PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )

PESONA BUNGA SURGAWI ( Season 1 )
43. Pencerahan Kedua


He Xun berkultivasi dengan serius dan sampai di Dimensi Pribadinya, duduk di atas tanda Yin dan Yang.


Penuh dengan energi yang membara, seolah olah berada di atas mata air. Tubuhnya yang penuh dengan kelelahan karena perjalanan jauh berubah menjadi sangat nyaman.


Seolah olah berbagai rasa sakit telah dihilangkan dan menyisakan berbagai hal nyaman, He Xun mendapat pencerahan tentang bagaimana setiap gerakan dan setiap langkah dari Gerakan ketiga dari Pukulan Cakar Naga.


He Xun berdiri di atas tanda Yin dan Yang, bersinar dengan cahaya putih yang menyilaukan mata. Sebuah pedang muncul ditangannya, pedang biasa, bukan pedang Naga Petir.


Dengan mata yang terpejam, He Xun mulai bergerak seolah olah sudah menghafal gerakan Ketiga dari Pukulan Cakar Naga yang baru dibaca olehnya sekilas.


Dengan pedang baja biasa dan mata yang terpejam, He Xun melangkah dengan hati hati dan keseimbangan yang baik.


He Xun menangkis dan menyerang, seolah olah di depannya ada musuh. Gerakan He Xun mengalir layaknya sedang dikendalikan oleh orang lain.


Memang, tidak salah bahwa itu dikendalikan oleh alam bawah sadarnya. Jiwa He Xun sendiri tidak memiliki kendali akan tubuhnya sendiri.


Hanya bisa menonton bagaimana tubuhnya seolah olah dikendalikan, lalu bergerak dengan tepat dan indah.


Sesuai dengan gerakan yang ada di dalam buku, He Xun tampak bingung dengan kejadian ini. Ini agak aneh, He Xun tidak dapat mencari kejadian yang sama di buku.


Jadi, tidak tahu kondisi apa yang saat ini sedang di alaminya. Padahal, selama ini buku yang ada di dalam Dimensi Pribadi ini cenderung lengkap.


Baru kali ini memiliki kekurangan yang begitu nyata, ini membuat He Xun merasa agak aneh dan merasa bahwa kondisinya ini unik.


Hanya saja, He Xun tidak tahu apakah harus bertanya pada orang lain atau tidak tentang masalahnya ini.


Jika dia ingin bertanya, kepada siapa dia harus bertanya ? Kepada 4 Siluman ? He Xun tidak tahu kemana mereka berempat pergi.


Kepada Sima Ying ? Dia dan Sima Ying tidak dekat, akan sangat aneh jika dia tiba tiba menanyakan hal ini pada wanita itu.


Setelah mendapatkan pencerahan dan belajar dengan sepenuh hati, He Xun akhirnya memahami inti dari serangan.


Kecerdasan mengalahkan kekuatan, kebijakan mengalahkan kejahatan, barang siapa memiliki hati yang tulus dan murni, maka akan memiliki dunia di dalam genggamannya.


Jika tidak bisa ditaklukkan dengan kelembutan maka kekuatan akan mengambil alih untuk menunjukkan siapa penguasa sebenarnya.


He Xun memikirkan kalimat demi kalimat yang muncul di pikirannya ini, setiap bagian memiliki inti dari serangannya.


Tanpa memahami inti serangan, maka jangan harap untuk bisa mendapatkan kekuatan penuh dari Pukulan Cakar Naga.


Gerakan mungkin sama dengan yang ada dibuku, tapi kekuatan nyata dari serangan itu sendiri, tidak akan pernah keluar.


Setelah sadar dan menyadari bahwa dirinya telah mendapat inti dari bagian ketiga, He Xun tersadar dan tersenyum cerah lalu keluar dari kultivasi nya.


Sayang sekali bahwa ketika He Xun keluar dari kultivasi nya, Sima Ying telah duduk seperti semula lagi dan tidak ada yang tampak aneh.


He Xun merasa bahwa suasana agak ganjil tapi tidak menanyakan apapun karena bingung ingin menanyakan apapun.


He Xun tidak mungkin menodongkan pertanyaan kepada Sima Ying tanpa alasan yang jelas.


"Sepertinya kamu mendapat pencerahan ?" Tanya Sima Ying.


"Ya, ini semua berkat Nona Sima. " Ucap He Xun dengan rendah hati.


"Sudah kubilang bahwa semua yang kamu dapatkan disini baik itu pencerahan atau kultivasi, semuanya berdasarkan keberuntunganmu sendiri. " Ucap Sima Ying dengan wajah acuh tak acuh.


He Xun mengangguk ringan dan tidak menjawab apa apa lagi, hari demi hari berlalu sampai akhirnya hanya perlu menunggu 1 hari lagi untuk guncangan dimensi berakhir.


Bagaimanapun He Xun sangat hati hati terhadap Sima Ying yang bisa berubah terlalu cepat, Sima Ying adalah orang yang gampang berubah.


Jadi He Xun tidak berani untuk berbicara terlalu banyak dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berkultivasi.


He Xun saat ini duduk dan berkultivasi, tanpa diduga, keberuntungan yang dimiliki He Xun terlalu baik dan mendapatkan pencerahan keduanya di dalam Alam Ilusi Keajaiban.


Pencerahan kedua disini dan jika dihitung dengan sebelumnya maka ini adalah pencerahan ketiga. Berapa banyak orang yang begitu beruntung untuk mendapatkan sebuah pencerahan dalam hidupnya ?


Dan He Xun mendapatkannya 3 kali dalam rentang waktu tidak sampai 1 tahun ? Orang orang akan rela untuk menukar hidup mereka untuk mendapatkan 3 kali pencerahan ini !


Kali ini bukan untuk seni bela diri, melainkan untuk kultivasi. He Xun merasa bahwa semuanya terlalu aneh.


Jiwa He Xun dibawa ke tempat misterius yang gelap dan hanya tempat duduknya yang menjadi satu satunya cahaya ditengah kegelapan.


Duduk diatas teratai emas yang melayang, lalu berputar putar dan melihat dunia yang penuh dengan kesedihan.


Mulai dari orang orang yang tidak memiliki tempat tinggal atau orang yang mengalami bencana dan kehilangan banyak hal dalam hidup.


Lalu , berubah menjadi hal hal baik, mulai dari tertawa dengan riang walaupun kondisi mereka yang buruk.


"Kesedihan , kesengsaraan, dan bencana adalah rintangan dalam kehidupan dan akan dibayarkan oleh kebahagiaan, kesehatan, dan kedamaian. "Gumam He Xun ketika melihat semua pemandangan itu dengan seksama.


Tubuh He Xun dibungkus oleh teratai emas dan membuat tubuh He Xun menjadi bersinar dengan terang.


Tampak seperti kupu kupu yang dibungkus oleh kepompong dengan sangat indah, lalu kekuatan He Xun mencapai ke tingkat yang baru.


Qi mengalir ke dalam tubuhnya layaknya air bah dan Dantiannya tidak sanggup untuk menahannya lalu pecah dan menjadi lebih besar !


Dantian ibaratkan pot dan Qi adalah tanaman, ketika tanaman menjadi lebih besar maka harus dipindahkan ke pot yang lebih besar.


Begitu pula dengan Qi, ketika naik tingkat maka Dantian akan robek lalu membentu Dantian baru yang lebih kokoh.


Tentu saja itu diliputi oleh rasa sakit yang tak terbayangkan, semakin tinggi tingkat kultivasi maka semakin besar rasa sakitnya.


Itu adalah kenyataan yang tidak bisa di tolak oleh He Xun karena memang sesakit itu dan perasaannya memang seburuk itu karena serangan dari Qi.


Ketika beberapa waktu telah berlalu, He Xun membuka matanya dan mengecek tingkatan kultivasinya.


Tingkat 8 Tahap Prajurit Perunggu !


He Xun dengan bangga bersorak kepada dirinya sendiri, sementara Sima Ying yang tanpa diduga sedang duduk di atas pohon menatap ke arah He Xun.


"Selamat atas keberhasilan mu meraih tingkat baru."Ucap suara di atasnya dengan malas.


He Xun yang mendengar suara ini langsung terlompat karena terkejut sebelum akhirnya menyadari bahwa Sima Ying telah mempermainkan nya dengan duduk di atas pohon.


"Nona Sima telah mengejutkan ku. " Ucap He Xun sambil mengelus dadanya.


"Aku akui, kamu memiliki keberuntungan yang sangat baik, mulai dari dua pencerahan, kamu juga mendapatkan peningkatan dalam seni bela diri dan juga tingkatan kultivasi. " Ucap Sima Ying.


"Terimakasih atas pujian Nona Sima. " Ucap He Xun dengan sopan.


"Tidak perlu terlalu sopan, kebetulan aku membawa berita baik untukmu, inilah yang membuatku mengatakan bahwa kamu memiliki keberuntungan yang sangat baik. " Ucap Sima Ying sambil tersenyum penuh arti.