Sima Ying dan mendengarkan suara ******* ringan dari dalam.


Ketika He Xun mengintip dari sela pintu yang tidak tertutup rapat, tampak Sima Ying yang tidak mengenakan pakaian sepenuhnya dan sedang menyentuh bunganya sendiri.


Sima Ying memainkan Mahkota miliknya sambil memejamkan mata dan meracau dengan pelan, He Xun langsung merasa bahwa Naganya telah terbangun dan mengeras.


He Xun masuk secara diam diam, Sima Ying tidak menyadarinya karena sedang tenggelam dalam kenikmatan.


"He Xun.... " Gumam Sima Ying dengan air mata di kedua kelopak matanya yang indah karena kenikmatan.


He Xun melepaskan jubah luarnya dan menunjukkan celana panjang putih yang tipis dengan tubuh bagian atas yang terbuka sepenuhnya.


He Xun memeluk tubuh Sima Ying dari belakang dan wanita itu terkejut dan ingin memberontak sebelum akhirnya menyadari bahwa itu dirinya.


He Xun dari belakang mengulurkan kedua tangannya dan meraih gunung kembar milik Sima Ying lalu meremas nya dengan pelan.


Sima Ying mendesah dengan mata yang terpejam, tampak sangat menikmati permainan yang dilakukan oleh He Xun.


"Kamu telah lama tidak mengunjungi ku dan membuatku sedih, aku tidak memiliki pilihan lain selain bermain dengan diriku sendiri. " Ucap Sima Ying dengan sedih.


"Ya, maafkan aku. " Ucap He Xun dengan sedih dan membenamkan kepalanya di ceruk leher Sima Ying dan membuat gigitan gigitan kecil.


Setelah melakukan pemanasan yang cukup , He Xun mendorong Naganya masuk kedalam Mahkota milik Sima Ying dan keduanya mulai meracau satu sama lain.


Keduanya melakukan banyak hal sampai keesokan harinya di dalam dimensi tapi hanya beberapa menit di dunia nyata, tubuh Sima Ying penuh dengan tanda tanda merah kebiruan.


Baik dileher atau dibagian gunung kembarnya , sementara He Xun sedang berdiri dan menggunakan pakaiannya, bersiap untuk pergi.


He Xun sangat ingin melakukannya lagi tapi melihat kondisi Sima Ying yang kesulitan untuk menahannya membuat He Xun merasa kasihan.


Saat ini, keringat membanjiri tubuh Sima Ying yang indah, membuatnya tampak berkilau, siapapun yang melihat ini tidak akan bisa menahan diri.


Tapi, He Xun akhirnya bisa menahan diri agar tidak melakukannya lagi dengan Sima Ying atau wanita itu akan segera jatuh pingsan akibat perbuatannya.


"He Xun, apakah kamu sudah akan pergi lagi ?" Tanya Sima Ying dengan lemah.


"Ya, aku akan segera pergi, tapi aku akan datang lagi kemari lebih sering, hm ?" Ucap He Xun membujuk Sima Ying.


Sima Ying membuat wajah merajuk dan mengerucutkan bibirnya, He Xun tidak tahan dan memajukan wajahnya lalu menyambar bibir Sima Ying.


Keduanya berciuman dengan panas dan tidak berhenti untuk beberapa menit, berhenti hanya untuk mengambil nafas sebelum akhirnya kembali saling menyambar bibir satu sama lain.


He Xun tidak melepaskan kesempatan ini dan membawa Sima Ying untuk duduk ke atas pangkuannya sementara Sima Ying mengalungkan lengannya di belakang leher He Xun.


Kedua gunung kembar Sima Ying menjepit dan menekan leher He Xun dengan menggoda, kedua tangan He Xun meraih bokong Sima Ying lalu meremasnya dengan pelan yang membuat Sima Ying terlonjak.


Pada akhirnya, He Xun menghabiskan tiga hari di dalam dimensi dan keluar dari dimensi dengan wajah yang bahagia.


Baru saja membersihkan dirinya sendiri yang baru keluar dari dimensi, muridnya, He Yue menerobos masuk ke dalam kamarnya.


"Shizun ! Apakah kamu sudah ingin makan ?" Tanya He Yue dengan ceria.


"Makan ?" Tanya He Xun dengan bingung.


"Apakah shizun tertidur ? Ini sudah sore dan menjelang malam, sudah waktunya makan malam. Semua orang telah turun ke bawah tapi Shizun terlambat. " Ucap He Yue dengan polos.


"Ya, Shizun tertidur sebentar tadi. Tidak menyangka bahwa sudah malam, Shizun akan turun bersama denganmu. " Ucap He Xun dan menggandeng tangan He Yue untuk turun dari tangga.


He Xun membawa He Yue untuk turun ke lantai bawah, bagaimanapun He Yue belum mencapai umur 10 tahun, alangkah baiknya jika turun tangga ditemani oleh orang dewasa sepertinya.


Sesampainya dibawah, seperti yang dikatakan oleh He Yue, disana sudah ramai dan rombongannya telah berkumpul disana dalam formasi lengkap.


"Apakah kamu tertidur ?" Tanya Yi Fei Fei.


"Ya, aku tertidur. Mohon maaf kepada semuanya karena telah menunda kalian. " Ucap He Xun dengan senyum memohon maaf.


"Aku akan memaafkan mu asalkan kamu menemani ku minum arak malam ini. " Ucap Yi Fei Fei.


"Tentu saja, aku tidak akan segan. " Ucap He Xun dengan senyum tipis dan berjalan ke kursi kosong sebelah Yi Fei Fei.


Mereka minum dalam tegukan yang besar besar seolah olah merupakan reinkarnasi hantu kelaparan, sampai akhirnya malam telah tiba dan mereka berdua telah menghabiskan masing masing 2 guci arak.


Yi Fei Fei telah mabuk sepenuhnya tapi He Xun belum, He Xun bahkan belum terpengaruh dari efek alkohol sama sekali.


Jadi, He Xun berlaku dengan santai dan terus menawarkan arak sampai Yi Fei Fei merasa puas dengan arak.