
He Xin membangunkan Yi Fei Fei dengan buru buru tapi Yi Fei Fei belum memberikan tanda tanda akan segera sadar dari pingsannya, jadi He Xun buru buru menggendong Yi Fei Fei di punggungnya dan berlari dari sana untuk menyelamatkan hidup mereka.
Semula kelompok yang hanya ada 4 orang ini berubah menjadi 5 orang, mereka masuk ke dalam penginapan yang telah di janjikan.
Dan He Xun membaringkan tubuh Yi Fei Fei di atas kasur, semua orang menatap Ling Hua dengan tatapan tanda tanya kecuali Baili Ruoqing.
"Perkenalkan, ini adalah Ling Hua, Qilin Petir. " Ucap He Xun.
Xiu Xiyi, Lan Huayin dan Liu Qingxin terkejut setelah mendengar ini lalu menatap Ling Hua dengan serius sebelum akhirnya berlutut di depan Ling Hua.
"Aku, Xiu Xiyi memberi hormat pada leluhur Ling Hua. " Ucap Xiu Xiyi dengan sangat sopan, selama bertemu dengan Xiu Xiyi.
He Xun tidak pernah melihat gadis itu begitu sopan dan segan pada seseorang.
" Lan Huayin memberi hormat kepada leluhur Ling Hua. "
"Liu Qingxin memberi hormat kepada leluhur Ling Hua. " Ucap kedua orang itu bersamaan.
"Kalian semua harus berdiri, kalian semua adalah teman Tuan, jadi bisa dibilang bahwa kita semua berteman. " Ucap Ling Hua dengan santai.
Mendengar kata kata Ling Hua membuat yang lain merasa gugup bahkan ketakutan kecuali Baili Ruoqing.
"Tuan ?!" Ucap Ketiga siluman itu dengan serius.
"Ya, Ling Hua telah setuju untuk menjadi bawahan ku, walaupun begitu, kita semua adalah sahabat dan tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Lalu, sudah ku bilang bukan, jangan panggil aku Tuan. Panggil aku He Xun. " Ucap He Xun dengan lembut menegur Ling Hua.
"Baiklah, He Xun. " Ucap Ling Hua dengan suara yang manis.
Lagi lagi, ketiga siluman itu terkejut melihat sikap penurut yang dimiliki Ling Hua untuk He Xun. Mereka bertiga berulang kali menatap Ling Hua lalu menatap He Xun kembali dan terus seperti itu.
Di dalam keluarga mereka , selalu dikatakan bahwa Qilin adalah binatang suci yang paling angkuh setelah Phoenix.
Siapa yang menyangka bahwa He Xun bisa menjinakkan nya dengan sangat baik, lebih baik daripada memelihara seekor anjing.
Ketiga siluman itu merasa bahwa mereka menjadi ingin pingsan setelah mengetahui kenyataan ini, dan merasa bahwa entah bagaimana, He Xun ini terlalu beruntung dalam beberapa aspek.
"Baiklah, baiklah, karena semuanya sudah ada disini maka aku akan mendiskusikan langkah selanjutnya. " Ucap He Xun.
"Hm, apa yang harus kita lakukan selanjutnya ?" Tanya Lan Huayin dengan ragu.
Setelah kejadian terakhir kali telah membuat mereka takut untuk keluar dan bertemu dengan banyak orang, semuanya terasa sangat mengerikan.
Tidak lama, Yi Fei Fei terbangun dan menatap sekitar dengan setengah sadar.
"Dimana ini ? Kenapa gua sehangat ini ?" Tanya Yi Fei Fei dengan ragu.
He Xun membantu Yi Fei Fei untuk duduk dan menjelaskan bahwa mereka telah berada di penginapan, setelah itu baru kau Yi Fei Fei membuka matanya dengan sepenuh hati dan melihat sekitar.
Setelah merencanakan kepergian mereka untuk kembali mencoba masuk ke dalam Ibukota, jika mereka berhasil maka mereka ingin mencari tahu bagaimana jika mereka berjalan keluar dari Ibukota melewati gerbang lain.
Apakah ada Kerajaan lain di luar Kerajaan ini ? Semua pertanyaan berkecamuk di dalam dada mereka dan membuat semangat mereka menjadi semakin membara.
Tapi, untuk menjalani sebuah perjalanan yang panjang dan melelahkan maka pertama tama harus mengisi perut terlebih dahulu jadi mereka makan di kedai.
Dengan adanya Ling Hua, maka mereka memerlukan meja untuk 10 orang jika sebelumnya hanya perlu meja untuk 8 orang.
Saat ini, rombongan mereka sangat ramai dan besar seperti sekelompok pedagang yang ingin berjalan jalan dari satu kota ke kota yang lainnya.
Tanpa diduga, seorang pria dengan pakaian satin yang indah menghampiri mereka dengan langkah yang sopan.
"Seluruh meja penuh dan aku harus merepotkan saudara saudari disini untuk meminjamkan ku sebuah tempat duduk." Ucap pria itu, He Xun mendongak dan melihat bahwa itu adalah Wei Qi dengan senyum ramahnya.
"Ternyata pangeran Wei, kami tidak berani menolak tamu Agung seperti anda. " Ucap He Xun sambil berdiri dan menunduk.
Jadi, Wei Qi duduk di meja yang sama dengan mereka, He Xun waspada dan bersiap siap untuk memanggil pedangnya apabila sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.
Wei Qi ini datang tentu saja bukan dengan niat yang baik, pada saat ini bahkan semua orang bisa merasakan niat buruk Wei Qi.
"Saudara ini sebelumnya juga berada di tempat makan harta karun itu bukan ? Tapi kenapa kamu telah pergi terlebih dahulu dengan terburu buru ?" Tanya Wei Qi dengan senyum penuh makna.
He Xun yang mendengar ini hanya tersenyum tipis dan tidak panik sedikitpun, seolah olah telah menduga bahwa Wei Qi akan menanyakan ini pada nya.
"Pangeran Wei adalah pria dengan berjiwa berani. Berbeda denganku, seorang pecundang yang takut mati dengan beberapa murid di tanganku, bagaimana aku bisa meninggal dengan mudah ?" Tanya He Xun dengan rendah hati.
He Xun tidak berniat untuk menyombongkan dirinya sendiri dan hanya ingin semua orang di sekitar nya baik-baik saja.
Jika Wei Qi ini tidak keterlaluan maka He Xun akan menolak untuk menyinggung nya tanpa alasan, tapi jika memang tidak ada pilihan lain maka He Xun akan mengambil tindakan untuk hal ini.
"Saudara ini terlalu merendah, tentu saja ada beberapa orang yang terlalu takut pada kematian jadi kabur. Tapi, ada juga beberapa orang yang kabur setelah mendapatkan warisan karena tidak ingin berbagi dengan orang lain. Semua orang masih menetap disana tapi saudara ini dengan rombongan nya telah menghilang, bukankah ini mencurigakan ?" Tanya Wei Qi dengan sinis.
"Apa maksud Pangeran Wei ? Aku mendapatkan Warisan dari Phoenix ? Tampaknya Pangeran Wei telah memandang aku terlalu tinggi , aku merasa sangat terhormat. " Ucap He Xun dengan tenang.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain lalu tertawa , He Xun menuangkan arak untuk Wei Qi dan memberikannya pada Wei Qi lalu menuangkan arak untuk dirinya sendiri juga.
"Bersulang !" Ucap He Xun lalu menenggak nya sampai habis.
Setelah mengetahui bahwa He Xun baik baik saja setelah meminum arak tersebut, Wei Qi juga meminumnya.
He Xun tersenyum penuh makna dan menatap Wei Qi dengan tatapan yang lebih dingin dan lebih tegas.
"Pangeran Wei menuduh ku seperti itu tanpa bukti membuatku sangat kecewa. " Ucap He Xun sambil memutar cangkirnya dengan acuh tak acuh.