PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
27. Tabib Fang


"Tentu saja, aku bisa mengobati segala penyakit. " Ucap He Xun dengan tenang dan bermartabat.


"Tuanku ! Tidak tahu apakah orang ini penipu atau bukan !" Keluh orang di samping pria kaya itu.


"Diam ! Sudah begitu banyak orang yang mencoba untuk mengobati Ah - Lian, tapi tidak ada yang bisa mengobati nya !" Keluh Pria kaya itu dengan tidak puas.


"Tapi -" Ucapan bawahan pria kaya itu terpotong.


"Tidak ada tapi ! Selama ini, insting ku tidak pernah memilih orang yang salah !" Ucap Pria kaya itu dengan marah.


"Tuan memang tidak datang ke orang yang salah, aku sungguh bisa mengobati putra Tuan. " Ucap He Xun dengan percaya diri.


Mereka berjalan menuju rumah Pria kaya itu dan tanpa diduga itu adalah rumah yang sangat mewah dan megah.


He Xun memiliki dugaan dalam hatinya, mungkinkah pria kaya ini adalah seorang Walikota kota ini ? Yang dipanggil Ah - Lian adalah Jun Lian ?


Siapa yang tidak tahu dengan Jun Lian, murid Sekte Kelelawar Emas yang terkenal sangat ketat dalam pemilihan murid, dapat mencapai tingkat 3 prajurit perunggu dalam umur 12 tahun.


Benar benar telah memukul mundur rekor yang dimiliki oleh He Yan , dikatakan bahwa Jun Lian ini sangat dingin dan angkuh.


Tidak dapat ditebak bahwa suatu saat dia akan bertemu dengan pria ini, He Xun berpikir dalam hati sejenak dan menemukan bahwa jika dia bisa mengobati Jun Lian maka dia akan bisa mendapatkan banyak uang.


Sesampainya di sana, He Xun langsung masuk dan memeriksa keadaan Jun Lian, tebakannya seharusnya tidak salah jika dilihat dari kamar yang sangat megah ini.


Belasan tabib yang dikatakan sulit untuk dicari, mondar mandir dengan putus asa dan ruangan ini penuh dengan bau obat obatan.


Para tabib itu memandangnya dengan sinis ketika tidak mengenalinya, He Xun hanya berjalan dengan ringan dan mendekati Jun Lian.


Lalu menatap ke arah Walikota Jun seolah olah meminta persetujuan.


"Apakah aku boleh menyentuh Tuan Muda ini ?" Tanya He Xun.


"Silakan." Ucap Walikota Jun.


He Xun mengecek denyut nadi, tingkat kultivasi, kestabilan jiwa, dan bagaimana jiwanya yang tertidur.


Walaupun itu tertidur tapi itu sangat kacau, He Xun memiliki dugaan bahwa itu mungkin adalah penyimpangan Qi.


Pantas saja para tabib ini tidak bisa mengobati Jun Lian, ini adalah sesuatu yang harus dibantu oleh kultivator yang memiliki tingkat di atas Jun Lian.


He Xun melihat bahwa Jun Lian ini berada di tingkat 4 sementara dia berada di tingkat 6 , mudah untuk membantu orang ini.


Tapi, agar tidak membuat orang lain curiga. He Xun berdiri dan beberapa tabib menatapnya dengan tatapan merendahkan.


"Kenapa ? Kau ingin kembali setelah mengecek Tuan Muda ?!" Bentak orang yang mengikuti Walikota Jun.


"Tuan, aku telah menemukan permasalahan yang ditemukan oleh Tuan Muda ini. " Ucap He Xun.


"Aku harap semua orang bisa keluar, ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Tuan ini. "Lanjut He Xun dengan ramah.


"Apa maumu ?! Meninggalkan Tuan sendirian disini bersama dengan orang yang asal usulnya tidak jelas sepettimu ?! Jangan harap !" Teriak orang di samping Walikota Jun.


Walaupun semua orang tidak senang, tapi perintah itu adalah hal yang mutlak dan harus ditaati. Jadi semua orang keluar dengan hati yang tidak senang.


"Tuanku, mari mengatakan hal yang jujur. Jika aku menduga maka Tuan muda ini pergi memburu sesuatu dalam jangka 1 bulan belakangan ini ?" Tanya He Xun.


"Berburu ??? Ah iya ! Ah - Lian pergi bersama dengan beberapa kelompoknya untuk mengambil pusaka yang dijaga oleh seekor Ular Piton Perak, tapi dari yang aku tahu bahwa itu tidak berhasil. " Ucap Walikota Jun sambil mengingat ngingat.


"Sepertinya itu memang benar, ketika melawan Ular Piton Perak yang kekuatannya berada di atasnya maka itu seharusnya telah melukai Dantian nya. " Ucap He Xun dengan wajah muram.


(Dantian : Tempat kultivasi dikumpulkan, ibarat Dantian adalah mangkuk dan Qi adalah isi. Lalu, He Xun memiliki pemahaman terhadap beberapa monster dari Dimensi Pribadi miliknya. )


"Apa ?! Bagaimana ini ?! Apakah bisa disembuhkan ?"Tanya Walikota Jun dengan panik.


"Tentu saja bisa , aku bisa membantunya mengalirkan Qi untuk membantunya menstabilkan jiwanya dan pada saat itu dia harus diberi bantuan dalam bentuk obat obatan. " Ucap He Xun dengan muram, ini pada akhirnya lebih buruk dari yang di perkirakan olehnya.


Ini adalah sesuatu yang disebut dengan luka dalam, berarti bukan penyimpangan Qi semata, benar benar mencari mati.


Jun Lian ini, seorang pria yang buta. Bahkan tidak bisa menilai kekuatan sendiri dan menganggap dirinya sebagai Dewa.


Ular Piton Perak adalah monster dengan kekuatan mulai dari Tingkat 5 sampai Tingkat 7 Prajurit Perunggu.


Dengan kekuatannya saat ini, bahkan masih akan kesulitan untuk melawan Ular Piton Perak apalagi hanya orang yang tidak tahu mati seperti Jun Lian ini ?


"Tabib Fang katakan saja, bahan apa saja yang diperlukan maka Jun ini akan mencari semuanya sekuat tenaga. " Ucap Walikota Jun.


"Pertama, yang harus dicari adalah Jamur Es Abadi berumur 100 tahun. Kedua, 3 tetes Embun Bintang. Ketiga, Bunga Persik yang belum sepenuhnya mekar yang masih membentuk kuncup. Keempat, satu sendok Buah Beri liar kering yang telah dijadikan bubuk. Masak dengan air di atas api selama 1 jam penuh, jangan kurang, jangan lebih. Setelah itu, bawalah masuk setelah 3 jam dari ini, selama periode 3 jam ini aku tidak boleh untuk di ganggu. " Ucap He Xun dengan serius.


"Lalu, bagaimana dengan ini ?" Tanya Walikota Jun sambil menunjuk He Yue yang sejak tadi diam berdiri di sudut.


"Tidak perlu, dia pendiam dan tidak akan menganggu ku. Buktinya, dari tadi dia bahkan tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Aku takut, jika diluar sendirian maka dia akan ketakutan bagaimanapun dia adalah seorang gadis yang pemalu. " Ucap He Xun dengan tenang.


"Ah ternyata seperti itu, baiklah. Aku mengerti Tabib Fang, aku akan pergi dan meminta bawahan ku untuk membawa ini kepadamu. " Ucap Walikota Jun.


He Xun tiba tiba mengingat ngingat yang dibacanya di dalam buku dan mengingat bahwa obat itu sangat pahit.


"Tunggu !"Panggil He Xun.


"Ya ?" Tanya Walikota Jun dengan bingung.


"Tambahkan dua sendok madu ke dalamnya, obat itu pahit dan jika tidak diberi madu maka kemungkinan besar orang akan memuntahkannya setelah meminum nya. " Ucap He Xun.


Walikota Jun mengangguk dan menutup pintu dengan hati hati, ruangan menjadi sangat sunyi.


Hanya ada He Yue yang duduk dengan tenang dan Jun Lian yang tidak sadarkan diri dan tentunya, He Xun.


"Yue, jangan mengganggu ku ketika aku mengobati pemuda ini ya. " Ucap He Xun.


"Ya, Tuanku bisa tenang. " Ucap He Yue dengan patuh.