
Dari arena miliknya, arena dua, yang lolos adalah dia, He Xun. Lalu, ada Jing Yi Yi, Fang Tao, Qin Xuan.
Semuanya tidak di kenal olehnya tapi ketiga orang itu menjaga jarak darinya dan membuat He Xun juga enggan untuk mendekat kepada mereka.
Karena mereka tidak ingin mendekat maka He Xun tidak akan memaksa. Lagipula, apa untung baginya untuk memaksa orang orang itu dekat dengannya.
32 orang berdiri bersama dan di samping He Xun adalah Rong Yuan yang tampak tidak berubah, tampaknya kekuatan Rong Yuan berada di atas perkiraan nya.
"Saudara Ji, kamu sangat luar biasa !" Seru Rong Yuan dengan antusias.
"Nona Rong terlalu memujiku, aku takut kalau aku telah membuat mu kecewa jadi aku mengusahakan melakukan apa yang telah aku katakan sebelumnya. " Ucap He Xun dengan senyum tipis.
Pria di samping Rong Yuan menatap nya dengan tatapan tidak senang, tampaknya itu berasal dari murid Sekte yang sama.
"Adik junior Rong, tidak baik untuk berbicara dengan orang asing tanpa asal usul yang layak. " Ucap pria itu.
"Kakak senior Yuan, ini adalah Ji Feng. Saudara Ji adalah pria yang berbakat, aku senang berbincang dengannya. " Ucap Rong Yuan.
Orang yang bermarga Yuan ini tampak tidak senang mendengar pembelaan yang di berikan oleh Rong Yuan untuk Ji Feng, alias dirinya.
He Xun hanya tertawa dalam hati, sejak awal, hubungan cinta di antara orang orang selalu menjadi masalah utama yang rumit dan tidak memiliki penyelesaian.
He Xun benar benar beruntung karena masalah percintaan nya sangat cepat.
"Kali ini dibagi menjadi delapan kelompok lagi ! Kalian akan diacak, silakan melihat nama kalian disana. " Seru Qian Li.
He Xun melihat layarnya dan melihat bahwa dari delapan kelompok, dirinya berada di kelompok 7 , bersama dengan Yuan Li, Fang Xin dan Cui Lan.
Yuan Li ini tampaknya adalah kakak senior milik Rong Yuan karena ketika He Xun menoleh pada pria itu.
Yuan Li itu memberikan isyarat padanya untuk memberikan kematian padanya, He Xun hanya memberikan senyum samar.
Orang semacam Yuan Li ini, akan kehilangan kepercayaan dirinya ketika di kalahkan sampai wajahnya menghantam ke tanah.
Dia tidak memiliki permusuhan secara langsung dengan Yuan Li ini, tapi pria ini secara tidak langsung mencari kematiannya sendiri dan menantang He Xun dengan cara yang hina ini.
He Xun benar benar muak dengan orang orang semacam ini, orang orang ini harus menerima kekalahannya dengan menyedihkan.
Kelompok 1 : Rong Yuan, Lan Feng, Jian Yu, Jian Qi
Kelompok 2 : Fang Tao, Lian Ji, Fang Quan, Ming Yuan
Kelompok 3 : Jing Yi Yi, Qin Xuan, Bai Qiyun, Rong Linqi
Kelompok 4 : Guan Lingyu, Wei Lian, Wei Da, Fang Xun
Kelompok 5 : Yu Xin, Jin Lan, Feng Xin, Lian Fang
Kelompok 6 : Yang Xiu, Guan Jing, Lan Fang, Yu Jing
Kelompok 7 : Ji Feng, Yuan Li, Cui Lan, Fang Xin
Kelompok 8 : Xi Feng, Xu Ying, Qian Yu, Qing Ling
Semua kelompok ini telah di kelompokkan dengan aneh, beberapa nama bahkan terdengar sama.
He Xun bahkan mengerutkan dahinya ketika mendengarkan nama ini, dan beberapa nama tampak familiar dengan pendengarannya.
He Xun menoleh dan melihat bahwa pertandingan akan dimulai besok, jadi dengan begitu, acara ini di bubarkan begitu saja.
He Xun menoleh ke sekitar dan melihat bahwa ada Rong Yuan yang berlari mengikuti nya.
"Saudara Ji, aku ingin memperingat kan mu, besok musuh musuh mu tidak akan mudah. Bagaimanapun, di kelompok mu adalah saudara senior milik ku, Yuan Li. Dia tampaknya agak tidak senang denganmu, mohon jangan masukkan kata kata nya kedalam hati. " Ucap Rong Yuan dengan sedih.
"Apa yang harus aku masukkan ke dalam hati ? " Tanya He Xun pura pura tidak tahu dengan hal ini.
" Aku tahu jika Saudara Ji mendengar apa yang dikatakan oleh saudara senior Yuan tadi, jika kamu merasa keberatan maka aku akan mengundang mu ke kedai besok seusai acara sebagai bentuk permintaan maafku. " Ucap Rong Yuan.
"Bagaimana ini bisa menjadi kesalahan Nona Rong, jika tidak ada hal lain lagi , maka aku akan pamit dan bersiap untuk besok. Kita akan bertemu lagi esok hari, Nona Rong. " Ucap He Xun sebelum akhirnya menghilang di tengah kerumunan orang orang.
He Xun tidak menyalahkan Rong Yuan untuk masalah lagi, lagipula yang berucap dan merendahkan nya adalah Yuan Li.
Rong Yuan bahkan membelanya di depan Yuan Li, hal apa lagi yang membuat nya harus protes dan mengadu ketidak adilan pada Rong Yuan ?
Rong Yuan seharusnya berasal dari Sekte Phoenix Merah, sama seperti Yuan Li. Kenapa Rong Yuan harus menutupi Sekte nya sendiri sementara dia bisa duduk di kursi paling depan ?
Dia bahkan berbohong dengan murid yang berjaga di depan pada hari itu, ini membuat He Xun merasa curiga dengan Rong Yuan.
Apakah Rong Yuan ini adalah orang yang di kirim oleh Pihak Istana untuknya atau bukan, He Xun benar benar tidak tahu.
Keesokan harinya, He Xun menggunakan pakaian serba hitam yang membuat keindahan nya menjadi berkali kali lipat.
Masih dengan kipas yang selalu di bawanya, He Xun tiba tiba merasa nyaman dengan senjata kipas ini.
Ini adalah senjata yang luar biasa dan membuat He Xun merasa kagum. Di babak kedua, He Xun masih menunggu dan di sampingnya ada Rong Yuan yang juga masih menunggu.
"Pertama adalah Cui Lan dengan Yuan Li. " Ucap Liu Wan Er untuk kelompok ketujuh.
Karena ada 8 arena maka ada delapan pasangan yang bertarung pada waktu bersamaan tanpa menganggu satu sama lain.
He Xun juga setuju dengan hal ini karena dengan ini akan membuat pertandingan berjalan dengan cepat dan tidak bertele tele.
He Xun memperhatikan setiap gerakan calon musuhnya, yaitu Cui Lan dan Yuan Li.
Terlihat dari setiap serangan maka mereka mungkin akan seri atau bahkan mungkin menang dengan tipis.
Hanya saja, benar benar sulit untuk di tebak. Yuan Lin ini terlalu angkuh dan percaya diri sementara Cui Lan ini sangat berhati hati, benar benar aneh.
"Nona Rong, apakah menurutmu kamu bisa melewati babak kedua ini ?" Tanya He Xun.
"Mudah mudahan aku bisa melewati nya. " Ucap Rong Yuan.
Walaupun penuh harap, tapi kata kata Rong Yuan membawa kepercayaan diri, itu seharusnya kekuatan Rong Yuan sama sekali tidak sederhana.
Jawaban Rong Yuan untuk saat ini hanyalah bentuk keramahan dan kerendahan hati.
"Jika begitu maka kita akan segera bertemu lagi, Nona Rong. Karena aku yakin jika aku tidak akan kembali dengan cepat karena kekalahan. " Ucap He Xun dengan percaya diri.
"Aku suka dengan kepercayaan diri yang di miliki oleh Saudara Ji ! Kalau begitu aku menantikan pertemuan dan pertarungan kita di masa depan, walaupun aku seorang wanita, tapi aku adalah orang yang suka tantangan baru. " Seru Rong Yuan dengan antusias.
Kebetulan Yuan Li sedang menoleh dan membuat Yuan Li menjadi lebih iri sehingga telah lengah dan mendapat pukulan dari Cui Lan.
He Xun telah tahu jika Yuan Li sedang menoleh dan karena itu tampak akrab dengan Rong Yuan.
Jika Yuan Li kalah dengan Cui Lan, maka itu akan menjadi aib bagi pria itu. Cui Lan hanyalah murid berbakat dari Sekte kelas dua sementara dia adalah murid Berbakat dari Tiga sekte utama, bukankah itu akan membuat Yuan Li merasa sangat malu ?
Belum lagi dengan kekalahan yang akan He Xun berikan pada Yuan Li, He Xun yakin, itu cukup untuk membuat Yuan Li ingin menggali lubang untuk menyembunyikan diri dari hinaan semua orang.
...----------------...
Note : Mohon maaf sebesar besarnya kalau author belum bisa memberikan update lebih karena masih terkendala dengan kesehatan, jadi author hanya bisa memberikan chapter yang lebih panjang dari biasanya. Terima kasih atas pengertian yang telah di berikan oleh para pembaca setia yang telah menunggu dengan sabar, terimakasih banyak 🙏