PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
29. Cincin Dimensi


He Xun datang menuju sebuah toko penempaan yang lumayan terkenal disini, dikenal sebagai penempa yang membuat benda sihir dan barang yang ingin di carinya adalah sesuatu yang disebut Cincin Dimensi.


Cincin Dimensi sesuai dengan namanya, di dalam cincin tersebut memiliki ruang seukuran 3 x 3 meter untuk menyimpan barang.


Para kultivator biasanya menggunakan ini dan harganya lumayan mahal untuk sekelas cincin tapi jika melihat kegunaan nya maka itu tidak mahal sama sekali.


200 Tael Emas untuk membeli Cincin Dimensi yang disebut sebut ini. Cincin itu terlihat seperti cincin biasa kecuali bagian tengah nya yang terdapat sebuah permata berwarna biru terang dan bercahaya.


He Xun menyimpan peti emas di dalam Cincin Dimensi miliknya agar lebih aman dan terjaga dari orang lain.


Keesokan harinya


He Xun masih berdiri di tempat yang sama dengan kemarin hanya saja yang membedakan nya adalah hari ini antriannya sangat ramai.


Bahkan He Xun sendiri tidak percaya dengan pemandangan ini.


"Ini adalah orang yang dikatakan oleh Walikota Jun !" Seru salah satu orang dan He Xun langsung mengerti kenapa orang orang ini datang sangat banyak.


"Semuanya, aku hanya bisa menerima 20 pelanggan setiap harinya kecuali jika ada situasi khusus. Mohon mengantri dengan rapih agar tidak menganggu orang yang lewat ya. " Ucap He Xun dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya.


Yaitu bagian mata dan hidungnya sementara bibirnya masih terlihat dengan jelas, He Yue pun menggunakan topeng yang sama.


Dengan senyumnya yang menawan, membuat orang orang tersipu dan mau tidak mau langsung menuruti kata katanya.


"Tabib ini sangat ramah dan baik hati !" Seru salah satu wanita yang sedang tersenyum senyum sendiri dan memeluk dirinya sendiri seolah olah tidak tahan melihat senyuman yang dilemparkan oleh He Xun.


He Xun mengobati orang orang, ada yang patah tangan, ada yang patah kaki, ada yang menderita cacar, ada yang demam, semuanya sangat banyak macam sampai akhirnya yang datang adalah seorang gadis kecil.


Wajah gadis kecil itu tampak sangat murung dan tidak menunjukkan tanda tanda sebagai orang yang hidup, apalagi untuk seukuran anak anak.


He Xun yang melihat itu berjongkok dan menyamakan tinggi nya dengan gadis kecil itu, di sampingnya ada seorang wanita yang membawa gadis kecil itu.


"Tabib Fang, aku memiliki permintaan lain. Gadis kecil ini adalah putri dari kakak perempuan ku yang telah meninggal, secara tidak langsung dia adalah keponakan ku. Awalnya aku ingin merawatnya tapi ketika aku ingin menikah, calon suami ku tidak ingin gadis kecil ini, bisakah Tuan Fang merawat nya ?" Tanya wanita yang tampak nya baru berumur belasan tahun.


Tatapan He Xun berubah menjadi rumit, masalah seperti ini di luar dari rencananya. He Xun memandang ke arah He Yue dan He Yue mengangguk sedikit.


"Baiklah, aku akan menerimanya. Siapa nama gadis kecil yang cantik ini ? " Tanya He Xun sambil memandang gadis kecil yang cemberut ini.


"Tidak memiliki nama tapi marga ibunya dan marga ku adalah Chu. Dia berumur 5 tahun saat ini dan berulang tahun pada hari ketiga bulan kedua belas." Ucap Wanita itu.


"Ah, lahir di bawah salju ya ? Bagaimana dengan Chu Xue ? Sesuai dengan temperamen mu. Xue artinya salju dan Chu adalah marga ibumu. " Ucap He Xun dengan semangat.


"Nama yang baik ! Orang rendahan ini berterima kasih terhadap kebaikan hati Tabib Fang !" Ucap wanita itu bersujud padanya 2 kali dan langsung melarikan diri.


"Yue, bawa Chu Xue menepi di pinggir. Jika menghitung maka sisa tiga orang lagi. " Ucap He Xun.


"Ya, Tuan. " Ucap He Yue dan membawa Chu Xue yang sejak tadi hanya diam terpaku melihat Tuan barunya.


"Jie jie, apakah aku akan diberikan pada orang lain lagi ?"Tanya Chu Xue dengan suara rendah ketika He Yue telah membawa Chu Xue menepi.


"Ah ? Tentu saja tidak, Tuan adalah orang yang sangat baik. " Ucap He Yue dengan semangat.


"Bibi selalu memukuli ku ketika bertemu dengan calon paman, calon paman tidak suka denganku dan bibi akan memukulku untuk menenangkan kemarahan dalam hati calon paman. " Ucap Chu Xue dengan suara yang hampa.


"Apa ? Ada hal yang seperti itu ? Ini tidak bisa dibiarkan. Tapi kamu tenang saja, dengan perlindungan dari Tuan maka kita akan baik baik saja. " Ucap He Yue.


Chu Xue mengangguk ringan sementara He Yue membisikkan hal ini pada He Xun, He Xun yang mendengar ini wajahnya berubah menjadi muram dan tatapannya menggelap.


Kekerasan pada anak anak, itu adalah garis bawah He Xun yang tidak boleh di sentuh. Siapapun yang melakukan nya pada anak kecil maka harus menemukan kematian mereka dengan kejam.


He Xun melihat ke arah wanita itu pergi tadi dan tatapannya berubah menjadi mengerikan, tidak ramah seperti tadi lagi.


Tapi, setelah beberapa saat tatapannya kembali menjadi tenang dan memperlakukan tamu dengan ramah.


Bayarannya sangat relatif, ada yang membayar dengan 2 tael perak ada yang 10 tael emas.


"Tuan dan Nyonya sekalian, hari ini tabib sederhana ini telah melayani 20 tamu dan akan melakukan hal yang sama sampai minggu depan setiap harinya. Terimakasih kepada Tuan dan Nyonya yang telah menunggu. " Ucap He Xun sambil menundukkan kepalanya.


Beberapa orang mengeluh dengan kecewa tapi tetap memuji kerendahan hatinya. He Xun melihat kaki Chu Xue yang dipenuhi dengan memar.


He Xun menghela nafas dan menggendong Chu Xue, lalu tangan kirinya yang tidak digunakan, digunakan untuk menggandeng tangan He Yue.


Sebagai orang yang merawat mereka maka He Xun memiliki tanggung jawab untuk menjaga mereka sekuat tenaga.


Jika dia tidak sanggup untuk melindungi mereka maka He Xun tidak akan membawa mereka bersama dengannya.


Masa lalu He Xun tidak mudah, harus melewati berbagai kekerasan sejak masih sangat muda. Jadi, melihat orang dengan nasib yang sama dengannya membuat He Xun marah.


"Tuan, kenapa tidak membawa kami sebagai murid ?"Tanya He Yue.


"Murid ? Aku merasa bahwa itu belum pantas, kultivasi ku rendah dan kemampuanku tidak layak. Aku tidak akan mampu memberikan kalian apapun yang layak, itu hanya membuatku merasa malu. "Ucap He Xun dengan santai.


Itu adalah alasannya tidak membuat kedua gadis kecil ini sebagai muridnya karena dia merasa bahwa dirinya tidak layak.


"Bagiku, Tuan adalah orang yang paling baik dan paling sempurna dimataku. Tuan adalah Dewa di dunia Fana. " Seru He Yue dengan mata yang berbinar binar dengan kebahagiaan yang tulus.