PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
69. Seni Pedang Qilin Api


He Xun menenangkan dirinya dan kembali duduk dalam keadaan tenang sambil menatap ke arah Kaisar He.


"Jadi, apa yang ingin dikatakan oleh Kaisar He terhormat pada ku ?" Tanya He Xun dengan ketenangan yang tidak masuk akal.


"Aku akan meneruskan sebuah Seni Bela diri yang telah ku buat secara pribadi padamu, yaitu Seni Pedang Qilin Api. "Ucap Kaisar He.


He Xun tampak tertarik ketika mendengar ini, siapa yang tidak tertarik ketika mendengar bahwa dia akan mendapatkan Seni bela diri baru.


Apalagi, Kaisar He ini tentunya bukan sosok sembarangan, jika tidak maka orang itu tidak akan bisa kemecah jiwanya sendiri dan meninggalkan pecahan jiwanya untuk menjaga makamnya.


"Ini adalah ingatan tentang Seni Pedang Qilin Api, kamu harus mempelajarinya secara pribadi dan kamu akan bertarung bersama dengan pemilik Seni Pedang Qilin Es. Kalian ditakdirkan untuk berpasangan. " Ucap Kaisar He menyentuh dahi He Xun.


He Xun merasa dahinya menjadi dingin dan berbagai ingatan mengalir, seolah olah dia telah menghafalnya dengan sangat baik.


"Dengan disalurkan nya kemari, maka kamu tidak akan bisa menyebarkan nya sesuka hatimu pada orang lain. Karena, hanya orang yang layak yang bisa berlatih Seni bela diri ini. " Ucap Kaisar He.


"Dimana aku bisa menemukan pemilik Seni Pedang Qilin Es ini ? " Tanya He Xun dengan penasaran.


"Kamu dan pemilik nya telah ditakdirkan dan dipastikan akan bertemu satu sama lain di masa depan, biarkan takdir yang mengatur ini untukmu. " Ucap Kaisar He.


Sementara He Xun terus menerus berbincang dengan Kaisar He untuk mendapatkan pengetahuan baru, kondisi Sima Ying tidak terlalu baik di dalam Dimensi Alam Ilusi Keajaiban.


Disana, wanita itu bisa melihat semua yang dilihat oleh He Xun, termasuk Kaisar He yang Agung. Air mata mengalir dari kedua mata Sima Ying.


Ini adalah orang yang dia cari selama ini ! Jadi pria ini meninggal ? Sangat disayangkan sekali, wajah pria ini benar benar mirip dengan milik He Xun.


"Bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengannya lagi ketika aku telah mulai melupakan nya ? Apakah ini takdir ? Tapi aku saat ini adalah wanita milik He Xun dan tidak layak untuk memikirkan pria lain, tapi memikirkan nya aku benar benar merasa tenang. " Ucap Sima Ying sambil melihat Kaisar He yang tampak sangat gagah dan perkasa dengan balutan pakaian bersulam emas khas Kaisar.


"Bagaimana mungkin seseorang bisa dilahirkan dengan begitu mirip ? He Xun tampak seperti berasal dari cetakan yang sama dengannya, aku benar benar tidak memiliki kata kata lain untuk hal ini. Benar benar takdir yang mempermainkan manusia. " Ucap Sima Ying sambil menghela nafas.


Ketika dihadapkan dengan cinta pertamanya dan cinta saat ini miliknya membuat Sima Ying bimbang, di satu sisi, Sima Ying sangat merindukan Kaisar He.


Tapi, disisi lain sangat menyayangi He Xun, Sima Ying tersiksa oleh rasa bersalah karena memikirkan ini. Membayangkan betapa kecewanya He Xun jika tahu pikirannya.


Membayangkan ekspresi kecewa He Xun setelah melihat kesedihannya, Sima Ying merasa bahwa dirinya telah mengkhianati kepercayaan dan kesetiaan He Xun yang diberikan padanya.


"Maafkan aku , bukan aku yang menginginkan hal ini. Jika bisa maka aku akan membuang semua ingatan yang menyakitkan ini. " Ucap Sima Ying sambil terisak.


Sima Ying duduk dan memeluk lutut nya sendiri, Sima Ying tidak tahu bahwa He Xun bukan orang yang berpikiran sempit.


Seandainya He Xun tahu sekalipun maka He Xun tidak akan marah atau kecewa, merindukan yang lama adalah hal yang wajar asal tidak melupakan yang saat ini sedang berjalan.


Manusia pada dasarnya suka mengenang masa lalu, baik masa lalu yang baik atau pun buruk, jadi He Xun tidak mungkin menyalahkan Sima Ying.


Hanya saja, Sima Ying tidak mengetahui ini dan tersiksa oleh rasa sakit dan rasa bersalah yang telah menggerogoti nya secara perlahan lahan.


He Xun merasa bahwa Kaisar He ini adalah orang yang sangat cerdas semasa hidupnya, jika orang ini masih hidup maka sudah bisa dipastikan bahwa orang ini akan menjadi pejabat Kerajaan yang paling dipercaya oleh Raja.


Hanya saja, He Xun merasa bahwa penamaan Kaisar ini agak aneh. Disini menggunakan Raja dan Kerajaan, tapi ini menggunakan Kaisar.


Apakah Kaisar He ini secara langsung menobatkan dirinya sendiri sebagai Kaisar ? Bukankah ini aneh ?


"Aku penasaran bagaimana kamu bisa mendapatkan gelar Kaisar ini ?" Tanya He Xun dengan penasaran.


"Karena aku adalah seorang Kaisar, jika sudah waktunya maka kamu akan tahu bahwa tempat yang kamu tinggali saat ini hanyalah satu dari tempat yang terpencil. " Ucap Kaisar He dengan senyum penuh makna.


He Xun menatap mata Kaisar He dan selalu merasa bahwa ini bukan pandangan yang bisa diberikan oleh seseorang yang telah meninggal.


Tatapan Kaisar He sangat dalam dan rumit, sulit untuk di mengerti dan membuat He Xun kesulitan , tiba tiba He Xun merasa bahwa dia telah keluar dari pencerahannya.


He Xun melihat sekeliling lalu menyadari bahwa Baili Ruoqing telah selesai dengan wajah yang gembira.


"Aku mendapatkan sebuah Seni bela diri, yang bernama Tarian Cambuk Phoenix." Ucap Baili Ruoqing dengan riang.


"Oh ? Aku juga mendapatkannya, itu adalah Seni Pedang Qilin Api. " Ucap He Xun.


Mereka berdua keluar dan melihat ke arah Ling Hua yang bermeditasi dengan sepenuh hati di depan gerbang.


He Xun dengan lembut membantu Ling Hua untuk segera sadar, Ling Hua membuka matanya dan menatap He Xun dengan tatapan cerahnya.


"Apakah Tuan sudah selesai ?" Tanya Ling Hua.


"Ya, aku sudah selesai. Ayo pergi !" Ucap He Xun.


"Baik, kita harus cepat dan semua orang akan dilemparkan keluar. Sementara kita harus bertindak cepat atau orang orang akan menyadari bahwa kamulah yang mendapatkan warisan dari Kaisar He dan kamu akan di kejar oleh banyak orang. " Ucap Ling Hua.


He Xun mengangguk dan batu batu mulai runtuh dari langit langit gua, perlahan lahan, He Xun merasa bahwa tubuhnya melayang sebelum akhirnya menghantam sesuatu yang keras.


He Xun membuka mata nya dan melihat bahwa saat ini dia sedang memeluk tanah yang keras dan panas.


Di sekelilingnya ada orang lain, He Xun langsung sadar dan membangunkan Baili Ruoqing dan Ling Hua.


Lalu mencari Xiu Xiyi dan Yi Fei Fei di antar tumpukan orang, orang orang mulai menggerutu dan membicarakan tentang betapa aneh dan misterius nya tempat ini.


"Cepat bangun !" Panggil He Xun pada Yi Fei Fei yang masih tidak sadar.


...----------------...


Note : Besok ya baru up lebih, maaf karena hari ini lagi sibuk banget padahal harusnya hari ini up lebih, sekali lagi maaf banget ya.