
Saat ini, He Xun sedang berjalan bersama dengan rombongannya dengan santai dan berniat untuk berjalan menuju lebih dekat dengan Istana.
Siapa yang menyangka bahwa kabar tentang He Xun yang memasuki Ibu kota dengan sangat cepat tersebar dan sampai ke telinga Raja.
Saat ini, He Xun sedang di halangi oleh sekelompok pasukan yang dipimpin oleh seorang pria muda dengan wajah kejam.
He Xun menebak bahwa pria muda ini adalah seorang jenderal baru, dilihat dari pakaiannya dan ambisi yang meledak ledak.
Pemuda itu memandangnya dengan tatapan menghina dan He Xun hanya diam saja untuk saat ini, ingin melihat pemuda ini bertindak terlebih dahulu.
He Xun terlalu malas untuk mengurusi monyet yang kabur dari dalam hutan lebat dan merasa bahwa dirinya adalah Raja gunung.
Sementara pemuda itu yang melihat He Xun diam saja jadi menganggap kalau He Xun takut padanya.
"Perkenalkan, aku adalah Xu Yuan. Aku dinobatkan sebagai Jenderal Agung di usiaku yang baru menginjak 20 tahun. Aku adalah manusia paling berbakat. " Ucap Xu Yuan dengan penuh percaya diri.
"Lalu, apa yang harus aku katakan terhadap hal ini ?" Tanya He Xun dengan jengah.
"Kamu tidak terpesona akan pencapaian ku ? Apakah kamu iri padaku sehingga menatapku dengan begitu sinis ?" Tanya Xu Yuan.
"Kamu telah terlalu banyak bermimpi, tidak akan ada yang iri dengan pencapaian rendah milik mu. " Balas He Xun dengan acuh tak acuh.
Kata kata He Xun tanpa diduga menusuk titik sakit milik Xu Yuan , sejak kecil sampai dewasa seperti ini. Tidak ada orang yang berani untuk merendahkan nya seperti ini.
Wajah Xu Yuan memerah karena amarah yang meledak ledak dan mengeluarkan sebuah tombak setinggi sekitar 2 meter.
Tongkat itu berwarna putih dengan ukiran emas, Xu Yuan menerjang He Xun dengan penuh amarah dan kebencian.
"Aku ingin melihat sampai mana kemampuan mu !" Teriak Xu Yuan.
He Xun hanya melihat dengan sudut matanya lalu dengan sinis menendang baru kerikil yang ada di kakinya.
Batu kerikil itu melayang dengan aliran Qi berwarna biru dan menghantam ke arah tombak milik Xu Yuan dengan keras.
Xu Yuan terdorong mundur ke belakang dan hampir saja jatuh jika tidak seimbang, He Xun membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Xu Yuan.
He Xun memandang dengan datar dan Xu Yuan merasa terintimidasi karena hal ini. He Xun hanya melihat Xu Yuan seperti sedang melihat semut.
"Menghadapi orang sepertimu..... bahkan tidak memerlukan senjataku. Senjataku, akan berkarat jika hanya digunakan untuk melawan orang sepertimu. " Ucap He Xun dengan seringaian.
He Xun mengangkat kakinya dan menendang dada Xu Yuan bahkan sebelum Xu Yuan bisa berdiri dengan benar.
Kali ini, dengan tendangan He Xun di dada, Xu Yuan benar benar jatuh ke belakang sambil terbatuk batuk darah.
"Ternyata, kekuatan seorang Jenderal Agung yang sangat hebat dan merupakan jenius nomor satu, hanya disini saja. Aku telah memandang dirimu terlalu tinggi. " Ucap He Xun dengan kejam.
"Kau ! Menggunakan cara curang !" Teriak Xu Yuan dengan penuh darah.
He Xun hanya mendengus dingin ketika mendengar hal ini lalu memandang Xu Yuan dengan rendah..
"Aku menggunakan cara curang ? Aku pikir, bahkan jika kamu berlatih selama seratus tahun lagi, kamu masih tidak bisa mengalahkan aku, leluhur mu. " Ucap He Xun tanpa tahu malu.
Mendengarkan kata kata He Xun yang tidak tahu malu bahkan membuat Xu Yuan menjadi semakin muntah darah sebelum akhirnya jatuh pingsan, setelahnya He Xun membersihkan sekelompok kecil pasukan milik Xu Yuan.
"Apa yang akan kamu lakukan apa bajingan ini ?" Tanya Baili Ruo Qing.
"Aku akan membawanya dan menginterogasi nya, dengan begitu maka aku akan mendapatkan informasi tentang Kerajaan dari mulutnya. Tidak hanya aku tidak perlu membayar, aku bahkan tidak perlu mencari orang yang tepat untuk melakukan ini." Ucap He Xun.
Lalu, sesuai dengan kata kata nya semula, He Xun membawa Xu Yuan di punggung nya dan membawa Xu Yuan ke sebuah rumah kosong yang tidak di tinggali sementara para wanita, pergi untuk tinggal di penginapan yang lain.
Di dalam Ibukota ini, ada 4 distrik, mereka sebelumnya masuk ke Distrik Musim Semi. Sementara di sini adalah Distrik Musim Gugur.
Mereka akan menginap disini selama beberapa hari sebelum akhirnya mencari yang lain lagi m Karena kebetulan bertemu dengan Xu Yuan hari ini, He Xun benar benar penasaran bagaimana caranya agar Kerajaan bisa mengetahui keberadaan nya dengan begitu cepat layaknya guntur.
He Xun duduk di kursi dengan acuh tak acuh dan menunggu Xu Yuan untuk bangun dengan begitu sabar dan tenang.
He Xun saat ini, benar benar tidak tersentuh oleh manusia fana. Dengan ketampanan nya yang tidak masuk akal bahkan mendukung kesan yang di tonjolkan tersebut menjadi lebih jauh.
3 jam kemudian.
Xu Yuan mulai bergerak sebelum akhirnya melihat sekeliling sebelum akhirnya menyadari bahwa dia sedang ditahan.
"Apa yang kamu inginkan dariku, hah ?!" Teriak Xu Yuan dengan murka.
"Banyak hal yang aku inginkan darimu, jadi sebaiknya kamu menurut dan memberikan apa yang aku inginkan. " Ucap He Xun dengan wajah yang mengerikan.
Pantas saja He Xun tidak ingin siapapun orang di dekatnya untuk melihat ekspresi nya. Terutama kedua muridnya yang tercinta.
"Memangnya, apa yang kamu bisa lakukan padaku ? Kamu sebaiknya jangan coba coba untuk mengganggu ku !" Teriak Xu Yuan.
"Asalkan kamu menurut maka akan ada banyak hal baik yang menunggu mu, tapi jika kamu tidak menurut dan suka membantah maka jangan salahkan aku , kalau aku sedikit kasar. " Xu Yuan yang mendengar kata kata ini tiba tiba menjadi ketakutan dan berusaha untuk melepaskan diri.
"Apakah kamu tidak takut bahwa keluarga ku akan mengejar mu dan memburu mu ?! Kamu bisa membunuh ku hari ini, tapi keluarga Xu tidak akan pernah bisa membuat hari hari mu menjadi tenang ! Aku, Xu Yuan, tidak pernah menjadi seseorang yang takut mati. Aku adalah utusan dari langit dan tidak akan pernah takut pada mahkluk fana sepertimu !" Ucap Xu Yuan dan memuntahkan seluruh omong kosong nya tanpa malu malu.
Bahkan He Xun yang biasanya tidak tahu malu sekalipun kali ini merasa malu dengan tingkah laku milik Xu Yuan, untunglah tidak ada orang lain selain mereka disini.
Xu Yuan ini benar benar tidak bisa di andalkan dan terus mengeluarkan omong kosong yang tidak masuk akal, Xu Yuan ini benar benar tahu bagaimana cara untuk membuat kepala He Xun menjadi sakit.
"Aku akan mengutuk mu dan membuatmu menyesal seumur hidup mu karena telah melakukan hal ini kepadaku, Xu Yuan !!" Teriak Xu Yuan lagi.