PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
23. Tetua Kedua


He Xun berjalan ke depan Klan He dan ada banyak yang mengelilinginya.


"Tetua Kedua, jika kamu ingin anakmu selamat maka kekuarlah !" Teriak He Xun dengan suara yang ditambah Qi sehingga tidak mungkin bagi ayah He Yan untuk tidak mendengarnya.


Ayah He Yan, He Liang, saat ini hanya berada di tingkat 6 Prajurit perunggu, sama sepertinya tapi senjata milik He Liang tidak sebagus miliknya.


Tidak lama, seorang pria paruh baya yang telah membuat He Xun sangat muak keluar dengan wajah pura pura baiknya.


"Ah - Yan ! " Panggil He Liang dengan panik ketika melihat kondisi putranya yang pingsan.


"He Liang, putramu membuat keributan di kediaman ku sampai sampai rumahku rusak. Aku ingin meminta ganti rugi. " Ucap He Xun dengan terus terang.


"Kau pikir, siapa kau sampai sampai bisa menagih hal ini pada guruku ?! Bisa didatangi oleh Tuan Muda adalah berkah untukmu dalam tiga kehidupan !" Teriak murid He Liang, Yu Xin.


"Berkah ? He he, tentu saja sangat berkah kakak seperguruan Yu. Kita telah lama tidak bertemu, tentu saja saling merindukan satu sama lain. " Ucap He Xun sambil terkekeh dingin, orang orang merasa takut ketika mendengar kekehan berbahaya dari He Xun termasuk He Liang.


He Xun mencabut kain putih yang menutupi kepalanya dan menunjukkan wajahnya dengan jelas, disana ada wajahnya yang tampan.


"Apakah kalian semua mengenaliku ?" Tanya He Xun, tapi tidak ada yang menjawab.


"Kalian sepertinya tidak mengenaliku, bagaimana ini bisa terjadi. Kita baru berpisah selama lebih dari 4 bulan dan kalian telah meninggalkan ku. "Ucap He Xun dengan senyum sinis.


"He Xun ! Kau bajingan !" Teriak Yu Xin sambil menunjuknya.


Orang orang langsung mendekatinya dan bersiap untuk menyerangnya setelah mendengar namanya.


"Kakak seperguruan Yu memang pintar, aku pikir Kakak Seperguruan Yu akan melupakan ku. Bagaimanapun, sepupuku yang baik, He Yan telah membuat keributan di rumahku. Aku tentu saja harus meminta ganti rugi pada Tetua Kedua bukan ?" Tanya He Xun.


"He Xun, selama ini Klan He telah memperlakukan mu dengan sangat baik, He Yan telah menyayangi mu dengan sepenuh hatinya dan kau membuat perhitungan padanya hanya karena dia merusak pagar kediaman mu. " Ucap Tetua Kedua dengan kesedihan yang palsu.


Orang orang lalu merasakan simpati untuk Tetua Kedua dan He Yan, He Xun tetap tenang dan bahkan tidak tergerak sedikitpun ketika orang orang mengecamnya.


"Kau, dasar binatang ! Tidak memiliki hati !"


"Orang yang tidak tahu diuntung ! Bahkan menggigit tangan tuan yang memberinya makanan !"


Berbagai kutukan dilontarkan padanya. Tapi He Xun tidak peduli, sedikit penghinaan ini bisa memancing emosinya yang berharga ?


"Aku memang orang yang tidak tahu diuntung dan tidak memiliki hati , tentu saja. Tapi, aku tidak akan mengambil sesuatu yang milik orang lain secara diam diam. " Ucap He Xun dengan tatapan tajam.


Dulu, ibunya dan ayahnya memiliki sebuah cincin kultivasi yang ditinggalkan padanya tapi He Yan telah mengambilnya.


"Kembalikan padaku Cincin kultivasi itu dan aku akan mengembalikan He Yan, jika tidak maka jangan harap. " Ucap He Xun dengan tenang.


Wajah Tetua Kedua berubah menjadi muram. setelah melihatnya bahkan tidak terprovokasi oleh pancingan nya.


"He Xun, barang apa yang kamu maksud ? Paman tidak akan pernah mengambil barang yang bukan milikku. " Ucap He Liang masih ingin berpura pura bodoh.


"Maka jika begitu, paman harus melihat kematian putranya sendiri di depan mata. " Ucap He Xun dengan senyum sinis dan mengeluarkan Pedang Naga Petir.


He Xun menaruh Pedang Naga Petir di leher He Yan dan semua orang kembali sadar bahwa dia masih menawan He Yan.


"Lepaskan dia, dasar sialan ! Lihat bagaimana aku memberimu pelajaran !" Teriak Yu Xin dengan marah dan tidak tahan.


He Xun mendengus dingin dan mengalirkan tenaganya di sarung Pedang Naga Petir yang ada di tangan kirinya.


Brukk !!


Sarung Pedang Naga Petir menghantam dads Yu Xin yang membuat pria itu terlempar dan memuntahkan darah karena menabrak dinding.


"Tidak menyangka bahwa kakak seperguruan Yu akan selemah itu, jadi adik seperguruan ini menggunakan terlalu banyak tenaga. Harap jangan menyimpannya di dalam hati. " Ucap He Xun dengan lembut.


"Tetua Kedua, karena kita adalah keponakan dan paman, maka aku tidak akan meminta terlalu banyak, kembalikan barangku dan kau bisa mendapatkan anakmu kembali. " Lanjut He Xun.


He Xun perlahan lahan mundur dan tidak ada yang berani untuk menyerangnya karena di tangannya masih ada He Yan yang pingsan.


"Aku berikan waktu 3 detik untuk berpikir, jika lebih dari itu, maka jangan salahkan aku karena kejam, paman. " Ucap He Xun sambil menekan pedangnya di leher He Yan.


Dengan Pukulan Cakar Naga yang di pelajari nya semalam, dia menjadi bisa melarikan diri dengan ilmu meringankan tubuhnya yang lumayan baik.


Mungkin karena di dukung oleh berat badannya yang sangat ringan , Tetua Kedua tampak sangat ragu sebelum akhirnya melemparkan sebuah cincin padanya.


He Xun memeriksa keaslian cincin itu dan menyetujui bahwa itu adalah asli, akhirnya cincin ini kembali ke tangannya setelah lebih dari 8 tahun berada di tangan orang jahat.


"Ini, aku kembalikan padamu !" Teriak He Xun sambil mendorong He Yan ke depan sementara dia berlari pergi dengan ilmu meringankan tubuhnya.


Tawa He Xun bergema dan membuat bulu kuduk seseorang berdiri dengan tegak, orang orang merasa bahwa jantung mereka menjadi dingin sementara He Xun berlari ke salah satu kedai yang dia sebutkan pada He Yue.


"Pedang Naga Petir, simpan !" Perintahnya, pedang ditangannya memudar dan hilang sepenuhnya.


Baru saja akan dengan riang mendatangi pelayan kecilnya, He Yue. Tiba tiba, terlihat olehnya bahwa ada 3 preman yang datang mendekati He Yue dan mencoba untuk menganggu gadis kecil itu.


He Xun langsung melesat ke depan dengan marah dan memukul orang yang ingin menyentuh tangan He Yue.


Bruk !!


Orang itu terlempar setelah di dorong oleh He Xun dengan Qi, dinding kedai itu menjadi retak karena ulahnya tapi He Xun tidak peduli.


"Tuan !" Panggil He Yue dengan ketakutan lalu langsung berlari memeluknya.


"Aku ingin melihat, siapa yang berani untuk menganggu orang ku !" Ucap He Xun dengan dingin.


Kedua preman lain menjadi ragu karena melihat dirinya yang memukuli teman mereka dengan mudah bahkan sampai dinding retak, tatapannya juga tidak memiliki keraguan sama sekali sehingga para Preman itu tidak berani macam macam dengannya.


"Lihat saja kau, dasar bajingan kecil, kami akan membalasmu !"