
He Xun berada di dalam arena miliknya dan melihat orang yang digaris bawahi oleh Rong Yuan, seperti Huang Yuan atau Jing Yi Yi.
Huang Yuan menggunakan sarung tangan besi yang sangat besar dan tampak tidak terkalahkan, lalu ada Jing Yi Yi yang dimaksud oleh Rong Yuan.
Dia adalah seorang wanita yang tampak berumur 30an tahun tapi karena telah masuk kemari maka umurnya pasti dibawa 30 tahun.
Selain itu, ada tiga murid Sekte Ular Hijau, 2 murid Sekte Sekte Kelelawar Emas , dan 2 murid Sekte Pedang Surgawi.
Dan yang tersisa adalah 1 murid Sekte Phoenix Merah dan 1 murid Sekte Harimau Putih.
"Mulai !"Seru Liu Wan Er.
Tatapan semua orang mengarah padanya, He Xun tahu bahwa itu semua karena dia adalah orang yang asing dan tampak mudah untuk ditindas.
Yang pertama mengambil kesempatan adalah Huang Yuan, Huang Yuan menerjang ke arahnya dengan tangan besi miliknya.
He Xun mendengus dingin dan tidak repot repot untuk membuka kipasnya lalu memukul tangan besi Huang Yuan dengan penuh Qi.
Huang Yuan terdorong ke belakang dan memandang dengan tatapan tidak percaya.
"Hmph ! Siapa lagi yang ingin maju ?" Tanya He Xun dengan dingin.
Tidak ada yang berani lagi setelah melihat dia memukul Huang Yuan sampai mundur, mereka lebih senang memperebutkan tiga tempat lain yang masih tersisa.
"Aku tidak percaya jika aku akan kalah dari anak muda sepertimu !" Seru Huang Yuan dengan murka.
"Jika begitu maka buktikan, aku akan membuatmu memanggilku ayah !" Balas He Xun dengan tenang.
"Kau ?!" Huang Yuan menggeram dengan murka karena di ejek oleh He Xun.
He Xun menanggapi serangan Huang Yuan dengan kipas miliknya, dengan Qinya sebagai penopang, itu bahkan membuat kipas ini lebih kuat.
Memang bukan senjata terbaik tapi juga bukan senjata yang buruk. He Xun bahkan tidak repot repot untuk membuka kipas ini, lalu menahan tangan besi Huang Yuan sebelum akhirnya mengeluarkan jurusnya.
"Pukulan Cakar Naga !" Seru He Xun dengan semangat dan kipas itu menghantam dada Huang Yuan dengan sepenuh tenaga.
Huang Yuan langsung jatuh ke belakang dan terbatuk batuk sambil memuntahkan darah, secara kekuatan, Huang Yuan masih kalah dengan He Xun, bisa dikatakan sangat kalah jauh.
Ini He Xun masih memberikan belas kasihan jika tidak maka seluruh organ dalam Huang Yuan ini akan berubah menjadi bubur.
Dia yakin dengan kemampuannya sendiri dan yakin bahwa dia akan masuk ke babak semifinal paling buruk dan yang terbaik maka dia akan bisa menang.
Orang orang memandang kekalahan sekejap milik Huang Yuan dan menatapnya dengan cara yang baru dan diliputi dengan hormat, Huang Yuan masih tidak mengatakan menyerah dan He Xun masih bisa terus menghajarnya.
Tapi, He Xun merasa bahwa dia dan Huang Yuan ini tidak mempunyai permusuhan satu sama lain sebelumnya, kenapa harus berlaku seolah olah bertemu dengan musuh bebuyutan ? He Xun bukan orang dengan pikiran sempit jadi tidak akan melakukan hal hal hina semacam ini.
He Xun hanya menggunakan sedikit kekuatannya dan menendang Huang Yuan jatuh dari arena.
Tidak mudah untuk melakukan hal semacam ini. Huang Yuan tidak memiliki reputasi yang terlalu baik sehingga dibenci banyak orang.
Banyak orang yang ingin membunuhnya, terlihat dari tatapan beberapa orang. Anggap saja He Xun menyelamatkan nyawanya.
Setelah itu, tidak ada yang seru dari pertandingan ini dan He Xun mengamankan sebuah tempat yang tidak terbantahkan untuknya.
He Xun menoleh untuk melihat arena lain dan melihat bahwa Rong Yuan sudah duduk di atas pembatas arena dan sedang santai.
Lalu kemudian Rong Yuan melambai ke arah He Xun dengan antusias, tampaknya Rong Yuan ini tidak berasal dari latar belakang yang sederhana.
Jika tidak, bagaimana mungkin gadis itu bisa memiliki kekuatan yang begitu besar ? Jika begitu, kenapa Rong Yuan ingin duduk bersama dengannya dan mendekatinya ?
Apakah Rong Yuan adalah orang Istana dan berusaha untuk menghancurkan nya ketika dia sedang lengah ?
Maka ini tidak akan baik, sebaiknya dia berhati hati dengan Rong Yuan ini. He Xun berlaku seolah olah tidak pernah memikirkan hal buruk tentang Rong Yuan dan membalas lambaian tangan wanita itu dengan elegan sebelum akhirnya menoleh ke belakang dan memukul kepala orang yang dibelakangnya dengan kipas ditangannya.
Ada seorang murid Sekte Ular Hijau yang ingin mencoba untuk menyerang nya secara diam diam dan pada saat ini orang itu sedang menemui ambang kematiannya.
He Xun hanya mengedipkan matanya tanpa rasa bersalah seolah olah semua ini bukan kerjaan nya dan melainkan kesalahan orang itu sendiri.
"Kalian sebaiknya tidak melakukan hal bodoh setelah melihat ini, jika tidak maka kalian akan menjadi seperti orang ini atau Huang Yuan. Mencoba untuk menyerangku dari belakang ? Kalian sebaiknya tidak pernah mencoba untuk melakukannya atau kalian tidak akan pernah bisa kembali seperti dulu. " Ucap He Xun dengan lembut.
Nadanya dan suaranya halus, tapi kata katanya terlalu banyak membawa ancaman dan ketakutan bagi orang lain.
Melihat aura dingin alami yang terpancar dari tatapan dan postur tubuh He Xun membuat orang lain segan dengannya.
He Xun memandang dirinya sendiri di air yang tergenang di dekat pintu masuk arena, dimana dia tampak sangat tampan.
Wajah tampan itu tercermin dan menunjukkan kesan asing yang tidak di kenal, ini bukan dirinya sendiri.
Kenapa dia tidak mengenal orang yang ada di bayangan itu ? Apakah karena dia telah berubah terlalu banyak ?
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini selain He Xun sendiri dan pada saat ini He Xun harus mencari tahu sendiri jawabannya.
He Xun bersandar di pinggir arena dan dengan santai memandang kesana kemari, di setiap arena paling tidak ada satu atau dua orang yang seperti nya dan telah memantapkan posisi mereka.
Bagi beberapa orang yang kuat seperti He Xun maka mereka tidak perlu bertarung satu persatu untuk menunjukkan kekuatan mereka.
Terdengar keributan dan pertarungan sengit di tempatnya, ternyata pertarungan ini tidak seseru yang dia bayangkan.
Orang orang telah melebih lebihkan Kompetisi Yuanliu dan telah membuatnya berharap terlalu tinggi.
Orang orang di grupnya bahkan tidak mampu untuk menahan dua jurus darinya, apalagi bertarung sesungguhnya dengannya.
Yang bertarung pada saat ini, benar benar menggelikan. Rekan satu sekte, sahabat seperjuangan, semuanya telah dilupakan dan satu satunya yang terlihat adalah posisi 4 orang teratas.