PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
82. Sekte Naga Biru ?


He Xun bertanya pada beberapa orang sampai akhirnya tiba di tengah lembah yang sangat dalam.


He Xun berjalan dan melihat sebuah bangunan yang sangat suram dan cenderung dipenuhi oleh warna hitam.


Lembah yang begitu tersembunyi dan curam , bagaimana mungkin orang orang bisa tinggal di dalam tempat seperti ini ?


He Xun benar benar tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada orang orang yang tinggal di dalam sini.


Sangat mengerikan untuk dibayangkan.


He Xun berjalan masuk dan melihat bahwa ada dua penjaga yang mengenakan pakaian bebas, jadi sulit untuk menentukan, apakah ini Sekte Naga Biru atau bukan ?


Sekte yang dikatakan sebagai salah satu Sekte terbesar di Ibukota, apakah ini bisa disebut sebagai salah satu Sekte terbesar ?


Di dalam sekte ini sangat sepi dan sangat sunyi, seolah olah hampir tanpa kehidupan. He Xun melepaskan serangan dua jarum dari gelang besi miliknya.


Dan kedua orang penjaga itu jatuh ke tanah tanpa nyawa, He Xun mengambil sebuah penutup wajah lalu mengambil tanda pengenal mereka.


Salah satunya bernama An Yu, tidak seperti nama orang yang berasal dari sekitar sini, tapi He Xun tidak peduli dan masuk ke dalam Sekte dengan bebas.


Ketika sedang bertemu dengan seseorang lain, topeng He Xun tampak menarik perhatian dari orang orang.


Tapi, He Xun masih sangat percaya diri seolah olah tidak melakukan kesalahan apapun sampai akhirnya seorang murid berjalan ke arahnya dan bertanya.


"Apakah kamu seorang penjaga baru ?" Tanya pria itu.


"Itu benar, aku adalah penjaga baru dan tersesat. Boleh aku tahu tempat apa ini ?" Tanya He Xun dengan lembut.


"Oh, ini adalah kamar kerja. Didalam nya ada lebih dari 12 kamar yang bisa digunakan untuk kultivasi ganda. Di dalam. kebetulan sedang penuh semua jadi aku tidak jadi masuk dan menggunakannya. " Ucap Murid itu dengan percaya diri.


"Ah ternyata seperti itu, sepertinya aku benar benar salah jalan. Semula aku ingin pergi ke koridor dan ingin memeriksa nya. " Ucap He Xun sambil terkekeh canggung agar terlihat natural dengan akting nya.


"Apakah perlu aku pandu jalan ?" Tanya murid itu dengan kasihan.


"Jika senior tidak kesulitan dan aku tidak merepotkan, maka aku tidak berani untuk menilai kebaikan ini. " Ucap He Xun.


He Xun masih bertanya tanya, apakah ini benar benar Sekte Naga Biru atau bukan, karena tidak ada papan nama Sekte di pintu depan.


Tidak seperti Sekte sekte lain atau bahkan Klan He saja, memiliki satu papan besar dibagian depan yang menuliskan "He"


He Xun benar benar terperangah dengan bagian dalam ruangan yang terlihat sangat biasa saja, bahkan terkesan sedikit kumuh.


Untuk ukuran sebuah sekte besar , ini sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi. Tiba tiba, He Xun merasakan gerakan di belakangnya.


He Xun langsung bergerak dan memukul titik gerak pria di belakangnya dengan sesegera mungkin sorang yang memandu jalan ke arahnya telah curiga dengan identitas nya, karena itulah pria itu membawa He Xun jalan jalan.


Sayang sekali bahwa pria itu tidak menggunakan kesempatan ini untuk menghubungi tetua Sekte mereka dan memilih untuk menangani He Xun sendirian dengan percaya diri , benar benar terlalu percaya diri.


"Bagaimana kamu bisa curiga denganku ?" Tanya He Xun dengan penasaran.


"Kamu tidak mungkin penjaga baru , aku mengenal semua penjaga disini dan disini sedang tidak dibuka pekerjaan atau lowongan kerja untuk menjadi penjaga. Bagaimana mungkin bisa ada penjaga baru ? Lalu , setiap penjaga baru akan dites untuk menghafak setiap bagian di dalam Sekte. " Ucap murid itu dengan murka.


He Xun tertawa lalu bertepuk tangan untuk memberikan apresiasi pada kecerdasan murid yang di tangkap olehnya.


"Kemampuan berpikir mu sangat baik dan kemampuan mu untuk menganalisa juga sangat baik , tapi sayang nya satu keburukan mu. Apakah kamu tahu ?" Tanya He Xun sambil menyeringai.


Tidak memberi kesempatan kepada musuhnya untuk menjawab, He Xun menempelkan wajahnya di arah wajah murid itu dengan sepenuh hati.


"Percaya diri, masalah utamanya adalah di percaya dirimu. Kamu terlalu percaya diri bahwa aku hanyalah seorang pencuri kecil dan kamu akan mendapat jasa besar karena menangkapku. Sayang sekali bahwa semuanya harus berakhir disini. " Lanjut He Xun dan Pedang Naga Petir nya telah menancap tepat di jantung Murid itu.


Murid itu jatuh ke belakang dengan tubuh yang kamu dan kedua mata yang membelalak lebar, tampak tidak percaya dengan kenyataan yang berjalan.


Sayang sekali bahwa kenyataan dan mimpi tidaklah sama, apa yang terlihat indah belum tentu benar benar indah di kenyataannya.


Seperti menjadi pahlawan, terlihat sangat hebat dan dipuja oleh banyak orang. Banyak anak anak memimpikan untuk menjadi seorang pahlawan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang.


Tapi, sejak kecil, He Xun diajarkan oleh keadaan bahwa menjadi Pahlawan sebenarnya tidak sebaik yang di tunjukkan.


Tidak sebaik yang terlihat oleh sejauh mata memandang. He Xun mengambil cincin dimensi milik pria itu lalu berjalan masuk lebih dalam dengan topeng masih di wajahnya.


Bukannya dia takut , hanya saja wajahnya terlalu tampan. Akan ada banyak sekali orang yang tergila gila dan terpesona dengan ketampanab yang dimiliki olehnya.


Setelah melihat murid tadi mengenakan sebuah pakaian dengan lambang cetak yang merupakan lambang Sekte Naga Biru, barulah He Xun yakin bahwa ini adalah Sekte Naga Biru.


Dikatakan bahwa Ketua sekte mereka akan keluar dari pengasingan hari ini dan He Xun akan menjadi salah satu orang pembuat makanan.


Pada perjamuan makan ini, ini akan menjadi perjamuan makan Hongmen.


(Perjamuan makan kematian. )


He Xun berjalan di Koridor yang sepi dan berdoa untuk masuk ke dalam tempat penyimpanan harta.


Semakin dekat dengan gudang mereka , semakin ketat penjagaan nya, tidak mudah bagi He Xun untuk menyelesaikan mereka semua dalam satu gerakan dan tanpa suara.


Tapi, demi setumpuk uang, maka dia, He Xun, akan rela untuk melakukan tugas yang merepot kan ini.


Di lapisan pertama, ada 2 orang yang menjaga. Lalu, di lapisan berikutnya ada 3 orang dan terus bertambah, sampai akhirnya di pintu , ada sekitar 10 orang yang memiliki kekuatan lumayan yang menjaga pintu.


"Apa yang kita lakukan dengan terus menunggu di sini ? " Tanya salah satu penjaga dengan bosan.


"Kita diminta untuk menjaga disini, jangan sampai lalai. Jika tidak maka bukan hanya kamu yang akan kehilangan nyawa melainkan seluruh keluarga mu juga, jadi jangan main main. " Ucap yang lain memperingati.