
Mendengar hal itu membuat Gio Vice sangat marah.
Gio terlihat seperti hendak membunuh semua orang yang ada di sini dengan mengeluarkan aura membunuhnya yang kuat.
"Pria ini sangat berani!!" Ujar Gio dengan tertawa.
"Siapa bajingan ini? Beraninya dia melawanku seperti ini!!" Ujar Gio dengan sedikit emosi.
"Tuan muda Vice, mereka memang sangat mendominasi!!" Ujar Ardian yang sedikit memanas manasi Gio Vice.
"Apa kau bilang? Mendominasi?!" Tanya Gio Vice kepada Ardian dengan mata yang memerah karena amarah.
"Tidak ada yang berani mendominasi kecuali keluarga Vice di wilayah Lakertown!" Ujar Gio Vice dengan sedikit berteriak.
Perkataan Ardian memang sedikit membuat Gio terpancing.
Sementara Gio Vice melihat kearah Ardian Shawn dan Fred Steward.
Mereka memang tidak mengatakan apapun lagi.
Tapi jelas dari ekspresi mereka bahwa Gio Vice telah mempermalukan dirinya sendiri.
Gio sangat percaya diri sebelumnya dan berbicara betapa menakjubkannya dia.
Namun Bagas bahkan tidak perduli dengan Gio yang merupakan anak dari Jill Vice.
Bagas tetap menganggap jika mereka hanya orang luar yang mengacau di kota Nozel.
"Paman pertama, mari kita temui pria itu!" Teriak Gio kepada Red Dragon.
Red Dragon yang sedari tadi duduk diam tanpa ekspresi.
Namun setelah melihat kejadian yang ada di hadapannya, matanya terlihat seperti seekor ular yang menunggu mangsanya.
"Tentu, aku akan membantumu membunuhnya!" Ujar Red Dragon kepada Gio.
Mendengar hal itu membuat Gio Vice kembali bersemangat.
Dia sangat yakin dapat membunuh Bagas dengan bantuan Red Dragon.
"Awalnya aku hanya meminta lengan salah seorang anggota keluarga Saputra!" Ujar Gio Vice dengan serius.
"Namun sepertinya seluruh keluarga Saputra lelah hidup!" Lanjut Gio yang langsung bangun dari tempat duduknya.
"Tuan muda Vice, jangan gegabah!!" Ujar Ardian dengan sedikit memohon.
"Bagas adalah seorang yang sulit di tebak, jika kau pergi sekarang itu akan membuat mu dalam bahaya!!" Ujar Fred yang menambahkan.
"Itu benar tuan muda Vice, jangan perdulikan bawahan keluarga Steward tadi!" Ucap Ardian kepada Gio Vice.
"Ardian benar ! Jangan mempertaruhkan nyawa anda!!" Ucap Fred dengan wajah yang memelas.
Gio yang mendengar itu menampar wajah Fred dengan sangat keras.
"Apa yang kau katakan?!!" Teriak Gio dengan keras.
Ekspresi Gio Vice terlihat sangat marah !!
Apa kah dia akan terima begitu saja saat ada orang lain menginjak injak harga dirinya di wilayah kekuasaannya?
Tidak mungkin ? Itu sama membuat malu seluruh keluarga Vice.
Mereka akan menjadi bahan tertawaan karena hal ini.
Jadi satu satunya adalah membalas semuanya dengan menghancurkan keluarga Saputra secara keseluruhan.
Lagi pula itu hanya keluarga Saputra, apa yang salah dengan itu?
Bahkan keluarga Saputra tidak layak di sandingkan dengan nama besar seperti Keluarga Vice, Keluarga Ardiansyah dari Grozz atau Tuan Renan.
"Aku akan memperlihatkan apa yang akan kau dapatkan ketika berani menyinggung keluarga Vice!!" Ujar Gio yang berjalan keluar di ikuti oleh Red Dragon.
Sementara Fred Steward yang masih terduduk di lantai karena tamparan keras Gio Vice.
Sedikit menunjukan senyuman jahat ketika Gio Vice telah keluar.
"Apa kau tidak apa apa?!" Tanya Ardian kepada Fred.
"Aku tidak apa apa, aku sengaja memancingnya untuk menghabisi keluarga Saputra!" Ujar Fred kepada Ardian.
"Setidaknya kita bisa membalaskan dendam anak anak kita, meskipun bukan melalui tangan kita sendiri!" Ujar Fred dengan tersenyum.
Gio Vice telah pergi bersama dengan Red Dragon !
Red Dragon terkenal dengan kemampuannya yang hebat dan dapat membunuh tanpa mengedipkan mata.
Ardian dan Fred setidaknya akan bahagia saat nanti mengetahui bahwa musuh mereka, akan mati dengan cara yang mengerikan.
Bagas dan Rizki setidaknya mereka akan mati kali ini !
Saat ini Gio Vice sedang dalam perjalanan kearah rumah Keluarga Saputra dengan sangat marah.
Sementara di rumah keluarga Saputra saat ini, Bagas sedang duduk bersama Bryan di ruang kerjanya.
"Apa kau sudah menghubungi keponakan ku?!" Tanya Bagas yang terlihat khawatir.
"Sudah tuan, aku telah menghubungi Rizki, namun tidak ada jawaban sama sekali!" Jawab Bryan dengan ekspresi yang sama.
"Sialan, dia benar benar melibatkan semua orang kedalam masalah nya!" Gumam Bagas di dalam hatinya.
"Bagaimana dengan Ernest? Apa sudah ada kabar dari nya?!" Tanya Bagas kembali kepada Bryan.
"Ernest hanya mengatakan, bahwa Gio Vice sedang menuju kemari bersama Red Dragon!" Jawab Bryan dengan sedikit bersemangat.
"Sepertinya kita tidak bisa menghindari masalah ini lagi!" Ujar Bagas dengan tenang.
"Baiklah, ikuti instruksi ku!! Kita akan membuat kejutan untuk menyambut tuan muda keluarga Vice!!" Ujar Bagas menunjukan senyum yang mengerikan.