
"Kenapa tidak bisa ? Ini adalah hal yang bisa dilakukan oleh setiap generasi Klan Qilin Petir kami. " Ucap Ling Hua dengan bangga.
"Aku pernah mendengar ini tapi aku mendengar bahwa hanya Qilin Api yang bisa melakukannya ?" Tanya Baili Ruoqing.
"Siapa yang mengatakannya ?! Qilin Api yang sombong itu, hmph ! Apa yang bisa mereka lakukan selain memamerkan ekor mereka kemana mana layaknya burung merak ?" Tanya Ling Hua tidak tahan dan meludah.
"Tampaknya hubungan mu dengan Klan Qilin api tidak baik ?" Tanya He Xun dengan ragu.
"Itu benar, kami selalu berselisih. Klan Qilin kami memiliki 3 ras yang berbeda. Yaitu, Qilin Petir, Qilin Air dan Qilin Api. " Ucap Ling Hua dengan ekspresi kesal yang memenuhi wajahnya.
"Jadi, karena Qilin Air adalah kekuatan yang tidak tersentuh dan setiap bakat dari Klan Qilin berasal dari sana. Jadi, kami Klan Qilin Petir dan Klan Qilin Api bersaing untuk mendapatkan posisi nomor dua." Lanjut Ling Hua.
"Jadi, siapa yang berada di posisi dua saat ini ?" Tanya He Xun.
"Sulit untuk dikatakan, aku telah meninggalkan rumahku lebih dari seratus tahun. Jadi, aku benar benar tidak tahu bagaimana kondisi mereka. Hanya saja, Qilin Api seringkali menggunakan cara yang curang dan membuatku tidak senang. " Ucap Ling Hua dengan wajah cemberut.
He Xun melihat ekspresi Ling Hua dan tersenyum pahit, siapa yang menyangka bahwa gadis yang sangat muda ini sebenarnya jauh lebih tua darinya ?
Setidaknya, jika mendengarkan dari kata kata Ling Hua tadi, maka seharusnya umur Ling Hua saat ini berada di atas 100 tahun.
Memang benar dikatakan bahwa Binatang Suci memiliki umur abadi dan tidak tergoyahkan oleh waktu, tapi tetap saja.
Lin Beishang merasa bahhwa itu sulit untuk di terima oleh akal sehat nya. Melihat gadis yang hanya setinggi dadanya sebenarnya jauh lebih tua darinya.
"Jadi, apakah kamu akan kembali setelah kita keluar ini ?" Tanya He Xun.
"Jika Tuan ingin mengunjungi rumah ku maka aku akan ikut tapi jika Tuan tidak ingin, maka aku tidak akan kembali. Saat ini, semua tujuanku akan berdasarkan keinginan Tuan. " Ucap Ling Hua.
"Bukankah ini berlebihan ? Ini akan mengekang kebebasan mu ?" Tanya He Xun dengan khawatir.
"Kami, Klan Qilin Petir adalah Klan yang paling setia, kami akan melakukan apa saja untuk Tuan kami. " Ucap Ling Hua dengan terus terang.
"Dimasa depan, jangan terlalu kamu seperti ini. Walaupun aku adalah Tuanmu, tapi kamu berhak untuk memiliki kebebasan sendiri apalagi hanya sekedar untuk bertemu dengan orang tua mu. " Ucap He Xun dengan polos.
"Benarkah ? Aku sangat senang !" Seru Ling Hua dengan antusias.
Mereka bertiga berjalan menuju sebuah ruangan batu yang sangat besar , disana energi mengalir dengan sangat kuat.
"Kalian berdua bisa masuk dan berkultivasi disana. Tentang berapa banyak keuntungan yang kalian dapatkan, itu tergantung pada keberuntungan kalian. " Ucap Ling Hua.
"Baiklah, tapi kenapa kamu tidak ikut dengan kami ?" Tanya Baili Ruoqing dengan bingung.
"Untuk tetap membiarkan pintu terbuka, maka aku harus duduk dan bermeditasi disini dan menunggu kalian keluar. Tidak apa apa, kalian bisa masuk dan bermeditasi, jika aku masuk maka itu akan sia sia karena aku tidak akan mendapatkan apapun dari tempat itu. " Ucap Ling Hua.
"Kalau begitu, jaga dirimu baik baik. Jangan sampai terjadi sesuatu, jika terjadi sesuatu maka kamu harus memanggilku. " Ucap He Xun dengan serius.
"Tentu saja, jika memang terjadi sesuatu maka aku akan memanggil Tuan. Tenang saja dan jangan khawatir. " Ucap Ling Hua.
Satu satunya pikirannya adalah untuk mendapatkan pencerahan dan meditasi untuk mencapai puncak keabadian.
Sebuah bayangan melintas, itu adalah seorang pria tampan yang tampak berusia 30an tahun. He Xun memandang dengan tidak percaya ketika melihat pria di depannya ini.
Ini adalah ayahnya ! Tapi, tidak bisa dikatakan seperti itu.
Jika ayahnya, He Jiang, memancarkan aura kepahlawanan dan lembut. Tapi, jika pria ini, tampak sangat angkuh dan mendominasi seolah olah seluruh dunia berada dibawah genggamannya.
Walaupun wajah mereka mirip, tapi pembawaan mereka terlalu berbeda. He Xun bertanya tanya tentang hal ini .
Apakah Ayahnya Reinkarnasi Kaisar He ini atau merupakan saudara kembar Kaisar He ini ? He Xun merasa bahwa hatinya menjadi gelisah.
"Keabadian dan ketenaran tidak dapat dicapai bersamaan. Ketika kamu ingin memilih mendapatkan salah satu maka kamu harus melepaskan yang lain. Tapi, jika kamu tetap bersikeras untuk mendapatkan kedua nya, maka kamu tidak akan mendapatkan apa apa. " Ucap pria itu dengan mata terpejam.
He Xun mendengarkan kata kata ini dengan serius dan merasa bahwa ini adalah hal yang masuk akal.
"Tapi, ada beberapa orang yang ditakdirkan untuk berbeda dari yang lain. Ditakdirkan untuk menjadi bintang ditengah gelapnya malam. Bakat seseorang tidak bisa diukur oleh sebuah batu, hanya dengan menerima dirinya sendiri maka orang itu akan menemukan bakat terbaik dari dirinya sendiri. " Lanjut pria itu.
He Xun mengulangi kata kata tersebut dan merasa bahwa dirinya mendapatkan pencerahan dalam tingkat kultivasi nya.
Pria di depannya membuka mata dan menatap He Xun dengan serius dan pandangan yang menilai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Bakat yang baik, kemampuan yang baik, tekad yang baik, sayangnya hatimu terlalu hitam dan penuh kebencian. Sulit untuk mendapatkan puncak keabadian dengan hati yang sangat hitam. " Ucap Kaisar He.
"Hati yang hitam ini adalah bahan bakar bagiku untuk berlari ke puncak gunung kultivasi. " Ucap He Xun dengan senyum aneh.
"Kamu orang yang telah membuatku menjadi seperti ini, kebencian yang kamu tinggalkan membuatku menjadi seperti ini. " Lanjut He Xun dengan histeris karena bayangan Ayahnya dan Kaisar He jnji bercampur menjadi satu.
Bahkan , itu membuat kepalanya terasa seperti akan pecah. Anehnya, Kaisar He tidak memberikan respon apa apa.
Tampaknya, Kesadaran yang ditinggalkan oleh Kaisar He disini tidak mampu untuk menerima dan mencerna emosi yang begitu rumit dari He Xun.
Ini bagus juga, He Xun hanya ingin mengatakan apa yang selama ini ingin dikatakan olehnya untuk ayahnya.
Untunglah bahwa Kaisar He ini tidak bisa membalas, tidak ada yang perlu ditakutkan , ini hanyalah kesadaran yang kabur dan yang tersisa.
Jadi, tidak peduli se murka apapun He Xun, tidak akan ada yang bisa membalas teriakannya. He Xun merasa bahwa nafasnya menjadi lebih berat, untuk memiliki kemampuan sebesar ini dan sampai ke titik ini merupakan apa yang tidak pernah dibayangkan oleh He Xun.
Hanya saja, He Xun selalu merasa bahwa semuanya masih kurang, karena apa yang diinginkan olehnya tidak akan pernah berhasil di dapatkan olehnya.
Apa yang ingin di dapatkan, semuanya telah pergi, apalagi jika bukan kasih sayang dari kedua orang tuanya ?
...----------------...
Note : lusa up lebih ya !