PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
67. Ling Hua


"Jangan mengatakan sesuatu yang menghina tentang Kaisar He, atau Qilin kecil itu akan marah dan membunuhmu dengan petirnya. " Ucap Jiwa Phoenix dengan malas.


"Aku akan menyelamatkan mu dan kamu masih akan membunuh ku ?" Tanya He Xun dengan tatapan tidak percaya pada Qilin Petir itu.


Tapi, Qilin Petir itu bahkan tidak mengurangi keganasan nya. He Xun menggelengkan kepalanya dengan ringan, sepertinya Qilin ini sama sekali tidak normal.


He Xun melangkah ke depan dan ingin mendekati Qilin kecil itu tapi Baili Ruoqing menahan lengannya dengan tatapan khawatir.


"Jangan terlalu dekat atau jika kamu terkena sedikit saja dari Petir tersebut maka kamu akan diubah menjadi abu. " Ucap Baili Ruoqing dengan khawatir.


He Xun yang mendengar ini tampak tersenyum menenangkan ke arah Baili Ruoqing.


"Tenang , aku akan berhati hati. " Ucap He Xun.


He Xun tidak tahu apa yang membuatnya merasa sangat yakin bahwa Qilin kecil ini tidak akan menyakitinya.


Seperti ada perasaannya familiar yang tidak dapat dijelaskan dengan kata kata, seolah olah dia dan Ling Hua telah terikat sejak lama.


Jadi, He Xun melangkah ke depan dan mendekati Qilin Kecil itu, He Xun bisa melihat bahwa semakin dia mendekat dan semakin tenang Qilin kecil itu.


Sangat berbeda dengan sebelumnya yang sangat agresif, Qilin Petir itu tampaknya membaringkan tubuhnya dengan ekspresi penuh dambaan.


"Dia ingin kamu mengelus nya, tampaknya kamu memiliki keberuntungan yang baik. Selama ini, ada ratusan orang yang meregang nyawa karena ingin melepaskan Qilin nakal ini. " Ucap Jiwa Phoenix.


"Benarkah ? Apakah itu berarti bahwa aku sangat beruntung ?" Tanya He Xun dengan lembut.


He Xun mengulurkan tangannya dan mengelus tubuh Qilin itu, Qilin itu tampak sangat menikmatinya bahkan mengeluarkan raungan bahagia.


Rantai yang mengikat kaki keempat Qilin itu terlepas dan Qilin itu berlari ke arah pelukan He Xun, He Xun tampak kewalahan tapi masih menerima pelukan itu.


Qilin itu terus membenamkan kepalanya di tubuh He Xun, tampaknya sedang ingin mencari sesuatu dari tubuh He Xun.


Lalu, tidak lama kemudian, Qilin itu berhenti dan menatap mata He Xun. He Xun menatap mata yang bulat dan jernih itu dengan sepenuh hati.


Sebuah bola yang bercahaya keluar dari mulut Qilin itu dan He Xun meraih bola itu dengan ragu.


"Itu adalah kesetiaannya, sejak kamu menelannya maka kamu akan menjadi Tuannya. Kecuali kamu memutuskannya atau kamu meninggal, maka dia tidak akan pernah bisa mendapatkan Tuan baru. " Ucap Jiwa Phoenix, kali ini ada keterkejutan dalam suaranya.


"Kamu ingin aku menjadi Tuan barumu ? Apakah kamu tidak akan menyesal ?" Tanya He Xun dengan serius.


Qilin kecil itu mengangguk lalu menggeleng, jadi He Xun telah mengkonfirmasi apa yang ingin dipastikan olehnya.


Jadi, He Xun berhenti untuk merasa ragu ragu dan langsung mengambil cahaya itu lalu menelannya. He Xun merasakan sesuatu yang sangat dingin dan mematikan masuk ke dalam Qi nya.


Tapi, itu tidak menyakiti dan bersatu dengan lautan Qi di dalam Dantian miliknya. Qilin di pangkuannya menghilang dan digantikan oleh seorang gadis yang berusia sekitar 15 atau 16 tahun, dengan wajah yang manis.


"Ling Hua memberi salam kepada Tuan. " Ucap gadis itu berlutut di depannya.


"Ya, aku adalah Qilin kecil Tuan. Selama Tuan membutuhkan nya, maka aku akan kembali menjadi Qilin. " Ucap Ling Hua.


"Luar biasa..... " Ucap He Xun dengan kagum.


"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku layak untuk dijadikan Tuan baru untukmu ?" Tanya He Xun.


"Karena, aura dan bau tubuhmu sama dengan Tuan lamaku. Aku sangat merindukannya dan aku bisa menemukan kemiripan darinya di dalam diri Tuan. " Ucap Ling Hua dengan sedih.


"Jangan panggil aku Tuan, itu akan sangat canggung. Panggil aku , He Xun. " Ucap He Xun dengan tenang.


"He Xun. " Ucap Ling Hua dengan suaranya yang manis dan menggemaskan.


"Setelah melepaskan Ling Hua , apa lagi yang harus kami lakukan ?" Tanya He Xun pada Jiwa Phoenix.


"Ling Hua akan memimpin jalan pada kalian, pada saat itu, dia akan membawa kalian pada tempat peninggalan harta Tuan. " Ucap Jiwa Phoenix.


"Kakak, apakah kamu tidak ingin mencari Tuan baru ? Kamu adalah seekor Phoenix yang Agung, bagaimana mungkin kamu tinggal di dalam sini untuk waktu yang lama ?" Tanya Ling Hua pada Jiwa Phoenix.


He Xun dan Baili Ruoqing yang mendengarkan ini tampak terkejut, pantas saja kekuatannya sangat kuat, ternyata itu bukan Jiwa Phoenix apalagi Untaian Jiwa Phoenix, melainkan seekor Phoenix yang Agung ?!


Hari ini, sudah ada begitu banyak kejutan yang menghampiri He Xun dan hampir menghancurkan akal sehatnya.


Dua hewan yang hanya ada dalam mitologi tiba tiba muncul di depannya membuat He Xun kehilangan kata kata.


"Apa yang menjadi urusanku, kamu tidak perlu mengurusi nya. Kamu sekarang telah memiliki Tuan baru, maka kamu akan memiliki sesuatu untuk diurusi. Kamu saat ini masih muda, berbeda denganku yang telah menjelajah bersama dengan Tuan, lebih dari 25 tahun. " Ucap Phoenix dengan tenang tapi ada kesedihan dalam suaranya.


"Kakak, jika kamu menginginkan bantuan, maka jangan segan untuk menghubungiku. " Ucap Ling Hua dengan mata yang memerah.


Tidak ada jawaban lagi dan hanya menyisakan kesunyian, Ling Hua menyeka matanya dengan kasar lalu menoleh ke arah He Xun.


"Aku harap, Tuan tidak marah atas sikapku yang emosional. " Ucap Ling Hua sambil memaksakan diri untuk tetap tersenyum.


"Jika kamu sedih maka kamu harus mengeluarkan nya. " Ucap He Xun sambil merentangkan kedua tangannya.


Ling Hua tidak menunggu lebih lanjut dan berlari masuk ke dalam pelukan He Xun lalu mulai menangis dengan kencang, harum tubuh He Xun membuat Ling Hua menjadi lebih tenang karena mengingatkan nya pada Kaisar He yang sepertinya adalah sosok yang luar biasa.


"Kakak adalah orang yang sangat setia dan aku tahu bahwa dia ingin terus disini untuk menemani Tuan. Tapi, aku tidak tahan melihatnya menghabiskan sisa hidupnya di dalam kegelapan ini. Kakak pernah menjadi Phoenix yang tangguh dan tidak ada yang berani untuk menganggu nya, tapi pada akhirnya dia harus menghabiskan sisa hidupnya disini, di tempat yang gelap ini. " Ucap Ling Hua sambil terisak.


"Walaupun kata kata kakak jahat, tapi hatinya baik. Dia tidak akan tega untuk melukai seseorang tanpa sebab. Aku benar benar tidak tahan. " Ucap Ling Hua dengan kesedihan yang mendalam.


He Xun menepuk nepuk punggung Ling Hua dan memberikan beberapa kata kata penenang dan setelah itu barulah Ling Hua menjadi lebih tenang.


Ling Hua menatap ke arah pakaian He Xun yang basah oleh air mata dengan rasa bersalah. Baru saja akan mengatakan tidak apa apa, Ling Hua meniup pakaian He Xun dan pakaian itu langsung kering dalam seketika.


"Bagaimana ini bisa terjadi ?" Tanya He Xun dengan tidak percaya.