PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
112. Rong Yuan Melawan.....


He Xun memperhatikan beberapa orang dan menyadari bahwa hanya ada beberapa orang yang layak untuk mendapatkan perhatian darinya.


Beberapa yang lain bahkan tidak layak untuk di lirik olehnya, bisa dikatakan bahwa mereka masuk ke babak ini karena keberuntungan.


He Xun belum puas sejauh ini karena belum mengeluarkan kekuatan penuhnya, tentu saja ada beberapa kandidat yang bisa membuatnya mengeluarkan kekuatan penuh.


Salah satunya adalah Wei Da dan Rong Yuan, tapi sayangnya Wei Da terlalu ceroboh sehingga pertandingan mereka berakhir dengan sangat menyedihkan.


Ini adalah pertandingan keenam, itu adalah Rong Yuan dengan Qian Yu. Salah satunya berasal dari Sekte Pedang Surgawi sementara yang lain berasal dari Sekte Phoenix Merah.


Kebetulan sekali, Yuan Li belum bertanding sehingga itu membuat He Xun merasa penasaran.


He Xun melihat lihat sekitar dan mulai menghitung hari, tampaknya sudah waktunya bagi guru Yuan Li untuk menghabiskan masa hidupnya.


Tapi, itu akan cukup untuk mendengarkan kabar kekalahan murid kesayangannya.


"Semangat Saudari Rong. " Ucap He Xun memberikan semangat dari belakang.


"Tentu saja, terima kasih atas dukunganmu. Aku akan melakukan yang terbaik dan mencoba untuk bertemu denganmu di masa depan !" Seru Rong Yuan dengan senyum manis sebelum akhirnya melompay ke atas arena dengan penuh semangat yang membara.


He Xun menggelengkan kepalanya dengan pelan dan memandang Rong Yuan dengan hati hati.


Walaupun Rong Yuan sangat berbakat tapi sayangnya cenderung sangat polos, jujur atau tidak tapi He Xun merasa khawatir untuk Rong Yuan.


Padahal mereka baru saja bertemu satu sama lain dan He Xun tidak berhutang apapun dengan Rong Yuan sehingga ini tidak terlibat dengan hutang budi.


Ini murni dari perasaannya seolah olah dia telah menemukan seorang sahabat yang bisa dia andalkan di masa depan .


Tentu saja, kedua wanitanya adalah orang yang bisa di percaya. Keduanya adalah orang yang luar biasa.


Satu adalah Sima Ying yang merupakan seorang Roh penjaga Dimensi sementara Baili Ruo Qing adalah Putri kepala suku Rubah berekor sembilan.


He Xun duduk dan menghadap ke arah arena, disana Rong Yuan mengambil ancang ancang sebelum akhirnya bersiap untuk menyerang.


Dengan pendek yang tipis dan sedikit lembut, Rong Yuan menarik pedangnya ke belakang sebelum akhirnya mendorongnya ke depan dengan penuh kelembutan.


Tapi, sayangnya kelembutan itu adalah palsu , merupakan tipuan semata. Di balik kelembutan itu terdapat tenaga dalam yang sangat besar.


Seni bela diri ini sangat sesuai dengan tampilan yang di tunjukkan oleh Rong Yuan, sebagaimana itu merupakan seorang gadis polos dan tubuhnya yang pendek seolah olah membuatnya tampak seperti seorang anak anak yang salah masuk tempat.


Hal inilah yang membuat He Xun masih waspada dengan Rong Yuan, karena Rong Yuan bisa membuat tipuan seperti itu kepada orang lain, kenapa tidak pada dirinya ?


Jujur saja, He Xun sangat berusaha untuk berhati hati dengan Rong Yuan, hanya saja tidak ada bukti jelas yang bisa menunjukkan bahwa Rong Yuan benar benar mencurigakan seperti dugaannya.


Pedang Rong Yuan menyerang ke bagian bawah tubuh, merupakan kaki. Tapi musuhnya, berhasil menghindari serangan dengan sangat gesit.


Keduanya bertarung dengan sangat sengit, satu menggunakan pedang tipis sementara yang lain menggunakan telapak tangan besi.


Atau lebih tepatnya adalah sarung tangan besinuntik menangkap saja menyerang musuh seperti biasanya.


Qian Yun yang sudah tidak sabar langsung mengeluarkan kekuatan andalannya, apalagi jika bukan sebuah tinjuan maut ?


Setelah salah satunya menjadi tidak sabar seperti ini maka semuanya telah berubah menjadi tertebak.


Karena, sangat mudah untuk melihat siapa yang lebih unggul dan siapa yang terpojok kan ketika sedang berada dalam kekuatan penuh.


Tentu saja itu adalah Rong Yuan, lumayan hebat untuk mengalahkan tiga Sekte besar, itu adalah murid Sekte Phoenix Merah.


He Xun akan menunggu Rong Yuan lalu memberikan selamat sebelum akhirnya menunggu pertandingan milik Yuan Li.


"Selamat atas keberhasilan saudari Rong, kamu tidak memenangkan ini dengan mudah. Biarkan aku mentraktir mu makanan setelah kembali dari sini. " Ucap He Xun dengan bijaksana.


"Tentu saja, aku tidak akan pernah bisa menolak ajakan makan gratis. " Balas Rong Yuan.


He Xun mengangguk dan tampak senang ketika ada orang yang tidak perlu menggunakan pemaksaan untuk membawa orang lain makan bersama dengan dia sebagai orang yang membayarnya.


"Baiklah kalau begitu maka aku akan mempersilakan Saudari Rong untuk makan sepuasnya nanti. " Ucap He Xun.


"Tentu saja, aku tidak akan malu malu jika begitu. "Balas Rong Yuan dengan antusias.


Tampaknya Rong Yuan adalah tipe orang yang bisa di sogok dengan makanan gratis.


Setelah ini adalah Yuan Li dengan Guan Jing, tamat riawayat Yuan Li. Karena Guan Jing adalah murid Sekte Ular Hijau.


He Xun telah mendengar nama Guan Jing dan Guan Lingyu dari You Lianqi di katakan bahwa keduanya adalah bakat yang langka dan sulit untuk di temukan.


Sementara Guan Jing adalah adik kandungnya, tapi mereka tidak saling bertegur sapa ketika sedang berada di dalam lingkup Sekte.


Tapi, jika di luar lingkup Sekte maka keduanya akan menjadi saudara yang paling dekat di dunia tanpa ada bandingannya.


Sangat di sayangkan bahwa mereka bukan kembar jika tidak maka akan lebih mudah untuk membandingkan kemampuan mereka.


Tapi, karena Guan Jing berada dua tahun di bawah Guan Lingyu maka itu membuat semuanya berubah menjadi lebih jelas.


Guan Jing membawa sebuah seruling dan berhadapan dengan Yuan Li, tampaknya Guan Jing tidak terlalu memandang tinggi Yuan Li dan Yuan Li melakukan hal yang sama juga.


Sayang sekali bahwa Yuan Li tidak bisa membaca situasi Guan Jing adalah seorang perhatian nomor dua milik Sekte Ular Hijau.


Mungkin karena Yuan Li merasa bahwa dirinya berasal dari Sekte Phoenix Merah sehingga sama sekali tidak takut dengan Guan Jing.


"Apa yang ingin kau tanding kan dengan seruling bodoh mu itu ? Apakah kamu ini ingin berlomba bernyanyi ?" Ejek Yuan Li.


"Tidak masalah aku akan memainkan musik dan kamu akan menari, bagaimana ?" Tanya Guan Jing dengan dingin.


"Kau telah berubah menjadi gila ?! Jangan pikir bahwa tindakan gila mu bisa menganggu otak ku ?" Tanya Yuan Li dengan sedikit panik.


Tapi Guan Jing sama sekali tidak panik ketika di hadapkan dengan hal ini dan berjalan menuju Yuan Li.


"Apa yang salah dengan memainkan seruling, orang orang sepertimu tentu saja tidak tahu bagaimana caranya menampilkan seni. " Ucap Guan Jing dengan elegan.


He Xun awalnya mengira bahwa Guan Jing ini adalah seekor Phoenix ternyata adalah seekor Merak !!!