PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
113. Babak Keempat


Notes : Halo semuanya !!!! Kembali lagi dengan Author disini, sebenarnya author tuh kangen banget mau nulis PBS, cuma tiap kali mau nulis itu idenya hilang. Hari ini, author kembali memantapkan niat untuk menyelesaikan PBS, yuk ikuti petualangan He Xun dengan para haremnya hehe ! Tentunya, harem He Xun akan terus bertambah dan tidak berhenti disini saja, jangan sampai ketinggalan ya 😊 Terimakasih banyak !!!


...----------------...


Betapa menyenangkannya ketika melihat kedua merak bertemu dan saling memamerkan bulu di pantat mereka, seolah olah ingin terus menerus mendapatkan pujian.


He Xun menahan diri untuk tidak tertawa ketika membayangkan kedua orang ini terlahir menjadi seekor merak, pastilah sudah menjadi hal yang sangat alami.


Rong Yuan yang duduk di samping He Xun, tidak menyangka bahwa akan melihat senyum kecil di wajahnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan ? " Tanya Rong Yuan dengan wajah penuh keringat karena baru saja selesai bertarung.


"Tidak ada, aku hanya sedang menilai yang mana yang akan menang. " Ucap He Xun dengan lembut.


"Menurut saudara Ji, yang mana yang akan menang ? " Tanya Rong Yuan.


"Menurutku, Nona Rong sendiri pastilah sudah tahu dengan jelas siapa pemenangnya bahkan tanpa perlu ku katakan dengan jelas. " Jawab He Xun santai.


Rong Yuan sendiri tahu bahwa Yuan Li akan kalah dengan mudah oleh Guan Jing, bahkan dari segi kekuatan saja sudah kalah jauh.


Jadi, Rong Yuan sendiri tidak terlalu peduli dengan ini. Karena, Rong Yuan sendiri sebenarnya tidak terlalu suka dengan Yuan Li yang selalu suka mengambil kesempatan darinya untuk menyentuh dirinya.


Ketika selesai, babak ketiga ini akhirnya selesai dan beberapa nama muncul di layar yang terbuat dari tenaga Qi itu.


"Saudara Ji, apakah kamu bisa membuat Qi seperti itu ?" Tanya Rong Yuan.


"Tidak yakin, bagaimanapun kekuatanku rendah. Aku tidak yakin bisa membuat seperti itu. " Ucap He Xun dengan rendah hati tapi sebenarnya karena dia benar benar tidak percaya diri.


Bagaimanapun, pasti di butuhkan Qi yang sangat besar untuk membuat papan layar sebesar itu. He Xun tidak menyangka bahwa dia yang semula hanyalah seorang anak kecil yang menunggu kematian ternyata mampu melihat pemandangan yang bahkan tidak berani dia bayangkan dalam mimpinya ini.


Papan layar bercahaya ini yang sepenuhnya terbuat dari Qi ini, tidak tahu harus dibuat oleh seorang ahli tingkat apa.


He Xun mengingat hari harinya di gubuk anjing yang di sediakan olehnya dan hari hari memakan makanan dingin dan busuk.


He Xun merasa bahwa ini hanyalah mimpi yang akan hilang setiap kali dia akan bangun, He Xun selalu merasa cemas bahwa semua ini hanyalah khayalan nya semata.


Tapi pencapaiannya pada saat ini menunjukkan padanya bahwa apa yang di alaminya pada saat ini, bukanlah mimpi semata.


"Saudara Ji, apakah ada yang salah denganmu ? Tatapan mu tiba tiba berubah menjadi kosong. " Tegur Rong Yuan.


"Tidak, tidak apa apa. Aku hanya merasa bahwa semua ini terasa seperti mimpi. Bagaimanapun aku hanyalah seorang pendekar dari tanah yang jauh tiba tiba bisa masuk ke babak empat seperti ini melawan berbagai murid dari Sekte Sekte besar. " Jawab He Xun dengan terkejut dan berkata setengah jujur sementara sisanya adalah kebohongan.


Bagaimanapun, He Xun tidak tahu motif apa yang dimiliki oleh Rong Yuan ini.. Walaupun Rong Yuan ini tidak berasal dari empat Sekte Besar ataupun Kekaisaran, tapi Sekte Pedang Surgawi masihlah sebuah Sekte besar dibawa Sekte Phoenix Merah.


He Xun melihat di layar dan menyadari bahwa namanya berasa paling atas dan paling depan, membuatnya merasa sangat bangga.


He Xun bahkan tidak repot repot untuk menyembunyikan senyuman sombongnya, agar semua orang tahu bahwa dia bukanlah orang yang mudah untuk di tangani.


Ini adalah salah satu alasannya menggunakan topeng yang menutupi setengah wajahnya, bagaimanapun pada saat ini He Xun telah berubah menjadi buronan Kekaisaran.


Jika dia bisa memenangkan ini dan mendapatkan hadiah nya maka ini akan sangat berguna baginya untuk melawan Kekaisaran.


He Xun berandai andai, dia mungkin tidak berhenti disini saja dan mungkin akan mendapatkan dua atau tiga istri lain dan banyak murid lain.


Apakah dia harus membiarkan mereka semua tinggal di dalam Dimensi selamanya ? Tentu saja tidak, He Xun ingin mereka bisa berkeliling dengan aman.


Jika begitu, maka apakah dia harus membangun sebuah sekte untuk ditempati oleh mereka sehingga mereka bisa muncul dimana saja dengan identitas sebagai anggota Sekte.


Dengan begitu maka dia akan bisa dengan mudah membantu banyak anak kecil yang terlantar.


Pada saat ini, ada tiga muridnya yang berbakat, hanya saja mereka masih kurang dari segi pengalaman.


Jika memiliki sebuah Sekte dimana dia adalah orang yang mengelolanya maka itu akan berubah menjadi hal baik, dimana dia bisa mengendalikan semuanya dengan hati hati dan mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk untuk di lakukan ketiga muridnya.


Tanpa sadar, pikiran He Xun telah melayang bebas sampai sampai Rong Yuan yang sedang berbicara sejak tadi, langsung menyadari bahwa dia tidak mendapatkan tanggapan dari lawan bicaranya.


Rong Yuan sendiri pada akhirnya merasa khawatir dengan Ji Feng ini, bagaimanapun selama ini Rong Yuan merasa bahwa pria yang menemuinya akan selalu melihat ke arah dadanya yang besar terkecuali Ji Feng ini yang tampak tidak peduli dan hanya peduli dengan kemampuannya.


Ini membuat Rong Yuan menghormati Ji Feng sebagai temannya dan memandang tinggi Ji Feng, melihat Ji Feng yang terus menerus melamun sejak tadi membuat Rong Yuan merasa cemas dan hampir saja memanggil tabib sebelum akhirnya terdengar suara Liu Wan Er.


"Saudara Ji, babak selanjutnya akan segera dimulai, apakah kamu sedang sakit ? Aku akan mengatakannya pada Juri untuk membuat pertandingannya ditunda sementara. " Ucap Rong Yuan.


"Hah ? Sakit ? Tidak, aku tidak sakit, aku baik baik saja, hanya saja sedang dalam memikirkan sesuatu. " Ucap He Xun dengan terkejut ketika mendengar pemikiran Rong Yuan yang tiba tiba.


Untung saja Rong Yuan menyadarkannya jika tidak maka dia akan melewatkan pengumuman tentang pertandingan selanjutnya.


"Untuk babak keempat akan berubah menjadi lebih sengit, yaitu : Pertama, Jian Yu melawan Rong Yuan. Kedua, Rong Linqi melawan Guan Jing. Ketiga, Ji Feng melawan Ming Yuan. Terakhir, Guan Lingyun melawan Bai Qiyun. " Ucap Liu Wan Er dengan suara yang bersemangat.


He Xun sendiri merasa bahwa dia sangat beruntung karena bertemu dengan Ming Yuan bukan yang lain, jika tidak maka itu akan menjadi petaka.